Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Ekonomi China Buat Minyak Ikut Terpuruk
Lesunya Ekonomi China Buat Minyak Ikut Terpuruk
Monday, 05 February 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07820

-0.03%

GBPUSD

1.26310

-0.18%

AUDUSD

0.65060

-0.09%

NZDUSD

0.60780

-0.25%

USDJPY

148.330

0.06%

USDCHF

0.86620

0.13%

USDCAD

1.34650

0.05%

GOLDUD

2,038.750

-0.07%

COFU

72.75

-0.44%

USD/IDR

15,750

-0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas jasa China bulan Januari turun tipis menjadi 52,7 dari 52,9 di bulan Desember, ungkap survei terbaru dari S&P Global.
  • IMF melihat pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,6% pada tahun 2024 dan terus turun dalam jangka menengah.

***************************************************************

Senin, 05 Februari 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak merosot turun dibebani oleh sinyal ekonomi China yang melambat dan memicu kehawatiran akan berdampak pada pemulihan ekonomi global. Meski demikian, isyarat tensi di Timur Tengah yang tetap memanas memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Pertumbuhan aktivitas jasa China sedikit lebih lambat di bulan Januari karena menurunnya pesanan baru, ungkap data terbaru dari S&P Global pada hari Senin. Indeks Data Indeks PMI Caixin turun tipis menjadi 52,7 dari 52,9 pada bulan Desember, namun tetap berada di atas angka 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi selama 13 bulan berturut-turut. Indeks tersebut mengindikasikan masih lesunya perekonomian nomor dua dunia ini di tengah lemahnya permintaan dan kemerosotan properti, terlebih menyusul data resmi pekan lalu yang menunjukkan aktivitas pabrik kembali berkontraksi.

Masih terkait China, dalam laporan yang dirilis akhir pekan lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 4,6% pada tahun 2024 dan terus menurun dalam jangka menengah menjadi sekitar 3,5% pada tahun 2028. IMF mencatat prospek China sangat tidak pasti mengingat besarnya ketidakseimbangan seperti investasi berlebihan di bidang infrastruktur dan perumahan. Selain itu, permintaan eksternal yang lebih buruk dari perkiraan dan ketegangan geopolitik menimbulkan risiko terhadap perekonomian China, tambah IMF.

Sementara itu, AS mengisyaratkan untuk melakukan serangan lebih lanjut terhadap kelompok Houthi Yaman, ujar Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih pada hari Minggu. Pernyataan tersebut menyusul serangan selama dua hari terakhir yang menargetkan faksi-faksi yang bersekutu dengan Teheran di Irak, Suriah dan Yaman. Berita itu memicu kekhawatiran akan memuncaknya eskalasi tensi di wilayah Timur Tengah.

Dari Timur Tengah dilaporkan bahwa Irak resmi melarang 8 bank komersial lokal untuk terlibat dalam transaksi dolar AS, mengambil tindakan untuk mengurangi penipuan, pencucian uang dan penggunaan ilegal lainnya. Keputusan tersebut diambil tepat beberapa hari setelah kunjungan pejabat tinggi sanksi Departemen Keuangan AS, Brian Nelson, yang pada pekan lalu bertemu dengan pejabat tinggi Irak di Bagdad, membahas cara melindungi sistem keuangan Irak dan internasional dari aktor kriminal, korup, dan teroris.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

52.9

51.4

22:00

USA - ISM Services PMI

 

52.0

50.6

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788