| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0779 | 0.14% |
GBPUSD | 1.2621 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6511 | 0.20% |
NZDUSD | 0.6134 | 0.05% |
USDJPY | 149.24 | -0.05% |
USDCHF | 0.8743 | -0.03% |
USDCAD | 1.3460 | -0.02% |
GOLDUD | 2024.03 | -0.03% |
USD/IDR | 15630 | -0.06% |
Senin, 12 Februari 2024 – Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada pagi ini ke level $76.60 didukung oleh pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai penolakan proposal gencatan senjata Hamas pada hari Rabu.
Dalam berita yang beredar, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak proposal untuk mengakhiri perang di daerah kantong Palestina, setelah itu pasukan Israel mengebom kota perbatasan selatan Rafah pada hari Kamis. Hal ini meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kemudian, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap dua kilang minyak di Rusia selatan pada hari Jumat, yang mengakibatkan kebakaran di kilang Ilsky. Selain Kilang Afipsky, terdapat kilang Krasnodar Krai, yang berbatasan dengan Krimea di pantai Laut Hitam dan Laut Azov, merupakan fasilitas lain yang diserang.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini juga menambah 4 rig minyak dan gas alam menjadi 623 rig pada minggu ini, yang merupakan angka tertinggi sejak pertengahan Desember, , menurut laporan perusahaan jasa energi Baker Hughes. Di sisi lain, Produksi dalam negeri AS kembali ke rekor tertinggi 13,3 juta barel per hari pada pekan ini, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Bulan lalu, cuaca dingin menyebabkan penutupan wilayah produksi minyak secara luas.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:20 | USD - FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - | |||||