Home
>
News
>
Publication
>
Laporan Industri AS Yang Lesu Buat Laju Minyak Ikut Tertekan
Laporan Industri AS Yang Lesu Buat Laju Minyak Ikut Tertekan
Thursday, 20 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04320

-0.13%

GBPUSD

1.25900

-0.13%

AUDUSD

0.63550

-0.44%

NZDUSD

0.57030

-0.19%

USDJPY

151.460

-0.65%

USDCHF

0.90290

0.18%

USDCAD

1.42230

0.14%

GOLDUD

2,933.850

0.29%

COFU

72.09

-0.31%

USD/IDR

16,352

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • AS berencana memangkas jumlah diplomat AS di China hingga 10%, yang akan diumumkan paling cepat hari Jumat.
  • Putin isyaratkan keterlibatan Barat dalam serangan hari Senin yang menyebabkan kerusakan pada jalur pipa CPC.

***********************************************************

Kamis, 20 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari rilisnya laporan industri minyak AS yang mengecewakan, dan isyarat meningkatnya tensi antara AS dan China di tengah berlangsungnya perang tarif. Meski demikian, komentar Putin terkait serangan di jalur CPC dan eskalasi tensi Israel dan Lebanon berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Dalam laporan terbaru yang dirilis grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin melonjak naik masing-masing sebesar 3,34 juta barel dan 2,83 juta barel untuk pekan yang berakhir 14 Februari. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan versi pemerintah dari badan statistik EIA.

Turut membebani pergerakan harga, AS berencana melakukan pemangkasan jumlah diplomat AS yang bekerja di China dan Hong Kong hingga 10%, dan kemungkinan akan diumumkan paling cepat pada hari Jumat, ungkap sumber yang dikutip oleh media resmi China, SCMP, pada hari Rabu. Sebelumnya Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf, sebagai bagian dari upaya Trump untuk merombak korps diplomatik AS. Namun, di sisi lain langkah pemangkasan tersebut juga memicu kekhawatiran akan membuat tensi antara AS dengan China semakin meningkat di tengah berlangsungnya aksi perang tarif antara kedua negara raksasa ekonomi dunia itu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa serangan pesawat drone Ukraina terhadap stasiun pemompaan di jalur Caspian Pipeline Consortium (CPC) di Rusia selatan mungkin telah dikoordinasikan dengan sekutu Baratnya. Putin juga menambahkan bahwa insiden itu akan memengaruhi pasar energi global dan memulihkan fasilitas dengan cepat akan menjadi tantangan karena adanya sanksi Barat yang melarang pasokan peralatan minyak dan gas.

Dari Timur Tengah, pejabat militer Israel pada hari Rabu melontarkan pernyataan telah menyerang kota perbatasan selatan Lebanon, Aita al-Shaab. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan drone tersebut telah menyebabkan satu orang tewas. Serangan yang terjadi tepat sehari setelah batas waktu penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, sesuai yang disepakati bersama berdasarkan mediasi AS, memicu kekhawatiran akan kembali meningkatkan ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

215K

213K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1870K

1850K

20:30

USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index

 

20

44.3

22:00

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.1%

-0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788