Home
>
News
>
Publication
>
Laporan Stok API Yang Positif Buat Minyak Terkoreksi Bullish
Laporan Stok API Yang Positif Buat Minyak Terkoreksi Bullish
Wednesday, 26 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07920

-0.14%

GBPUSD

1.29260

0.17%

AUDUSD

0.62770

0.49%

NZDUSD

0.57130

0.37%

USDJPY

150.270

-0.29%

USDCHF

0.88330

-0.20%

USDCAD

1.42970

-0.18%

GOLDUD

3,016.440

0.22%

COFU

69.16

0.29%

USD/IDR

16,556

0.61%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan utama Venezuela melambat minggu ini pasca pengenaan tarif baru Trump.
  • Rusia dan Ukraina sepakat akan hentikan serangan di Laut Hitam dan fasilitas energi, AS setuju dorong pelonggaran sanksi Rusia.

***********************************************************

Rabu, 26 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu sentimen pasca rilisnya laporan API, dan potensi pengetatan pasokan minyak Venezuela. Meski demikian, tercapainya kesepakatan damai Rusia dan Ukraina, serta isyarat memanasnya tensi AS dengan China membatasi tren bullish minyak lebih lanjut.

Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 4,6 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 21 Maret. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 3,3 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Dukungan lainnya datang dari aktivitas pemuatan minyak mentah berat Venezuela di pelabuhan minyak utamanya melambat minggu ini pasca ancaman tarif Trump yang diumumkan pada Senin sebesar 25% terhadap negara-negara yang membeli minyak negara Amerika Selatan itu, dan produsen Chevron yang mulai mengurangi armada tankernya di sana, menurut data pengiriman pada hari Selasa. Venezuela mengekspor sekitar 910.000 bph minyak mentah dan bahan bakar pada bulan lalu, sementara Chevron sudah mengalami penurunan dengan ekspor sebesar 252.000 bph, di bawah ekspor bulan Januari sebesar 294.000 bph.

Sementara itu, AS mencapai kesepakatan terpisah pada hari Selasa dengan Ukraina dan Rusia untuk saling menghentikan serangan di jalur Laut Hitam dan menargetkan fasilitas energi. Kyiv dan Moskow sama-sama mengatakan mereka akan mengandalkan AS untuk menegakkan kesepakatan. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan akan berkomitmen untuk membantu mencabut sanksi internasional terhadap pertanian dan ekspor pupuk Rusia.

Turut membebani harga, Departemen Perdagangan AS pada hari Selasa menambahkan enam anak perusahaan Inspur Group, dan puluhan entitas China lainnya ke dalam daftar pembatasan ekspornya. Inspur Group termasuk ke dalam daftar tersebut karena dianggap telah berkontribusi terhadap pengembangan superkomputer untuk militer China, kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan secara tegas menentang tindakan AS tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - Crude Oil Stocks Change

 

 

1.745M

21:30

USA - Gasoline Stocks Change

 

 

-0.527M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788