Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Data Ekonomi China Turut Batasi Laju Harga Minyak
Lesunya Data Ekonomi China Turut Batasi Laju Harga Minyak
Monday, 15 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1734

-0.11%

GBPUSD

1.3557

-0.07%

AUDUSD

0.6647

-0.12%

NZDUSD

0.5952

-0.13%

USDJPY

147.60

0.14%

USDCHF

0.7957

0.14%

USDCAD

1.3835

0.07%

GOLDUD

3,644.56

-0.50%

COFU

62.97

0.08%

USD/IDR

16,463

-0.50%

Fokus Crude Oil:

  • Pasukan Israel intensifkan pengeboman di Kota Gaza, negara-negara Arab gelar pertemuan darurat pada hari Senin.
  • Pertumbuhan produksi pabrik dan penjualan ritel di China melambat pada bulan Agustus, ungkap data resmi.

************************************************************

Senin, 15 September 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh Israel yang mengintensifkan serangan ke Gaza, dan serangan Ukraina yang menargetkan fasilitas energi Rusia. Meski demikian, rilisnya data ekonomi terbaru China yang lesu membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pasukan Israel menghancurkan setidaknya 30 bangunan tempat tinggal di Kota Gaza dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka, kata pejabat Palestina pada hari Minggu, bersamaan dengan kedatangan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ke Israel untuk bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu guna membahas masa depan konflik di Jalur Gaza. Langkah serupa juga dilakukan oleh Qatar yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat negara-negara Arab pada hari Senin untuk membahas rancangan resolusi atas tindakan Israel yang mengancam koeksistensi dan upaya normalisasi hubungan di kawasan tersebut.

Dukungan lainnya datang dari Ukraina yang melancarkan serangan besar-besaran dengan meluncurkan setidaknya 361 drone pada hari Minggu yang menargetkan infrastruktur minyak Rusia, termasuk terminal ekspor minyak terbesar Primorsk dan kilang Kirishinefteorgsintez, salah satu dari dua kilang minyak terbesar di Rusia. Situasi tersebut memicu eskalasi perang Ukraina dengan Rusia, dan sekaligus meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Sementara itu, produksi pabrik China tumbuh 5,2% pada bulan Agustus, melambat dari laju 5,7% pada bulan sebelumnya, ungkap data output industri yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Senin. Selain itu, penjualan ritel, yang menjadi indikator konsumsi, juga melambat menjadi 3,4% pada bulan Agustus setelah naik 3,7% pada bulan Juli.

Masih dari China, harga rumah baru turun 2,5% pada bulan Agustus, dibandingkan dengan penurunan 2,8% pada bulan Juli, ungkap data resmi yang dirilis Biro Statistik Nasional pada hari Senin. Penurunan tersebut mengindikasikan pasar perumahan yang belum pulih, dan sekaligus memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung sejak Mei 2023.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

10

11.90

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788