Home
>
News
>
Publication
>
Kombinasi Katalis Tarif Baru Trump dan Anggaran Musim Semi Inggris Dorong GBPUSD Melemah
Kombinasi Katalis Tarif Baru Trump dan Anggaran Musim Semi Inggris Dorong GBPUSD Melemah
Tuesday, 25 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0469

-0.10%

GBPUSD

1.2629

-0.11%

AUDUSD

0.6341

-0.08%

NZDUSD

0.5731

-0.17%

USDJPY

149.69

0.41%

USDCHF

0.8969

0.09%

USDCAD

1.4255

0.16%

GOLDUD

2952.8

-0.26%

USD/IDR

16296

0.01%

Fokus GBPUSD:

  1. Ketidakpastian Fiskal Inggris
  2. Prospek Suku Bunga AS

Selasa, 25 Februari 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2631. Tekanan terhadap kinerja mata uang Pound Sterling muncul seiring dengan meningkatnya ketidakpastian menjelang pengumuman Anggaran Musim Semi Inggris, di mana Kanselir Rachel Reeves kemungkinan harus memangkas belanja untuk menghindari kenaikan pajak. Jika pemangkasan belanja terjadi, Bank of England (BoE) dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar, mendukung ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 54 basis poin pada 2025. Selain itu, komentar dovish dari anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE, Swati Dhingra, yang menyoroti lemahnya konsumsi di Inggris dan perlambatan permintaan domestik semakin membebani prospek Pound. Dengan agenda ekonomi Inggris yang minim pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan pejabat BoE, termasuk Chief Economist Huw Pill dan anggota MPC lainnya.

Dari sisi ekonomi AS, Dolar menguat setelah data ekonomi yang menunjukkan pelemahan aktivitas bisnis di sektor manufaktur dan jasa. Indeks Manufaktur Dallas Fed turun tajam ke -8.3 pada Februari dari 14.1 di bulan sebelumnya, menandakan kontraksi signifikan. Sementara itu, laporan PMI S&P Global yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, dengan PMI Komposit turun ke 50.4 dari 52.7 di Januari. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap prospek inflasi AS, terutama menjelang rilis data inflasi PCE yang menjadi acuan utama bagi kebijakan Federal Reserve (Fed). Jika inflasi tetap tinggi, peluang pemangkasan suku bunga Fed bisa semakin mengecil, yang berpotensi memperkuat Dolar lebih lanjut dan menekan GBPUSD.

