Home
>
News
>
Publication
>
Lemahnya CPI AS Dibanding Ekspektasi Turut Menekan USDCAD
Lemahnya CPI AS Dibanding Ekspektasi Turut Menekan USDCAD
Thursday, 12 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1487

0.19%

GBPUSD

1.3537

0.24%

AUDUSD

0.6499

-0.25%

NZDUSD

0.6026

-0.18%

USDJPY

144.52

-0.31%

USDCHF

0.8201

-0.32%

USDCAD

1.3668

-0.06%

GOLDUD

3357.9

0.44%

USD/IDR

16250

0.00%

Fokus USDCAD:

  1. Performa DXY melemah ke zona 98.50
  2. Data CPI AS lemah dibandingkan dengan perkiraan

Kamis, 12 Juni 2025 - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3668. Pasangan Loonie terus melemah ke bawah, setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) untuk bulan Mei yang lebih lemah dari ekspektasi. CPI utama naik 2.4% YoY (vs 2.5% ekspektasi), dan inflasi inti (Core CPI) stagnan di 2.8% YoY. Hasil ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada pertemuan September, dengan probabilitas pemangkasan kini mendekati 70% menurut CME FedWatch Tool. Imbal hasil obligasi AS juga turun, dan DXY melemah ke bawah level 98.50, menambah tekanan jual pada Greenback secara keseluruhan.

Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) mendapatkan dukungan dari reli harga minyak mentah global. Harga WTI saat ini diperdagangkan di sekitar $67.00 per barel, mendekati level tertinggi dua bulan. Kenaikan harga minyak ini terjadi di tengah penurunan cadangan minyak AS sebesar 3.64 juta barel menurut laporan mingguan EIA, serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong minat terhadap komoditas energi. Sebagai negara pengekspor minyak utama ke AS, penguatan harga minyak mentah cenderung memperkuat CAD dan memperlemah USDCAD.

