Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Data Ekonomi China Buat Harga Minyak Ikut Suram
Lesunya Data Ekonomi China Buat Harga Minyak Ikut Suram
Thursday, 31 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1435

-0.30%

GBPUSD

1.3258

-0.26%

AUDUSD

0.6450

-0.26%

NZDUSD

0.5910

-0.36%

USDJPY

149.17

0.21%

USDCHF

0.8128

0.26%

USDCAD

1.3821

0.11%

GOLDUD

3,291.40

-0.46%

COFU

70.30

-0.37%

USD/IDR

16,382

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas sektor manufaktur China menyusut selama empat bulan berturut-turut pada bulan Juli, ungkap survei resmi.
  • AS masih bernegosiasi dengan India pasca mengumumkan tarif 25% atas barang impor dari India mulai hari Jumat.

************************************************************

Kamis, 31 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh beberapa sentimen antara lain rilisnya data ekonomi terbaru China, ancaman perang tarif baru antara AS dengan India, dan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Aktivitas sektor manufaktur China menyusut selama empat bulan berturut-turut pada bulan Juli. PMI manufaktur turun menjadi 49,3 pada bulan Juli dibandingkan 49,7 pada bulan Juni, ungkap data Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis hari Kamis. Selain itu, PMI non-manufaktur juga turun menjadi 50,1 pada bulan Juli dari 50,5 pada bulan Juni, angka terendah sejak November, tambah data NBS.

Dari AS, Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengatakan masih bernegosiasi dengan India mengenai tarif perdagangan setelah mengumumkan sebelumnya pada hari itu bahwa AS akan mengenakan tarif 25% atas barang-barang impor dari negara itu mulai hari Jumat. Ancaman tarif baru tersebut berpotensi memicu perang tarif baru antara AS dengan India.

Turut membebani harga, dalam laporan terbaru yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 7,70 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 25 Juli. Kenaikan tersebut di luar prediksi yang sebelumnya memperkirakan stok akan turun sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu mengumumkan sanksi baru terhadap lebih dari 115 individu, entitas, dan kapal yang terkait dengan Iran, yang menandai keseriusan Trump untuk menggandakan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran. Situasi tersebut berpotensi membuat pasokan minyak Iran mengetat di pasar global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Core PCE Price Index MoM

 

71.0K

47.999K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

224K

217K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1960K

1955K

20:45

USA - Chicago PMI

 

42

40.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788