Home
>
News
>
Publication
>
Kinerja Poundsterling Tertekan oleh Krisis Fiskal Inggris dan Ketahanan Dolar AS
Kinerja Poundsterling Tertekan oleh Krisis Fiskal Inggris dan Ketahanan Dolar AS
Monday, 22 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1748

-0.19%

GBPUSD

1.3474

-0.13%

AUDUSD

0.6597

-0.26%

NZDUSD

0.5868

-0.36%

USDJPY

147.83

0.28%

USDCHF

0.7940

0.38%

USDCAD

1.3771

0.19%

GOLDUD

3687.77

0.25%

USD/IDR

16573

0.00%

Fokus GBPUSD:

  1. Krisis Fiskal Inggris Membebani Pound
  2. Dominasi Dolar AS Usai Keputusan The Fed

Senin, 22 September 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3474, turun -0.13%. Pasangan GBPUSD terus menghadapi tekanan jual yang signifikan, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas kondisi fiskal Inggris yang kian rapuh. Data terbaru menunjukkan bahwa pinjaman sektor publik Inggris pada bulan Agustus melonjak hingga £18 miliar, jauh lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar £12,8 miliar, sekaligus mencatatkan level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini menambah beban defisit yang dalam lima bulan pertama tahun fiskal sudah melebar menjadi £83,8 miliar dibandingkan £67,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi “doom loop” antara biaya pinjaman yang lebih tinggi dan kebutuhan utang yang semakin besar, sehingga menekan nilai tukar Pound Sterling. Di saat yang sama, pasar juga menanti pidato dari Chief Economist Bank of England, Huw Pill, yang dinilai akan memberi sinyal tambahan mengenai arah kebijakan moneter di tengah dilema pertumbuhan ekonomi yang lemah dan beban fiskal yang membesar.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank of England (BoE) memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level 4,0% setelah sebelumnya memangkas 25 basis poin di bulan Agustus. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan outlook pertumbuhan yang semakin rapuh dan melemahnya pasar tenaga kerja, meskipun inflasi masih relatif lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat. BoE menegaskan bahwa langkah pengetatan moneter lebih lanjut akan dilakukan secara bertahap dan sangat hati-hati, namun ruang untuk bersikap hawkish semakin terbatas seiring tekanan fiskal yang kian dominan. Walaupun data Retail Sales Inggris bulan Agustus menunjukkan kenaikan 0,5% MoM dan mengalahkan ekspektasi 0,4%, hal ini tidak cukup kuat untuk menopang Pound karena pelaku pasar lebih menyoroti besarnya defisit anggaran serta potensi revisi ke bawah terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh Office for Budget Responsibility (OBR). Dengan demikian, meskipun data domestik menunjukkan sisi positif, fundamental makro Inggris tetap rapuh sehingga GBPUSD masih sulit keluar dari tren bearish.