Meskipun data ekonomi Kanada sendiri relatif sepi pekan ini, pasar tetap fokus pada inflasi domestik Kanada yang akan dirilis pada 24 Juni mendatang. Sementara itu, investor juga mencerna perkembangan terbaru dari negosiasi dagang AS-Tiongkok, yang kini disebut telah mencapai “kerangka kesepakatan,” namun detail final masih menunggu persetujuan Presiden Trump dan Xi Jinping. Dengan kombinasi sentimen risk-on global, pelemahan USD akibat data CPI yang lunak, serta dukungan dari kenaikan WTI, USDCAD berpotensi lanjut turun jika tidak ada kejutan dari data PPI dan klaim pengangguran AS malam ini.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD turun. Support terdekatnya di zona 1.3630 dan resistance terdekatnya di zona 1.3699. Support lanjutan di zona 1.3600 dan dilanjutkan ke zona 1.3570. Resistance lanjutan di zona 1.3730 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3760.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1487. Pasangan EURUSD naik tajam menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) dan CPI inti hanya naik 0.1% pada Mei, jauh di bawah ekspektasi. Secara tahunan, CPI tercatat 2.4% dari sebelumnya 2.3%, di bawah perkiraan pasar sebesar 2.5%, sementara Core CPI tetap di 2.8%. Reaksi pasar langsung terlihat pada indeks DXY yang turun sekitar 0.3% ke bawah level 99.00. Hal ini mendorong penguatan Euro terhadap Dolar AS, di tengah harapan bahwa The Fed akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan dagang dengan Tiongkok, termasuk konfirmasi bahwa China akan menyediakan rare earth dan magnet penting bagi sektor manufaktur AS, tidak cukup kuat untuk menahan pelemahan Greenback. Sementara itu, di Eropa, komentar dari beberapa pejabat ECB seperti Vujcic dan Kazaks cenderung dovish, namun tidak mengubah ekspektasi pasar bahwa siklus pelonggaran suku bunga di zona euro mendekati akhir. Dengan tidak adanya rilis data besar dari zona euro pekan ini, fokus pasar kini tertuju pada data PPI dan klaim pengangguran mingguan AS, yang akan menjadi penentu arah EURUSD selanjutnya. Support terdekatnya di zona 1.1410 dan resistance terdekatnya di zona 1.1510.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3537. Kinerja mata uang mata uang Poundsterling menguat diakibatkan melemahnya Dolar AS pasca rilis data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Data CPI dan Core CPI untuk bulan Mei hanya mencatat kenaikan 0.1% secara bulanan, di bawah proyeksi pasar masing-masing sebesar 0.2% dan 0.3%. Pelemahan inflasi ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, dengan probabilitas penurunan suku bunga pada bulan September turun dari 40% menjadi 30%. Dolar AS langsung tertekan, terlihat dari penurunan DXY sebesar 0.3% ke bawah level 99.00. Meskipun data ketenagakerjaan Inggris yang dirilis sebelumnya menunjukkan pelemahan, termasuk penurunan indeks upah dan kenaikan klaim pengangguran, penguatan Pound kembali terjadi berkat dinamika global yang mendukung aset berisiko. Di sisi lain, pasar juga memantau perkembangan pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung di London. Pernyataan Presiden Trump mengenai hasil positif dari kerangka kerja awal menambah sentimen risiko global, meskipun belum ada kesepakatan final yang diumumkan. Sementara itu, dari Inggris, perhatian pasar tertuju pada pidato Spending Review oleh Kanselir Rachel Reeves, yang menyoroti keterbatasan anggaran publik tanpa banyak potensi dampak langsung terhadap Pound. Fokus selanjutnya akan tertuju pada data GDP dan produksi industri Inggris pada hari Kamis, serta lanjutan data PPI AS, yang bisa memberikan petunjuk tambahan terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika lebih lanjut dari pasangan GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3500 dan resistance terdekatnya di zona 1.3590.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6500. Pasangan AUDUSD bergerak melemah, meskipun Dolar AS (DXY) juga menunjukkan pelemahan ke kisaran 98.30 setelah rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang di bawah ekspektasi. Data CPI utama untuk Mei hanya naik 0,1% secara bulanan, dan 2,4% secara tahunan lebih rendah dari perkiraan 2,5%. Inflasi inti juga melambat, memicu spekulasi pasar bahwa Federal Reserve bisa membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September mendatang. Meski begitu, Aussie justru mengalami koreksi teknikal setelah reli awal yang dipicu optimisme pembicaraan dagang AS-Tiongkok, yang kini dinilai belum memiliki rincian konkret. Kabar bahwa Tiongkok hanya akan mengeluarkan lisensi ekspor rare earth selama enam bulan untuk produsen AS menambah ketidakpastian, sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong minat pasar terhadap aset aman. Ke depan, pelaku pasar akan mengamati data ekspektasi inflasi konsumen Australia untuk bulan Juni yang akan dirilis Kamis pagi, sebagai sinyal tambahan arah kebijakan suku bunga RBA. Pembacaan sebelumnya berada di 4,1%, dan jika angkanya naik, ini bisa memperkuat AUD karena menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan. Di sisi lain, fokus global tertuju pada rilis Producer Price Index (PPI) AS yang juga akan keluar malam nanti. Inflasi produsen diperkirakan naik menjadi 2,6% YoY dari 2,4%, dan Core PPI tetap di 3,1%. Jika hasilnya lebih tinggi dari perkiraan, ini bisa menahan pelemahan USD lebih lanjut dan menekan AUDUSD ke bawah level 0.6500. Kombinasi antara sentimen risiko global, arah inflasi, dan ekspektasi suku bunga dari kedua bank sentral tetap menjadi penggerak utama AUDUSD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6475 dan resistance terdekatnya di zona 0.6540.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6026. Dolar Selandia Baru (NZD) terpantau melemah terhadap Dolar AS meskipun pelemahan Greenback usai rilis data inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi menahan tekanan lebih lanjut pada NZD/USD. Pasangan ini sempat menguat ke area 0.6035 selama sesi Asia hari Kamis, ditopang oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga pada September mendatang. Data inflasi AS untuk Mei menunjukkan CPI tahunan naik hanya 2,4%, di bawah ekspektasi 2,5%, sementara inflasi inti bertahan di 2,8%. Ini merupakan bulan keempat berturut-turut inflasi lebih lunak dari perkiraan, memperbesar peluang pelonggaran kebijakan moneter AS. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 68% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps pada pertemuan September, naik dari 57% sebelum data CPI dirilis. Namun, NZD tetap di bawah tekanan karena pasar kecewa atas kurangnya rincian konkret dalam kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok. Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sudah “selesai,” dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menambahkan bahwa tarif akan tetap di 55%, minimnya komitmen dari pihak Tiongkok memicu keraguan investor terhadap keberlangsungan perjanjian ini. Sebagai mata uang proksi China, NZD sensitif terhadap sentimen seputar hubungan dagang AS-Tiongkok. Di sisi lain, laporan inflasi produsen (PPI) dan klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis Kamis malam menjadi sorotan pasar selanjutnya untuk menentukan arah NZDUSD. Support terdekatnya di area 0.5990 dan resistance terdekatnya di zona 0.6045.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.52. Turunnya kinerja mata uang USDJPY terdorong oleh pelemahan Dolar AS (DXY) yang terseret oleh rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Mei naik 2,4% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 2,5%, sementara inflasi inti tetap di 2,8%. Sementara itu, Yen Jepang (JPY) mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, termasuk laporan bahwa Israel mungkin akan menyerang situs nuklir Iran. Situasi ini mendorong Departemen Luar Negeri AS untuk mengizinkan personel keluar dari Irak dan keluarga militer dari pangkalan di Timur Tengah. Selain itu, sinyal dari Bank of Japan (BoJ) bahwa mereka mempertimbangkan normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut, ditopang oleh tekanan inflasi domestik yang meluas, memperkuat JPY lebih jauh. Meskipun jajak pendapat Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan BoJ tidak akan menaikkan suku bunga lagi di 2025, pasar tetap menilai adanya divergensi kebijakan antara BoJ yang hawkish dan Fed yang cenderung dovish sebagai penopang kekuatan Yen dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 143.95 dan resistance terdekatnya di zona 145.10

