| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1179 | 0.17% |
GBPUSD | 1.3276 | 0.28% |
AUDUSD | 0.6393 | 0.36% |
NZDUSD | 0.5882 | 0.22% |
USDJPY | 145.22 | -0.29% |
USDCHF | 0.8369 | -0.33% |
USDCAD | 1.3968 | -0.13% |
GOLDUD | 3,216.00 | 1.05% |
COFU | 61.98 | -0.26% |
USD/IDR | 16,449 | 0.12% |
Senin, 19 Mei 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya data terbaru ekonomi China yang lesu dan potensi memanasnya kembali perang tarif Trump.
Produksi industri China pada bulan April tumbuh 6,1% dari tahun sebelumnya, melambat dari pertumbuhan 7,7% pada bulan Maret, ungkap data resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Senin. Di sektor penjualan retail juga melambat menjadi 5,1% pada bulan April, dari 5,9% pada bulan Maret. Selain itu, harga rumah baru bulan April menyusut 4,0%, yang merupakan laju kontraksi paling lambat sejak Mei 2024 dan secara bulanan tidak berubah untuk bulan kedua berturut-turut.
Turut membebani harga, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Minggu menegaskan bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif sesuai tingkat yang disampaikan pada tanggal 2 April lalu kepada negara-negara yang dianggap tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Komentar tersebut memicu kekhawatiran akan kembali menghidupkan perang tarif yang belakangan sudah mulai mereda.
Sementara itu, arah kesepakatan nuklir Iran- AS kembali menemui hambatan, yang mengindikasikan kedua belah pihak masih harus menempuh jalan panjang untuk mencapai kesepakatan. Utusan khusus AS Steve Witkoff pada hari Minggu mengatakan bahwa setiap kesepakatan antara AS dan Iran harus mencakup kesepakatan untuk tidak memperkaya uranium. Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, merespon keras dengan mengatakan bahwa permintaan AS tersebut tidak realistis karena pengayaan uranium Iran bukanlah sesuatu yang dapat dihentikan. Araqchi juga menegaskan bahwa pengayaan akan terus berlanjut.
Dukungan lainnya datang dari perusahaan minyak Nigeria Renaissance Energy yang menghentikan produksi pada satu jalur yang menuju ke pipa minyak Trans Niger, jalur minyak utama yang mengangkut minyak mentah dari ladang minyak darat ke terminal ekspor Bonny. Keputusan tersebut menyusul ledakan yang terjadi di pipa pada tanggal 6 Mei dan berpotensi menyebabkan penghentian dalam dua bulan kedepan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.8% | -0.7% |