| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1752 | 0.10% |
GBPUSD | 1.3558 | 0.24% |
AUDUSD | 0.7223 | 0.07% |
NZDUSD | 0.5938 | 0.17% |
USDJPY | 156.61 | 0.27% |
USDCHF | 0.7781 | 0.05% |
USDCAD | 1.3686 | 0.01% |
GOLDUD | 4687.43 | 0.15% |
USD/IDR | 17,340 | 0.27% |
Fokus:
USDJPY
Senin, 11 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini kembali menguat ke area 157,03 setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke kisaran 156,68. Penguatan pasangan ini dipicu meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah setelah AS dan Iran kembali saling menolak proposal perdamaian terkait penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran menolak permintaan AS terkait penghentian program pengayaan uranium dan pembongkaran fasilitas nuklirnya. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut respons Iran tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”. Ketegangan yang masih berlangsung di kawasan strategis tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan menopang penguatan dolar AS.
Selain sentimen geopolitik, pergerakan USDJPY juga didukung data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan 115 ribu tenaga kerja pada April, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pasar sebesar 62 ribu. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga turut menopang kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS.
Meski demikian, penguatan USDJPY masih relatif terbatas karena pasar tetap mewaspadai potensi intervensi dari otoritas Jepang. Pemerintah Jepang sebelumnya menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah stabilisasi di pasar valuta asing guna menahan pelemahan yen. Selain itu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dalam beberapa bulan mendatang juga masih menjadi faktor pendukung bagi mata uang yen. Support berada di area 156.40, sementara resistance di area 157.50.
EURUSD
Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,1764 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Euro tertekan terhadap dolar AS setelah Presiden AS Donald Trump dan Iran kembali saling menolak proposal perdamaian terbaru terkait upaya penghentian konflik di kawasan tersebut. Kondisi ini kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan membatasi penguatan euro.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Trump menilai proposal damai terbaru dari Iran belum dapat diterima, sementara pihak Iran menegaskan bahwa fokus negosiasi masih berkaitan dengan penghentian konflik secara menyeluruh serta keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ketidakpastian terkait pembukaan kembali jalur strategis tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif dan menopang penguatan dolar AS dalam jangka pendek.
Di sisi lain, dolar AS juga memperoleh dukungan tambahan dari data ketenagakerjaan AS yang dirilis akhir pekan lalu. Data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penambahan sekitar 115 ribu tenaga kerja pada April, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 62 ribu meskipun lebih rendah dibanding periode sebelumnya, sementara tingkat pengangguran tetap berada di level 4,3%. Meski demikian, pelemahan EURUSD masih relatif terbatas karena euro tetap mendapat dukungan dari sikap hawkish European Central Bank (ECB), yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Support berada di area 1.1730, sementara resistance di area 1.1790.
GBPUSD
Pasangan mata uang ini kembali bergerak menguat ke area 1,3590 pada perdagangan Asia Senin setelah sempat dibuka melemah di awal pekan. Penguatan poundsterling terjadi meskipun dolar AS masih memperoleh dukungan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah AS dan Iran kembali menolak proposal perdamaian masing-masing terkait konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven tetap terjaga dan membatasi ruang kenaikan GBPUSD.
Di sisi lain, dolar AS juga ditopang oleh data Nonfarm Payrolls AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan pasar serta kenaikan harga minyak yang kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Sementara itu, poundsterling masih mendapat dukungan dari sikap hawkish Bank of England (BoE) yang membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut apabila tekanan inflasi tetap tinggi. Pasar kini akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan arah pergerakan dolar AS sebagai faktor utama penggerak GBPUSD dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3560, sementara resistance di area 1.3635.
AUDUSD
Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar level 0,7240 pada perdagangan Asia Senin setelah sebelumnya sempat dibuka melemah. Dolar Australia memperoleh dukungan dari data inflasi China yang dirilis lebih kuat dari ekspektasi pasar. Data CPI China tercatat meningkat 1,2% secara tahunan pada April, sementara data PPI juga menunjukkan kenaikan yang melampaui perkiraan. Sebagai mitra dagang utama Australia, perbaikan data ekonomi China turut memberikan sentimen positif bagi dolar Australia.
Namun demikian, penguatan AUDUSD masih tertahan akibat meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Selain itu, data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan turut menopang dolar AS dan membatasi potensi kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek. Support berada di area 0.7210, sementara resistance di area 0.7260.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah di area 0,5950 pada sesi Asia Senin, dipengaruhi penguatan dolar AS di tengah meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap perkembangan geopolitik global. Dolar Selandia Baru belum mampu memanfaatkan sepenuhnya sentimen positif dari data inflasi China yang dirilis lebih baik dari perkiraan. Data inflasi konsumen (CPI) China naik 1,2% secara tahunan pada April, sementara inflasi produsen (PPI) meningkat 2,8%, menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi di China sebagai mitra dagang utama Selandia Baru.
Sementara itu, dolar AS kembali memperoleh dukungan setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian mengenai situasi geopolitik dan keamanan jalur perdagangan di Selat Hormuz mendorong pelaku pasar kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS. Investor juga menantikan rilis data Existing Home Sales AS untuk melihat gambaran kondisi sektor properti dan potensi dampaknya terhadap arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Support berada di area 0.5920, sementara resistance di area 0.5980.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 0,7785 pada perdagangan Asia Senin seiring penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Sentimen pasar masih dipengaruhi meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai memudar setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran terkait proposal pembicaraan damai dan menyebutnya “tidak dapat diterima”. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar global.
Di sisi lain, dolar AS juga memperoleh dukungan tambahan dari data ketenagakerjaan AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar. Data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penambahan sekitar 115 ribu tenaga kerja pada April, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pasar, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Indeks dolar AS juga bertahan di area 98,00 pada awal perdagangan Asia, menopang penguatan USD/CHF dalam jangka pendek di tengah minimnya sentimen domestik dari Swiss. Support: 0.7750, sementara resistance di area 0.7815.
USDCAD - Pasangan mata uang ini kembali bergerak menguat mendekati level 1,3688 pada perdagangan Asia Senin setelah sempat mengalami koreksi pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harian pasangan tersebut dan didukung oleh menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai memudar setelah tensi di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat. Selain itu, Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran kembali saling menolak proposal perdamaian terkait penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Sementara itu, harga minyak mentah WTI rebound ke sekitar USD 95,70 per barel setelah sebelumnya terkoreksi tajam hampir 3%. Penguatan harga minyak dipicu penolakan Trump terhadap respons terbaru Iran terkait proposal penghentian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah laporan serangan drone terhadap kapal kargo di dekat Qatar serta aksi pencegatan drone oleh Uni Emirat Arab dan Kuwait. Kondisi ini memperbesar risiko terganggunya distribusi energi global, terlebih International Energy Agency (IEA) menilai penutupan Selat Hormuz telah menciptakan salah satu guncangan pasokan energi terbesar di dunia.
Selain sentimen geopolitik, dolar AS turut mendapat dukungan dari data Nonfarm Payrolls AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar, sehingga memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Di sisi lain, dolar Kanada masih dibayangi tekanan setelah tingkat pengangguran Kanada meningkat menjadi 6,9% pada April. Meski demikian, kenaikan harga minyak diperkirakan dapat membantu menahan pelemahan dolar Kanada mengingat Kanada merupakan salah satu negara eksportir minyak utama dunia. Fokus pasar saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik dan arah pergerakan harga minyak sebagai penentu utama pergerakan USDCAD dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3650, resistance di area 1.3700.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
Tentative | USD | Cleveland Fed Inflation Expectations |
|
| 3.10% |