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8201. Mata uang Swiss melemah seiring melemahnya kinerja mata uang USD pasca rilis data CPI AS. Di sisi lain, meskipun negosiasi dagang AS-Tiongkok mencapai kesepakatan awal, pasar tetap waspada terhadap ketidakpastian fiskal AS menyusul testimoni Menteri Keuangan Scott Bessent yang menyoroti risiko dari pemotongan pajak lanjutan dan kebijakan tarif "revenge tax". Sementara itu, Franc Swiss (CHF) sedikit menguat, didukung oleh pelemahan USD dan tetap stabil meskipun inflasi domestik mencatat deflasi -0,1% YoY pada Mei. Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan fiskal AS dan keputusan suku bunga Swiss National Bank (SNB) pekan depan. Support terdekatnya di area 0.8175 dan resistance terdekatnya di zona 0.8240.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

10-y Bond Auction

4.42|2.5

-

4.34|2.6

12:59am

USD

Federal Budget Balance

-316.0B

-314.3B

258.4B

6:01am

GBP

RICS House Price Balance

-8%

-3%

-3%

6:50am

JPY

BSI Manufacturing Index

-4.8

0.8

-2.4

8:00am

AUD

MI Inflation Expectations

5.0%

-

4.1%

1:00pm

GBP

GDP m/m

 

-0.1%

0.2%

1:00pm

GBP

Construction Output m/m

-

0.3%

0.5%

1:00pm

GBP

Goods Trade Balance

-

-20.8B

-19.9B

1:00pm

GBP

Index of Services 3m/3m

-

0.7%

0.7%

1:00pm

GBP

Industrial Production m/m

-

-0.4%

-0.7%

1:00pm

GBP

Manufacturing Production m/m

-

-0.8%

-0.8%

3:00pm

EUR

Italian Quarterly Unemployment Rate

-

6.0%

6.1%

7:30pm

USD

Core PPI m/m

-

0.3%

-0.4%

7:30pm

USD

PPI m/m

-

0.2%

-0.5%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

242K

247K

8:30pm

GBP

CB Leading Index m/m

-

-

-0.40%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

108B

122B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788