Home
>
News
>
Publication
>
Konflik di Timur Tengah Mendorong Kenaikan Minyak
Konflik di Timur Tengah Mendorong Kenaikan Minyak
Tuesday, 13 February 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0770

-0.06%

GBPUSD

1.2628

-0.09%

AUDUSD

0.6530

-0.09%

NZDUSD

0.6130

-0.15%

USDJPY

149.33

0.03%

USDCHF

0.8755

0.06%

USDCAD

1.3449

0.04%

GOLDUD

2019.69

-0.06%

COFU 

77.00

0.04%

USD/IDR

15580

-0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Kelanjutan Ketegangan Konflik di Timur Tengah.
  • Irak berkomitmen untuk memproduksi tidak lebih dari 4 juta barel per hari.

***************************************************************

Selasa, 13 Februari 2024 – Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada pagi ini ke level $77.00 di tengah ketidakpastian mengenai laju potensi penurunan suku bunga AS yang mempengaruhi permintaan bahan bakar mengimbangi kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.

Pada pertemuan sebelumnya, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menargetkan pengiriman dengan drone dan rudal sejak November sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza. AS telah memimpin serangan balasan terhadap situs rudal Houthi sejak Januari. Selain itu, pada pertemuan Rabu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak proposal untuk mengakhiri perang di daerah kantong Palestina, setelah itu pasukan Israel mengebom kota perbatasan selatan Rafah pada hari Kamis. Pada hari Senin, Israel membebaskan dua sandera Israel-Argentina yang ditahan oleh Hamas di Rafah dalam operasi penyelamatan ganas yang menewaskan 74 warga Palestina di kota Gaza selatan di mana sekitar satu juta warga sipil mencari perlindungan dari pemboman selama berbulan-bulan. Hal ini meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah

Di kawasan lain di Timur Tengah, Menteri Energi Arab Saudi mengatakan alasan di balik keputusan kerajaan tersebut baru-baru ini untuk menghentikan rencana perluasan kapasitas minyaknya adalah karena transisi energi, dan menambahkan bahwa negara tersebut mempunyai banyak kapasitas cadangan untuk melindungi pasar minyak. Sesama anggota OPEC, Irak, mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap keputusan OPEC dan setelah pemotongan sukarela kedua diumumkan pada bulan Desember kemarin. Irak juga mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memproduksi tidak lebih dari 4 juta barel per hari.

Di sisi lain, beberapa pejabat The Fed terlihat secara konsisten menekankan untuk mempertahankan suku bunga hingga mereka mendapatkan lebih banyak bukti bahwa inflasi akan kembali ke 2% dan kondisi pasar tenaga kerja tetap optimis. Jika kekhawatiran inflasi menunda penurunan suku bunga The Fed, hal ini kemungkinan dapat mengurangi permintaan minyak dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

0:00

USD - FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

20:30

USD - Core CPI m/m

-

0.3%

0.3%

20:30

USD - CPI m/m

-

0.20%

0.30%

20:30

USD - CPI y/y

-

2.9%

3.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788