Home
>
News
>
Publication
>
Laju Minyak Terbebani Proyeksi Suram Permintaan Bahan Bakar China
Laju Minyak Terbebani Proyeksi Suram Permintaan Bahan Bakar China
Friday, 14 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04550

0.11%

GBPUSD

1.25510

0.16%

AUDUSD

0.63090

0.25%

NZDUSD

0.56660

0.37%

USDJPY

153.150

-0.33%

USDCHF

0.90350

-0.18%

USDCAD

1.41910

-0.07%

GOLDUD

2,927.500

0.22%

COFU

71.52

-0.13%

USD/IDR

16,360

-0.07%

Fokus Crude Oil:

  • IEA melihat permintaan bahan bakar China mungkin telah mencapai titik puncak, dan bahkan mungkin telah melewati puncaknya.
  • Trump peringatkan negara-negara BRICS akan menghadapi tarif 100% dari AS jika melanjutkan rencana mata uang bersama.

***********************************************************

Jumat, 14 Februari 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dipicu oleh beberapa sentimen bernada negatif, antara lain pandangan pesimis IEA akan permintaan bahan bakar di China, ancaman tarif 100% terhadap negara-negara BRICS, dan isyarat Hamas untuk tetap melanjutkan kesepakatan damai.

Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis oleh IEA menunjukkan total konsumsi bensin, solar, dan bahan bakar jet di China pada tahun lalu mencapai 8,1 juta bph, atau 200.000 bph lebih rendah daripada tahun 2021 dan hanya sedikit di atas level tahun 2019. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu telah mencapai titik puncak dan bahkan mungkin telah melewati puncaknya, kata IEA. Selain itu, tantangan ekonomi serta peralihan ke kendaraan listrik berpotensi mendorong permintaan bahan bakar di China menurun tajam dalam jangka menengah, tambahnya.

Turut membebani pergerakan harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara BRICS - Brasil, Rusia, India, dan China - akan menghadapi tarif 100% pada semua impor ke AS jika mereka masih melanjutkan rencana peluncuran mata uang bersama. Pernyataan Trump itu berpotensi memicu eskalasi perang tarif yang tengah berlangsung saat ini.

Sentimen negatif lainnya, kelompok Hamas pada hari Kamis mengisyaratkan kesediaan untuk melanjutkan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang hampir dibatalkan pasca Hamas pada hari Senin mengumumkan akan berhenti membebaskan sandera, yang menyebabkan Israel menanggapi dengan ancaman untuk kembali berperang. Hamas menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan perjanjian sebagaimana yang telah ditandatangani, termasuk pertukaran tahanan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Sementara itu, kelompok Houthi Yaman pada hari Kamis menegaskan akan segera mengambil tindakan militer, termasuk mengerahkan rudal dan drone serta menyerang kapal-kapal di Laut Merah, jika AS dan Israel mencoba mengusir warga Palestina secara paksa dari Gaza. Ancaman dari Houthi tersebut memicu kekhawatiran akan kembali membuat tensi di wilayah regional meningkat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Export Prices MoM

 

0.3%

0.3%

20:30

USA - Import Prices MoM

 

0.4%

0.1%

20:30

USA - Retail Sales MoM

 

-0.1%

0.4%

21:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.3%

0.9%

21:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.1%

0.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788