Home
>
News
>
Publication
>
Kombinasi Kebijakan Dovish RBNZ dan Lemahnya Permintaan Tiongkok Tekan NZDUSD
Kombinasi Kebijakan Dovish RBNZ dan Lemahnya Permintaan Tiongkok Tekan NZDUSD
Wednesday, 20 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1646

-0.19%

GBPUSD

1.3489

-0.18%

AUDUSD

0.6460

-0.37%

NZDUSD

0.5892

-0.76%

USDJPY

147.65

0.11%

USDCHF

0.8075

0.20%

USDCAD

1.3867

0.12%

GOLDUD

3316.5

-0.15%

USD/IDR

16236

0.00%

Fokus NZDUSD:

  1. Keputusan RBNZ atas pemangkasan suku bunganya
  2. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mempertahankan LPR

Rabu, 20 Agustus 2025 – Kiwi dibuka di 0.5892 dan melemah -0.76%. Kinerja mata uang NZDUSD kembali melemah untuk sesi ketiga berturut-turut setelah keputusan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,0%. Pemangkasan tersebut memang sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, namun nada kebijakan yang sangat dovish dari bank sentral mempertegas tren pelemahan NZD. Dalam pernyataannya, RBNZ menyoroti pelemahan pertumbuhan ekonomi domestik, meningkatnya kapasitas menganggur, serta tekanan harga yang melambat sebagai alasan untuk melanjutkan siklus pelonggaran hingga beberapa tahun ke depan. Proyeksi inflasi yang diperkirakan baru kembali ke target pada pertengahan 2026 menegaskan bahwa kebijakan suku bunga rendah kemungkinan akan dipertahankan lebih lama, sehingga mempersempit peluang rebound NZDUSD dalam jangka dekat. Investor melihat hal ini sebagai sinyal bahwa Kiwi akan tetap berada dalam tekanan jual karena prospek imbal hasil aset berbasis NZD menjadi kurang menarik dibandingkan mata uang mayor lainnya.

Tekanan terhadap NZD juga diperburuk oleh perkembangan dari Tiongkok, mitra dagang utama Selandia Baru. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mempertahankan Loan Prime Rate tenor satu tahun di level 3,00% dan tenor lima tahun di 3,50%, menandakan sikap hati-hati dalam menghadapi perlambatan ekonomi domestik. Kebijakan yang stagnan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa stimulus moneter Tiongkok tidak cukup kuat untuk mendorong pemulihan permintaan, terutama pada sektor konsumsi dan konstruksi yang sangat mempengaruhi kebutuhan impor dari Selandia Baru. Dengan demikian, outlook ekspor komoditas utama seperti susu, daging, dan hasil pertanian bisa tetap lesu, sehingga menambah tekanan fundamental bagi NZD. Kondisi ini menjadikan dolar Kiwi tidak hanya terbebani oleh faktor domestik berupa pemangkasan suku bunga, tetapi juga oleh faktor eksternal berupa pelemahan permintaan global dari mitra dagang terbesarnya.

