Home
>
News
>
Publication
>
Konflik Iran dan Penutupan Selat Hormuz Angkat Permintaan Emas
Konflik Iran dan Penutupan Selat Hormuz Angkat Permintaan Emas
Friday, 13 March 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1525

-0.14%

GBPUSD

1.3366

-0.21%

AUDUSD

0.7088

-0.24%

NZDUSD

0.5858

-0.17%

USDJPY

159.01

0.26%

USDCHF

0.7847

0.20%

USDCAD

1.3621

0.18%

GOLDUD

5083.86

0.74%

USD/IDR

16,894

0.00%

Fokus Emas:

  1. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi yang menekan harga emas
  2. Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan lonjakan harga energi topang emas

Jumat, 13 Maret 2026 – Harga emas naik ke kisaran US$5.083 per troy ons pada awal sesi perdagangan menghentikan tren penurunan selama dua sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah koreksi harga yang dinilai menarik bagi investor untuk kembali masuk ke pasar. Sentimen safe haven meningkat di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya setelah gangguan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi global. 

Ketegangan meningkat setelah laporan bahwa dua kapal tanker terbakar di perairan Irak yang diduga terkait dengan eskalasi serangan dari Iran. Situasi ini semakin memanas setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan membalas serangan terhadap Iran serta mempertahankan penutupan Selat Hormuz dan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak global, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran inflasi karena biaya transportasi dan produksi berpotensi ikut terdorong naik.

Di sisi lain, penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang menahan kenaikan emas. Dollar Index tercatat menguat selama tiga sesi perdagangan berturut-turut, membuat harga emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Lonjakan harga energi juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini juga mencermati rilis data inflasi PCE AS yang menjadi indikator utama preferensi The Fed dalam menilai tekanan harga, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter serta prospek pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $5.026 hingga $4.972, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.162 hingga $5.244. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.836, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.380.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.87|2.5

-

4.75|2.7

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

-

0.4%

0.4%

7:30pm

USD

Prelim GDP q/q

-

1.4%

1.4%

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.5%

1.0%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

1.1%

-1.4%

7:30pm

USD

Prelim GDP Price Index q/q

-

3.6%

3.6%

7:30pm

USD

Personal Income m/m

-

0.5%

0.3%

7:30pm

USD

Personal Spending m/m

-

0.3%

0.4%

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

6.76M

6.54M

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

55

56.6

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

-

-

3.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788