Sementara dari sisi Amerika Serikat, Dolar kembali menemukan momentumnya setelah The Federal Reserve minggu lalu mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin yang sudah sepenuhnya diantisipasi oleh pasar. Namun, yang menjadi katalis utama penguatan Greenback adalah sikap hati-hati Jerome Powell yang menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga dilakukan sebagai langkah manajemen risiko, bukan awal dari siklus pelonggaran agresif. Pernyataan tersebut membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali naik, mendorong Dolar lebih kuat di tengah meningkatnya permintaan aset aman. Dukungan tambahan datang dari komentar pejabat Fed lainnya, termasuk Neel Kashkari, yang menyatakan kesiapan untuk menahan atau bahkan menaikkan suku bunga kembali jika inflasi dan pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan. Dengan latar belakang ini, Dolar tetap unggul dibandingkan Pound, sementara kekhawatiran fiskal Inggris yang belum teratasi semakin memperkuat tren pelemahan GBPUSD, yang diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD turun. Support terdekat berada di 1.3440, sedangkan resistance berada di 1.3500. Support lanjutan di zona 1.3400 dan dilanjutkan ke zona 1.3370. Resistance lanjutan di zona 1.3540 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3580.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1748 dan melemah -0.19%. Pelemahan Euro semakin menegas ketika pasar global kembali menaruh perhatian pada perbedaan fundamental antara Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Data ekonomi AS belakangan menunjukkan ketahanan, dengan klaim pengangguran mingguan turun lebih besar dari perkiraan dan indeks manufaktur Philadelphia melonjak tajam, menghapus kekhawatiran perlambatan tajam pada ekonomi Amerika. Kondisi ini memperkuat keyakinan investor bahwa meski The Fed sudah memangkas suku bunga, kebijakan moneter AS masih relatif lebih solid dibandingkan Eropa. Nada hati-hati dari Jerome Powell, yang menolak terburu-buru menurunkan suku bunga lebih agresif, juga menjaga optimisme terhadap kekuatan dolar. Di kawasan Euro, fundamental masih diwarnai tekanan yang membuat prospek mata uang tunggal tetap lemah. Beberapa pejabat European Central Bank memberi sinyal dovish dengan membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan demi menopang pertumbuhan yang stagnan. Inflasi yang masih di bawah target dua persen dan data aktivitas ekonomi yang lesu semakin menguatkan spekulasi pasar bahwa ECB akan melonggarkan kebijakan lebih jauh. Selain faktor moneter, ketidakpastian politik di Prancis dengan demonstrasi besar menambah beban terhadap stabilitas kawasan. Semua kombinasi ini membuat Euro berada dalam tren pelemahan berkelanjutan terhadap dolar AS. Support terdekat berada di 1.1720, sementara resistance terdekat di 1.1780.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6597 dan terkoreksi -0.26%. Dolar Australia berada di bawah tekanan setelah rilis data ketenagakerjaan domestik menunjukkan sinyal pelemahan. Employment Change turun 5.4 ribu pada Agustus, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan, sementara pekerjaan penuh waktu mengalami penurunan signifikan. Meskipun tingkat pengangguran tetap stabil, pasar menilai bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai kehilangan kekuatan, yang bisa menghambat pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Hal ini menimbulkan spekulasi baru bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut jika tren pelemahan berlanjut, karena bank sentral sebelumnya sudah menegaskan kebijakan berbasis data. Tekanan juga semakin berat dari faktor eksternal, terutama perlambatan ekonomi Tiongkok yang berdampak langsung pada prospek ekspor Australia. Data retail sales dan produksi industri Tiongkok yang mengecewakan menandakan berkurangnya permintaan global, yang secara otomatis mengurangi outlook bagi komoditas utama Australia seperti bijih besi dan batu bara. Pada saat yang sama, dolar AS tetap kokoh berkat dukungan data ketenagakerjaan dan manufaktur yang lebih baik dari perkiraan, serta sikap The Fed yang berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Perbedaan kondisi ini membuat AUDUSD sulit keluar dari tekanan fundamental, dengan tren pergerakan masih berpihak pada dolar AS. Support terdekat berada di 0.6570, sementara resistance berada di 0.6630.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5868 dengan pelemahan -0.36%. Mata uang Kiwi juga mengalami tekanan setelah data neraca dagang Selandia Baru menunjukkan defisit lebih besar dari perkiraan, yakni 1.185 miliar dolar Selandia Baru pada Agustus. Defisit ini mencerminkan lemahnya kinerja ekspor sekaligus meningkatnya ketergantungan pada impor, yang memperburuk neraca eksternal negara tersebut. Kondisi ini dinilai pasar sebagai tanda bahwa perekonomian Selandia Baru masih berjuang di tengah permintaan global yang melemah. Dampaknya, dolar Selandia Baru menjadi semakin rentan, terutama ketika faktor domestik tidak mampu memberikan katalis positif. Di sisi lain, dolar AS tetap unggul karena The Fed meskipun telah memangkas suku bunga, tidak memberi sinyal pelonggaran yang agresif. Jerome Powell menegaskan bahwa arah kebijakan akan bergantung pada data per pertemuan, menandakan sikap yang lebih hati-hati dalam menghadapi risiko inflasi. Kombinasi ini membuat investor lebih memilih menyimpan posisi pada dolar AS ketimbang Kiwi, karena faktor fundamental Amerika jauh lebih solid. Akibatnya, NZDUSD berada dalam tren pelemahan yang konsisten, dengan prospek yang masih berat selama ketidakseimbangan perdagangan Selandia Baru belum menunjukkan perbaikan. Support terdekat berada di 0.5840, sedangkan resistance berada di 0.5900.