Sementara itu, kekuatan Dolar AS semakin menekan NZDUSD. Greenback mendapat dukungan dari kombinasi faktor geopolitik dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve menjelang simposium Jackson Hole. Pernyataan dari Gedung Putih mengenai rencana pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menciptakan spekulasi geopolitik yang mendorong investor untuk tetap mencari perlindungan di aset safe haven seperti USD. Di sisi lain, meskipun peluang pemangkasan suku bunga Fed pada September cukup tinggi CME FedWatch mencatat probabilitas sekitar 86,5% pasar tetap berhati-hati karena pidato Ketua Fed Jerome Powell dipandang sebagai penentu arah kebijakan moneter berikutnya. Hingga ada kejelasan lebih lanjut dari bank sentral AS, Dolar diperkirakan akan tetap relatif kuat. Kombinasi outlook dovish RBNZ, lemahnya permintaan Tiongkok, serta kokohnya USD di pasar global membuat tren jangka pendek hingga menengah NZDUSD masih bias ke arah pelemahan, dengan risiko tetap condong ke downside.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekat berada di 0.5865, dan resistance berada di 0.5920. Support lanjutan di zona 0.5825 dan dilanjutkan ke zona 0.5780. Resistance lanjutan di zona 0.5960 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5995.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1646 dan melemah sebesar -0.19%. Euro kembali menunjukkan pelemahan terhadap Dolar AS seiring kombinasi faktor geopolitik dan perbedaan kebijakan moneter antara AS dan kawasan Eropa. Pasar awalnya sempat merespons positif kemungkinan adanya de-eskalasi konflik Rusia–Ukraina pasca pertemuan sejumlah pemimpin dunia di Washington, namun optimisme itu cepat pudar karena belum ada hasil nyata. Investor menilai bahwa langkah-langkah diplomasi masih sebatas retorika politik tanpa kejelasan mengenai kompromi teritorial atau jaminan keamanan yang menjadi inti permasalahan. Hal ini membuat pelaku pasar enggan mempertaruhkan posisi panjang pada Euro, mengingat risiko ketidakpastian tetap tinggi. Dari sisi kebijakan moneter, arah pergerakan EURUSD masih sangat dipengaruhi oleh dinamika ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memberi sinyal bahwa tekanan harga belum sepenuhnya reda, sehingga mengurangi peluang pemangkasan suku bunga yang terlalu agresif. Walau pasar masih menilai peluang pemotongan 25 basis poin pada September cukup besar, spekulasi pemangkasan 50 basis poin yang sempat muncul kini mulai terkikis. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) justru diperkirakan tidak akan melakukan perubahan suku bunga dalam waktu dekat, dengan probabilitas sangat tinggi untuk tetap mempertahankan level saat ini. Perbedaan sikap kebijakan ini menempatkan Euro dalam posisi rentan, terlebih ketika dukungan dari data ekonomi Eropa seperti inflasi dan PDB Jerman belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance terdekat berada di 1.1670.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3489 dan turun -0.18%. Poundsterling juga menghadapi tekanan serupa, dengan pelemahan terjadi karena Dolar AS masih mendapat dorongan dari prospek kebijakan The Fed serta meningkatnya permintaan aset safe haven. Sentimen di pasar Inggris cenderung menunggu rilis inflasi terbaru yang diperkirakan tetap tinggi, mendekati 3,7%. Angka tersebut menjadi sorotan karena bisa memengaruhi arah kebijakan Bank of England (BoE). Jika inflasi bertahan tinggi, BoE berpeluang menahan diri untuk tidak terlalu cepat memangkas suku bunga lebih lanjut. Namun demikian, pandangan konsensus masih menilai ada ruang bagi BoE melakukan pelonggaran tambahan di akhir tahun, yang bisa menekan Sterling dalam jangka menengah. Selain faktor domestik, perkembangan geopolitik global juga turut menekan Pound. Investor menyadari bahwa ketidakpastian politik di Eropa Timur belum selesai, sehingga permintaan terhadap Dolar AS tetap kuat. Di saat yang sama, pasar menunggu simposium Jackson Hole yang diyakini akan menjadi ajang penting untuk mendengar pandangan terbaru dari Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter AS. Ketidakpastian menjelang pertemuan ini membuat banyak pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada Poundsterling, sehingga GBPUSD cenderung sulit berbalik menguat dalam jangka pendek. Kombinasi inflasi domestik yang masih tinggi, ruang kebijakan BoE yang terbatas, dan kekuatan fundamental Dolar AS menjadi faktor utama yang menahan pemulihan Sterling. Support terdekat berada di 1.3460, dan resistance terdekat berada di 1.3515.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6460, terkoreksi sebesar -0.37%. Dolar Australia menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan AUDUSD tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal berupa penguatan Dolar AS, tetapi juga oleh kondisi fundamental global yang kurang mendukung. Sentimen investor terhadap aset berisiko melemah karena adanya ketidakpastian geopolitik serta kebijakan perdagangan baru dari AS, termasuk penambahan tarif pada impor baja, aluminium, dan produk semikonduktor. Langkah proteksionis ini menambah tekanan pada ekonomi yang bergantung pada ekspor komoditas, termasuk Australia, yang menjadikan mata uangnya lebih rentan terhadap arus keluar modal. Dari sisi domestik, meskipun data kepercayaan konsumen Westpac menunjukkan peningkatan signifikan, hal tersebut belum cukup untuk membalikkan sentimen negatif. Pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) memberikan stimulus, namun juga menimbulkan persepsi bahwa ekonomi Australia masih membutuhkan dukungan kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan. Ditambah lagi, keputusan Bank Sentral Tiongkok (PBoC) untuk tidak memangkas Loan Prime Rate membuat ekspektasi stimulus tambahan dari Tiongkok meredup, padahal China adalah mitra dagang terbesar Australia. Dengan kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian dan domestik yang masih rapuh, Dolar Australia berisiko melanjutkan tren pelemahannya dalam waktu dekat, terlebih bila Dolar AS terus mempertahankan momentumnya. Support terdekat berada di 0.6435, dan resistance berada di 0.6490.