Home
>
News
>
Publication
>
Langkah Berani China Dorong Emas Kembali Mencetak Rekor All Time High
Langkah Berani China Dorong Emas Kembali Mencetak Rekor All Time High
Monday, 20 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0864

0.07%

GBPUSD

1.2699

0.02%

AUDUSD

0.6692

0.10%

NZDUSD

0.6131

0.08%

USDJPY

155.60

0.18%

USDCHF

0.9092

0.02%

USDCAD

1.3611

-0.04%

GOLDUD

2414.52

0.71%

USD/IDR

15950

0.13%

Fokus Emas :

  1. Pembelian Besar-besaran China
  2. Ekspektasi Tinggi Pemangakan Suku Bunga Fed

Senin, 20 Mei 2024 – Harga emas menyentuh harga tertinggi sepanjang masa ke level $2432 setelah China menjual treasury AS secara besar-besaran untuk membeli emas meningkatkan optimisme pada harga emas. Ketegangan atas konflik di Timur Tengah pun masih menjadi pendorong bagi harga emas tetap berada di level tinggi.

Baru-baru ini China baru saja menjual treasuri dan obligasi Amerika Serikat senilai 53,3 Miliar US dollar yang digunakan untuk membeli emas. Hal serupa juga dilakukan oleh Belgia yang baru saja menjual 22 juta US dollar produk treasuri AS. Hal yang dilakukan oleh Belgia tersebut juga merupakan aksi atas hubungan perdagangannya dengan China. Peralihan ke arah emas ini didorong oleh kebutuhan Tiongkok akan pasar dengan likuiditas yang cukup untuk menyerap cadangan emas yang sangat besar

Sanksi ekonomi yang dikenanakan Amerika kepada China juga menjadi alas an bagi China untuk beralih ke emas yang kebal terhadap sanksi. Hal ini membuat hubungan AS-China memburuk. Saat ini AS  telah menaikkan tarif terhadap impor Tiongkok dan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Tiongkok yang mendukung Rusia, sehingga semakin meningkatkan ketegangan. Oleh karena itu, strategi Tiongkok untuk melakukan divestasi Treasury dan berinvestasi pada emas diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga meningkatkan permintaan akan emas.

Saat ini spekulasi berkembang bahwa Federal Reserve AS (Fed) dapat menurunkan suku bunga pada tahun 2024. Hal tersebut pun diperkirakan akan turut mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi karena suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bagi investor. Spekulasi ini pun sejalan dengan data perekonomian Amerika yang mengindikasikan adanya pelemahan ekonomi. Index CPI AS untuk bulan April turun menjadi 0,3% MoM dari kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya. Walaupun mengalamai penurunan, namun hal ini masih sejalan dengan ekspektasi pasar.

Pendekatan yang hati-hati dan restriktif dari The Fed akan kebijakan suku bunga ini mungkin membatasi kenaikan logam mulia, karena suku bunga yang lebih tinggi mungkin akan mengurangi permintaan investasi secara keseluruhan terhadap emas. Saat ini para pejabat The Fed masih bersikap hawkish dan menyatakan bahwa saat ini masih diperlukan untuk mempertahankan suku bunga yang tinggi, ketua The Fed Jerome Powell pun mengatakan bahwa menurutnya bank sentral AS butuh lebih banyak data untuk mendapat keyakinan apakah inflasi akan turun menuju 2%.

Meninjau dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2480 sementara apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2370. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:30

US - Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

19:45

US - FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

20:00

US - FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

21:30

US - FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

21:30

US - FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788