Home
>
News
>
Publication
>
Konflik Ukraina Kembali Memuncak, Laju Minyak Ikut Menguat
Konflik Ukraina Kembali Memuncak, Laju Minyak Ikut Menguat
Wednesday, 28 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1326

-0.09%

GBPUSD

1.3502

-0.07%

AUDUSD

0.6441

-0.19%

NZDUSD

0.5946

-0.32%

USDJPY

144.32

0.30%

USDCHF

0.8270

0.22%

USDCAD

1.3807

0.13%

GOLDUD

3,304.20

-0.21%

COFU

61.04

0.29%

USD/IDR

16,284

-0.30%

Fokus Crude Oil:

  • Rusia berhasil menghentikan lebih dari 100 serangan via drone yang dilancarkan Ukraina, kata sejumlah pejabat.
  • AS melarang Chevron untuk mengekspor minyak mentah atau memperluas kegiatan di Venezuela.

***********************************************************

Rabu, 28 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh eskalasi konflik Ukraina, dan potensi mengetatnya pasokan minyak Venezuela ke pasar global. Meski demikian, ekspektasi pemangkasan harga jual minyak Saudi, dan usulan paket sanksi terbaru UE terhadap Rusia membuat kenaikan harga terbatasi.

Intensitas saling serang antara Rusia dengan Ukraina kian meningkat turut meredupkan harapan tercapainya gencatan senjata di wilayah Eropa timur. Pasukan pertahanan udara Rusia melaporkan telah berhasil menghancurkan atau mencegat lebih dari 100 pesawat drone Ukraina hingga larut malam di wilayah Rusia yang terpisah jauh, termasuk segerombolan drone yang berhasil ditangkis saat menuju Moskow, kata sejumlah pejabat Rusia pada Rabu pagi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Senin mengatakan bahwa lebih dari 900 rudal telah ditembakkan oleh Rusia sejak Sabtu malam dan menjadikan serangan tiga malam itu sebagai serangan terbesar di Ukraina sejak Rusia memulai invasi penuhnya pada awal 2022.

Turut mendukung harga, administrasi Trump telah mengeluarkan otorisasi terbatas bagi Chevron yang memungkinkan produsen minyak AS itu untuk mempertahankan aset di Venezuela, namun tidak diperbolehkan mengekspor minyak mentah atau memperluas kegiatannya, ungkap tiga sumber yang mengetahui keputusan tersebut pada hari Selasa. Pelarangan ekspor tersebut berpotensi mengurangi pasokan barel minyak Venezuela milik Chevron di AS ke pasar global.

Sementara itu, eksportir minyak terbesar dunia, Arab Saudi diperkirakan akan memangkas harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli ke pasar utamanya di Asia, kata empat sumber penyulingan. Harga jual resmi (OSP) bulan Juli untuk minyak mentah unggulan Arab Light mungkin turun 40 hingga 50 sen menjadi antara 90 sen dan $1 per barel dari bulan sebelumnya, yang sekaligus merupakan level terendah dalam enam bulan. OSP minyak mentah Saudi biasanya dirilis sekitar tanggal lima setiap bulan, dan menjadi tren harga bagi eksportir Timur Tengah lainnya seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang memengaruhi sekitar 9 juta bph minyak mentah yang dikirim ke Asia.

Tekanan lainnya terhadap harga datang dari Komisi Eropa, bersama dengan negara-negara anggota utama UE, yang mendesak agar batas harga ekspor minyak Rusia diturunkan dari $60 per barel menjadi $45 per barel sebagai bagian dari paket sanksi terbaru UE terhadap Rusia.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Richmond Fed Manufacturing Index

 

-9

-13

21:30

USA - Dallas Fed Services Index

 

-10

-19.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788