Home
>
News
>
Publication
>
Laju Minyak Merosot Dipicu Proyeksi Suram IEA Serta Eskalasi Dagang AS - China
Laju Minyak Merosot Dipicu Proyeksi Suram IEA Serta Eskalasi Dagang AS - China
Wednesday, 16 April 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1278

0.41%

GBPUSD

1.3227

0.17%

AUDUSD

0.6331

0.25%

NZDUSD

0.5897

0.07%

USDJPY

143.2300

-0.31%

USDCHF

0.8233

-0.66%

USDCAD

1.3957

-0.07%

GOLDUD

3,230.70

1.32%

COFU

61.54

-0.42%

USD/IDR

16,810

0.05%

Fokus Crude Oil:

  • IEA melihat permintaan minyak dunia tahun ini berpotensi tumbuh pada tingkat paling lambat dalam lima tahun.
  • Trump perintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru untuk semua impor mineral penting AS.

***********************************************************

Rabu, 16 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari rilisnya proyeksi pesimis IEA akan permintaan minyak tahun ini. Selain itu, eskalasi perselisihan dagang AS dengan China, serta laporan stok API membuat pergerakan harga kian tertekan.

Dalam laporan bulan yang dirilis hari Selasa, IEA memproyeksikan permintaan minyak dunia tahun ini akan naik sebesar 730.000 bph, turun tajam dari 1,03 juta bph yang diperkirakan bulan lalu dan sekaligus merupakan yang terendah sejak 2020. Selain itu, IEA juga memperingatkan potensi perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan permintaan tahun depan akibat prospek ekonomi global yang memburuk di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS dengan China.

Turut membebani pergerakan harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa memerintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru pada semua impor mineral penting AS. Di hari yang sama, pemerintah China memerintahkan maskapai penerbangannya untuk tidak menerima pengiriman jet Boeing lebih lanjut, serta menghentikan pembelian peralatan dan suku cadang terkait pesawat AS. Berita tersebut menandai eskalasi besar dalam konflik perdagangan antara AS dengan China.

Di sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 2,4 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 11 April. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Sementara itu, dalam data resmi yang dirilis hari Rabu menunjukkan PDB China tumbuh 5,4% pada kuartal Januari-Maret dari tahun sebelumnya, meskipun tidak berubah dari kuartal keempat, namun angka itu melebihi ekspektasi sebesar 5,1%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh data konsumsi dan output industri yang solid di tengah persiapan menghadapi dampak tarif AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

1.3%

0.2%

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

-0.2%

0.7%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.3%

0.9%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.68M

2.553M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.81M

-1.6M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788