| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1609 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3430 | -0.01% |
AUDUSD | 0.7068 | -0.01% |
NZDUSD | 0.5829 | 0.00% |
USDJPY | 160.42 | -0.05% |
USDCHF | 0.7930 | -0.05% |
USDCAD | 1.3995 | 0.01% |
GOLDUD | 4,331.69 | 0.25% |
COFU | 75.72 | -0.38% |
USD/IDR | 17,715 | 0.00% |
Rabu, 17 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan reli bearish di kisaran harga $75 per barel dibebani oleh sentimen dari ekspektasi penandatanganan kesepakatan damai AS - Iran yang berjalan sesuai jadwal. Meski demikian, serangan Israel terhadap Lebanon yang semakin intens, dan laporan stok API menjadi katalis yang membatasi penurunan harga.
AS, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika menyepakati komitmen untuk memberikan Dana Rekonstruksi dan Pembangunan senilai $300 miliar kepada Teheran, yang akan dapat digunakan kesepakatan akhir AS-Iran ditandatangani, kata sumber pada hari Selasa. Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pembiayaan, dengan investasi yang dijanjikan mencakup energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.
Turut membebani harga, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) sejauh ini telah menjual setidaknya 30 juta barel minyak mentah spot kepada perusahaan penyulingan di India, Cina, Korea Selatan, Jepang, dan perusahaan perdagangan di Asia, untuk pemuatan antara Juni dan Agustus, kata sumber perdagangan. Penjualan oleh ADNOC itu dilakukan selama dua minggu terakhir, dan rencananya akan ditawarkan lebih banyak lagi minggu ini, tambah sumber tersebut.
Sementara itu, Israel melancarkan serangan drone yang menargetkan tiga kendaraan di Lebanon selatan pada hari Selasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lainnya, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA). Sepanjang hari Selasa, Israel membombardir Lebanon selatan dengan serangan drone, peluncuran rudal, dan serangan artileri, tambah NNA. Pasca serangan tersebut, militer Iran mengancam akan membalas serangan tersebut meskipun ada kesepakatan antara Teheran dan Washington, kata komando pusat militer Iran, Khatam al-Anbiya.
Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,33 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 4,5 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis grup industri API untuk penutupan pekan yang berakhir 12 Juni. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.5% | 0.5% |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.5% | 0.9% |
21:00 | USA - Pending Home Sales MoM |
| 0.8% | 1.4% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -4.5M | -7.228M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.4M | 0.186M |