Home
>
News
>
Publication
>
Konflik Timur Tengah Memanas, Namun Emas Justru Tertekan
Konflik Timur Tengah Memanas, Namun Emas Justru Tertekan
Monday, 06 April 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1523

-0.13%

GBPUSD

1.3192

0.02%

AUDUSD

0.6888

0.13%

NZDUSD

0.5691

0.02%

USDJPY

159.64

0.01%

USDCHF

0.8000

0.20%

USDCAD

1.3936

0.08%

GOLDUD

4638.25

-0.21%

USD/IDR

17,010

0.00%

Fokus Emas:

  1. Dominasi penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi
  2. Eskalasi konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi energi

Senin, 6 April 2026 – Harga emas turun pada level US$4.638 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam Iran untuk segera membuka Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur energi global. Namun demikian, eskalasi konflik tersebut tidak serta-merta mendorong penguatan emas, seiring dominasi sentimen makro yang lebih kuat. Ketidakpastian terkait respons Iran, yang dilaporkan masih melanjutkan aktivitas militernya di kawasan turut memperpanjang tekanan pada pasar energi dan meningkatkan volatilitas global.

Dari sisi fundamental, lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, namun justru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Data tenaga kerja AS yang solid turut memperkuat pandangan tersebut, dengan nonfarm payrolls Maret tercatat meningkat sebesar 178.000, tertinggi sejak Desember 2024, serta tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Kondisi ini mendorong kenaikan yield obligasi AS dan penguatan dolar, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Aliran dana global pun cenderung beralih ke dolar AS yang saat ini dipandang sebagai safe haven utama dalam jangka pendek.

Ke depan, pergerakan emas diperkirakan masih berada dalam tekanan selama kombinasi penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi tetap mendominasi. Pasar akan mencermati rilis data inflasi AS (CPI) serta perkembangan lanjutan dari konflik Timur Tengah sebagai katalis utama. Pernyataan pejabat The Fed, termasuk indikasi dari Austan Goolsbee terkait tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi juga akan menjadi perhatian investor. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.553 hingga $4.429, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.800 hingga $4.923. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.182, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.170.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:00pm

USD

ISM Services PMI

-

54.8

56.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788