Home
>
News
>
Publication
>
Laju Minyak Masih Tertekan Menanti Pengesahan RUU Pendanaan
Laju Minyak Masih Tertekan Menanti Pengesahan RUU Pendanaan
Wednesday, 12 November 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1575

-0.09%

GBPUSD

1.3149

-0.10%

AUDUSD

0.6523

-0.06%

NZDUSD

0.5654

-0.12%

USDJPY

154.13

0.14%

USDCHF

0.8002

-0.15%

USDCAD

1.4016

-0.06%

GOLDUD

4,130.90

0.36%

COFU

61.05

-0.28%

USD/IDR

16,693

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • DPR AS akan melakukan voting pada Rabu sore atas RUU terkait pemulihan pendanaan bagi lembaga-lembaga pemerintah.
  • China akan menyediakan peluang investasi baru bagi perusahaan-perusahaan AS, ujar negosiator perdagangan senior Tiongkok.

************************************************************

Rabu, 12 November 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish seiring dengan masih berlanjutnya penutupan pemerintah federal menanti disahkannya RUU pendanaan. Selain itu, gangguan di sektor penerbangan AS yang masih terus berlanjut juga memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak.

Para anggota DPR AS kembali ke Washington pada hari Selasa guna melakukan voting pada hari Rabu sore atas RUU untuk memulihkan pendanaan bagi lembaga-lembaga pemerintah hingga 30 Januari. Jika disetujui oleh DPR, maka RUU tersebut kemudian akan disahkan menjadi UU oleh Presiden Donald Trump. Perkembangan situasi terkait RUU tersebut menjadi fokus utama pelaku karena akan berdampak pada pembukaan kembali pemerintah federal AS.

Turut membebani harga, pembatalan penerbangan di AS masih terus berlanjut, yang memicu kekhawatiran bahwa meskipun pemerintah federal dibuka kembali pada akhir minggu, jadwal lalu lintas udara mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal. Hingga Selasa sore, lebih dari 1.200 penerbangan di AS telah dibatalkan, dan lebih dari 2.000 penerbangan telah ditunda, ungkap data pelacakan penerbangan FlightAware.

Sementara itu, sinyal meredanya tensi dagang antara AS - China semakin menguat yang sekaligus menjadi katalis positif bagi harga minyak. Negosiator perdagangan senior China, Li Chenggang mengatakan bahwa Tiongkok akan terus mendorong perluasan akses pasar, khususnya di sektor jasa, yang akan menghadirkan peluang investasi baru bagi perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan dari AS, kutip Kementerian Perdagangan pada hari Selasa.

Dukungan lainnya datang dari potensi meningkatnya ketegangan geopolitik di Lebanon pasca militer Israel pada hari Selasa menuduh kelompok Hizbullah berusaha membangun kembali kekuatan militernya di Lebanon selatan dan mencoba menyelundupkan senjata dari Suriah, kata Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani. Menanggapi tuduhan tersebut, Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam mengatakan Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menduduki lima posisi di puncak bukit di Lebanon selatan serta melancarkan serangan udara dan darat ke wilayah Lebanon.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:20

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

22:00

USA - Fed Paulson Speech

 

 

 

22:20

USA - Fed Waller Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788