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.65, menguat 0.11%.  Pasangan USDJPY menunjukkan kecenderungan menguat seiring meningkatnya fokus investor terhadap data perdagangan Jepang dan kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Ekspektasi penurunan ekspor Jepang sebesar 2,1% YoY pada Juli memperlihatkan tekanan yang nyata terhadap sektor eksternal Jepang, yang dapat memperlambat momentum pemulihan ekonomi. Jika kinerja ekspor semakin melemah, Bank of Japan kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sehingga Yen berpotensi kehilangan daya tariknya. Kondisi ini justru memberikan dorongan bagi Dolar AS untuk tetap mendominasi pergerakan pasangan USDJPY. Namun, bila data perdagangan menunjukkan kejutan positif dengan peningkatan ekspor, maka sentimen bisa berbalik mendukung Yen. Sebab, ekonomi Jepang yang tumbuh 0,3% di kuartal II menandakan adanya ruang untuk kebijakan yang lebih hawkish dari BoJ. Meski demikian, pada tahap saat ini pasar lebih menilai pelemahan sektor eksternal sebagai ancaman dominan, sehingga Dolar AS tetap unggul. Kombinasi ekspektasi kebijakan BoJ yang tertahan dan ketidakpastian dampak tarif AS membuat USDJPY masih berpotensi bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek. Support terdekat ada di 147.35, dan resistance di 147.95.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8075 dan menguat 0.20%. USDCHF terlihat menguat meskipun sebelumnya sempat bergerak mendatar akibat perkembangan geopolitik yang membawa optimisme. Rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memberi harapan pada potensi gencatan senjata, sehingga mengurangi permintaan aset safe-haven seperti Swiss Franc. Dengan berkurangnya aliran modal ke aset lindung nilai, Dolar AS mendapatkan ruang untuk mendominasi pergerakan pasangan ini. Selain faktor geopolitik, dukungan bagi Dolar AS juga datang dari data ekonomi domestik yang solid, seperti kenaikan harga grosir dan penjualan ritel AS di bulan Juli. Hal ini mengurangi kemungkinan The Fed melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif dalam waktu dekat. Walau pasar masih memperkirakan adanya peluang pemangkasan di September, nada kebijakan Fed yang tidak terlalu dovish tetap menjadi katalis positif bagi USD. Dengan kombinasi melemahnya permintaan safe-haven CHF dan ketahanan USD, pasangan USDCHF memiliki kecenderungan untuk bergerak lebih kuat di periode mendatang. Support terdekat berada di 0.8050, dan resistance berada di 0.8095.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3867, naik tipis sebesar 0.12%. USDCAD juga mencatat penguatan dengan Dolar Kanada terbebani oleh data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Inflasi utama Kanada melambat ke 1,7% YoY pada Juli dari 1,9% di bulan sebelumnya, sementara inflasi inti naik terbatas 2,6% YoY. Data ini memicu meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Canada akan segera memangkas suku bunga, dengan peluang pemangkasan pada pertemuan September naik menjadi 39%. Ekspektasi tersebut jelas melemahkan posisi Loonie, sementara Dolar AS mendapat dukungan dari data PPI yang lebih panas dari perkiraan sehingga membatasi spekulasi pemangkasan agresif oleh The Fed. Di sisi lain, faktor eksternal juga menambah tekanan pada CAD. Harga minyak mentah WTI yang cenderung melemah akibat ketidakpastian geopolitik mengurangi potensi dukungan bagi perekonomian Kanada sebagai eksportir energi. Walaupun pasar menunggu pidato Jerome Powell di Jackson Hole untuk arah kebijakan Fed selanjutnya, saat ini pelemahan CAD lebih dominan dibanding potensi pelemahan USD. Hal ini membuat USDCAD tetap solid di level tinggi dengan prospek penguatan lanjutan bila sentimen pasar tidak banyak berubah. Support terdekat berada di 1.3840, dan resistance di 1.3895.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:10am

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

3.0%

-0.4%

-0.6%

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.30T

-0.07T

-0.25T

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.0%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.5%

9:00am

NZD

Official Cash Rate

3.0%

3.0%

3.3%

9:00am

NZD

RBNZ Monetary Policy Statement

-

-

-

9:00am

NZD

RBNZ Rate Statement

-

-

-

10:00am

NZD

RBNZ Press Conference

-

-

-

1:00pm

EUR

German PPI m/m

-

0.1%

0.1%

1:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.7%

3.6%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.7%

3.7%

1:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.5%

4.4%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-15.2%

2:10pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

3:30pm

GBP

HPI y/y

-

4.0%

3.9%

4:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.3%

2.3%

4:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

2.0%

2.0%

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.22|1.4

7:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.1%

-0.2%

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.8M

3.0M

10:00pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788