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.83 dengan penguatan dolar 0.28%. Pasangan USDJPY menguat di sekitar 148 seiring dengan dolar AS yang tetap ditopang setelah keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan September. Walaupun ada pemangkasan, bank sentral AS menegaskan pendekatan yang lebih hati-hati dan tidak terburu-buru dalam memangkas biaya pinjaman. Proyeksi dot plot menunjukkan masih ada ruang dua kali pemangkasan tambahan tahun ini, yang secara keseluruhan memberi dukungan bagi Greenback karena ekspektasi pelonggaran yang tidak terlalu dovish. Investor juga menantikan pernyataan dari pejabat The Fed untuk melihat arah kebijakan lebih lanjut. Dari sisi Jepang, Bank of Japan masih mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0.5 persen untuk kelima kalinya, namun keputusan ini mengejutkan pasar karena dua anggota dewan justru mendukung kenaikan suku bunga. Ketidaksepakatan ini memicu spekulasi bahwa BOJ bisa segera beralih ke sikap yang lebih hawkish, dengan pasar kini memperkirakan lebih dari 75 persen peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober. Namun, untuk saat ini perbedaan arah kebijakan dengan The Fed masih membuat yen berada di posisi lemah, sehingga USDJPY cenderung terjaga di level tinggi. Support terdekat berada di 147.50, sementara resistance berada di 148.20.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7940 dan menguat 0.38%. Pasangan USDCHF melanjutkan penguatan ke area 0.7930 setelah dolar AS bangkit dari level terendah multi-tahun di 0.7830. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin tidak menimbulkan tekanan besar bagi Greenback karena Jerome Powell menegaskan bahwa siklus pelonggaran tidak akan terlalu cepat. Komentar tersebut, ditambah dengan data ekonomi AS yang solid, membantu menopang indeks dolar dan memberi dorongan kuat bagi USDCHF untuk melanjutkan pemulihan. Investor kini memperhatikan pernyataan pejabat The Fed berikutnya untuk mengukur arah kebijakan di sisa tahun. Di sisi lain, franc Swiss melemah akibat ekspektasi bahwa Swiss National Bank akan menurunkan suku bunga lebih dalam, bahkan bisa ke wilayah negatif. Inflasi yang terus rendah dengan data CPI dan PPI di bawah ekspektasi, konsumsi ritel yang melemah, serta pertumbuhan ekonomi yang kehilangan momentum menjadi alasan kuat bagi SNB untuk kembali longgar. Ekspektasi tersebut menambah tekanan bagi CHF sehingga USDCHF mendapatkan pijakan yang lebih solid, terutama saat perbedaan fundamental antara AS dan Swiss semakin lebar. Support terdekat berada di 0.7910, sedangkan resistance berada di 0.7970.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3771 dengan kenaikan 0.19%. Pasangan USDCAD bergerak mendekati 1.38 setelah menguat tiga hari berturut-turut, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan. Klaim pengangguran turun signifikan menjadi 231 ribu, lebih rendah dari ekspektasi, sedangkan survei manufaktur Philadelphia melonjak tajam ke 23.2 setelah kontraksi di bulan sebelumnya. Data ini membantu meredam kekhawatiran perlambatan ekonomi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menempuh jalur pelonggaran secara bertahap, bukan agresif. Situasi ini membuat dolar AS mendapatkan dorongan tambahan meski kebijakan moneter sudah mulai longgar. Sementara itu, dolar Kanada tetap tertekan setelah Bank of Canada memangkas suku bunga 25 basis poin ke level terendah tiga tahun. Bank sentral Kanada juga memberi sinyal ruang pelonggaran lebih lanjut jika kondisi ekonomi memburuk. Ekspektasi penurunan penjualan ritel sebesar 0.8 persen pada Juli dibandingkan pertumbuhan 1.5 persen pada Juni menambah tekanan bagi CAD. Walau kenaikan harga minyak bisa memberi dukungan jangka pendek, divergensi kebijakan moneter yang cukup kontras dengan The Fed membuat USDCAD berpotensi tetap bergerak kuat mendukung dolar AS. Support terdekat berada di 1.3740, sementara resistance berada di 1.3800.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:00am

AUD

RBA Gov Bullock Speaks

-

-

-

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.0%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.5%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-13.4%

7:30pm

CAD

IPPI m/m

-

0.9%

0.7%

7:30pm

CAD

RMPI m/m

-

1.2%

0.3%

8:45pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

Consumer Confidence

-

-15

-16

9:00pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

11:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788