Selain faktor ekonomi, ketegangan perdagangan global yang dipicu oleh kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar. Trump kembali menegaskan ancamannya untuk mengenakan tarif impor terhadap Kanada, Meksiko, serta sektor-sektor utama seperti otomotif, semikonduktor, dan farmasi. Kenaikan tarif ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya dapat memperkuat permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe-haven. Dengan kombinasi ketidakpastian kebijakan fiskal Inggris, prospek suku bunga AS yang masih hawkish, serta risiko tarif baru yang dapat meningkatkan tekanan inflasi, GBPUSD kemungkinan masih berada dalam tren bearish dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD melemah. Support terdekatnya di area 1.2599 dan resistance terdekatnya di zona 1.2667. Support lanjutan di zona 1.2560 dan dilanjutkan ke zona 1.2510. Resistance lanjutan di zona 1.2699 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.2730.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0469. Pelemahan ini terjadi akibat penguatan kembali Dolar AS, meskipun data PMI S&P Global AS untuk Februari menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis. Indeks PMI Komposit turun ke 50.4 dari sebelumnya 52.7, dengan sektor jasa mengalami kontraksi ke 49.7 akibat ketidakpastian kebijakan fiskal dan ekonomi. Sementara itu, meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Juni, yang kini mencapai 63.5%, tidak cukup untuk menekan Greenback karena ketakutan akan perlambatan global akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump mendorong permintaan aset safe-haven. Di sisi lain, pelemahan Euro dipicu oleh ketidakpastian politik pasca pemilu Jerman, di mana kemenangan Friedrich Merz dari CDU/CSU memerlukan negosiasi koalisi yang kompleks dengan SPD. Ketidakpastian ini semakin membebani sentimen pasar terhadap Euro, terutama dengan komentar pejabat European Central Bank (ECB) yang tetap mendukung siklus pelonggaran moneter. Data ekonomi Jerman juga mengecewakan, dengan indeks IFO Business Climate stagnan di 85.2, lebih rendah dari ekspektasi 85.8, meskipun ekspektasi bisnis sedikit membaik. Dengan prospek ekonomi zona euro yang lemah dan potensi kebijakan proteksionis AS, EURUSD berisiko mengalami tekanan lebih lanjut dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.0448 dan resistance terdekatnya di zona 1.0500.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6350.  Dolar Australia (AUD) menghadapi tekanan jual karena meningkatnya sentimen risiko setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap diberlakukan setelah masa penundaan berakhir pekan depan. Selain itu, investor mencermati laporan inflasi bulanan Australia yang akan dirilis pada Rabu, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Meskipun China, mitra dagang utama Australia, telah mengumumkan kebijakan revitalisasi pedesaan yang mendukung sektor pertanian dan properti, dampak positif terhadap AUD masih terbatas di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dari sisi AS, penguatan Dolar terjadi meskipun data ekonomi menunjukkan pelemahan aktivitas bisnis. Indeks Manufaktur Dallas Fed turun drastis ke -8.3 pada Februari, menandakan kontraksi yang signifikan. Selain itu, PMI Komposit S&P Global turun menjadi 50.4, dengan sektor jasa mengalami kontraksi pertama dalam 25 bulan terakhir. Support terdekatnya di zona 0.6310 dan resistance terdekatnya di zona 0.6366.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5730. Penurunan kinerja mata uang Dolar Selandia Baru (NZD) terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap diberlakukan setelah masa penundaan berakhir pekan depan. Di sisi lain, data ekonomi AS yang lemah, termasuk PMI S&P Global dan klaim pengangguran, gagal menekan Dolar AS (USD) secara signifikan karena pejabat Federal Reserve (Fed) masih menekankan perlunya kejelasan lebih lanjut sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Sementara itu, kebijakan stimulus China melalui reformasi pedesaan dan peningkatan konsumsi tetap menjadi faktor pendukung bagi NZD, mengingat hubungan dagang erat antara China dan Selandia Baru. Namun, langkah-langkah kebijakan moneter People’s Bank of China (PBOC), termasuk injeksi likuiditas besar-besaran tanpa perubahan suku bunga, belum cukup untuk mengangkat sentimen pasar terhadap Kiwi. Support terdekatnya di area 0.5710 dan resistance terdekatnya di zona 0.5753.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.93. Kenaikan pasangan mata uang ini ditopang oleh pemulihan Dolar AS (USD) dan pelemahan Yen Jepang (JPY) akibat koreksi imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB). Pernyataan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda yang menegaskan kesiapan bank sentral untuk meningkatkan pembelian obligasi jika imbal hasil meningkat tajam menekan JPY, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ tetap kuat setelah rilis data inflasi konsumen dan Producer Price Index (PPI) Jasa yang menunjukkan tekanan harga yang persisten. Sementara itu, pemulihan USD didukung oleh sentimen pasar yang berhati-hati menjelang rilis data ekonomi AS seperti Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Manufaktur Richmond, serta kekhawatiran mengenai dampak tarif impor yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Support terdekatnya di area 149.10 dan resistance terdekatnya di zona 150.74.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4270. Naiknya performa mata uang ini didorong oleh sentimen pasar yang berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko akan diberlakukan setelah penundaan satu bulan berakhir pekan depan. Pernyataan Trump meningkatkan ketidakpastian perdagangan dan memberikan tekanan pada Dolar Kanada (CAD) sebagai mata uang berbasis komoditas, sementara Dolar AS (USD) mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe-haven. Meskipun data ekonomi AS yang lemah, termasuk PMI S&P Global pekan lalu, mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) tahun ini, para investor menantikan pernyataan dari sejumlah pejabat Fed dan laporan inflasi PCE pada Jumat untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter, yang dapat memberikan dorongan tambahan bagi USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.4240 dan resistance terdekatnya di zona 1.4310.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8970. Pasangan mata uang Franc menguat seiring pemulihan Dolar AS (USD) di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga tahun ini. Risalah pertemuan Fed menunjukkan bahwa pejabat bank sentral masih menunggu inflasi mereda lebih lanjut sebelum mengambil langkah pelonggaran kebijakan, sementara Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi membuat bank sentral tetap berhati-hati. Pernyataan ini meningkatkan permintaan terhadap USD, terutama di tengah kekhawatiran pasar terkait tarif baru yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap impor mobil, semikonduktor, dan produk kayu. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik akibat serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia semakin mendorong permintaan aset safe-haven, memberikan dukungan tambahan bagi pasangan USDCHF. Support terdekatnya di area 0.8953 dan resistance terdekatnya di zona 0.8990.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

GBP

MPC Member Dhingra Speaks

-

-

-

2:49am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:30am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

SPPI y/y

3.1%

3.1%

3.0%

2:00pm

EUR

German Final GDP q/q

-

-0.2%

-0.2%

4:15pm

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

6:00pm

GBP

CBI Realized Sales

-

-21

-24

9:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

4.4%

4.3%

9:00pm

USD

HPI m/m

-

0.2%

0.3%

10:00pm

USD

CB Consumer Confidence

-

102.7

104.1

10:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-3

-4

11:45pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788