Home
>
News
>
Publication
>
Kinerja Euro Kehilangan Momentum Imbas USD Unggul Berkat Data Ekonomi Solid
Kinerja Euro Kehilangan Momentum Imbas USD Unggul Berkat Data Ekonomi Solid
Friday, 22 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1616

-0.12%

GBPUSD

1.3423

-0.13%

AUDUSD

0.6429

-0.17%

NZDUSD

0.5822

-0.22%

USDJPY

148.36

0.22%

USDCHF

0.8087

0.15%

USDCAD

1.3899

0.09%

GOLDUD

3340.1

-0.18%

USD/IDR

16278

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. DXY menguat ke zona 98.64
  2. PMI Zona Euro rapuh

Jumat, 22 Agustus 2025 - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1616 dan melemah sebesar -0.12%. EURUSD mengalami tekanan jual setelah dolar AS mendapatkan dorongan signifikan dari rilis data makroekonomi yang solid. Data PMI manufaktur Amerika Serikat melonjak ke level 53,3 pada Agustus, jauh melampaui perkiraan 49,5 dan juga lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya di 49,8. Sementara itu, sektor jasa juga tetap kuat dengan PMI di 55,4, hanya turun tipis dari 55,7 pada Juli, tetapi tetap lebih baik dari ekspektasi pasar di 54,2. Laju ekspansi ini menandakan bahwa perekonomian AS masih tangguh meskipun ada tanda-tanda perlambatan di pasar tenaga kerja. Kondisi ini memperkuat narasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, sehingga mendorong penguatan dolar AS yang menekan pasangan EURUSD lebih dalam ke area 1.16.

Tekanan tambahan terhadap euro muncul setelah data PMI Zona Euro menunjukkan sinyal yang masih rapuh. Memang, sektor manufaktur berhasil kembali ke level ekspansi di 50,5, naik dari 49,8 dan melampaui ekspektasi 49,5. Namun, sektor jasa justru melambat ke 50,7 dari 51 sebelumnya, yang menandakan penurunan momentum di tulang punggung perekonomian kawasan. PMI komposit memang naik tipis ke 51,1, tetapi detail data dari Jerman dan Perancis menunjukkan pelemahan di sektor jasa yang masih menjadi kekhawatiran utama. Hal ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde yang memperingatkan potensi perlambatan pertumbuhan di kuartal ketiga, meskipun tekanan inflasi masih bertahan. Investor menilai kondisi ini membuat ECB semakin sulit melakukan manuver kebijakan moneter yang lebih akomodatif maupun agresif, sehingga euro kehilangan faktor pendorong dari sisi fundamental.

Dari perspektif kebijakan moneter, divergensi antara ECB dan Federal Reserve semakin jelas terlihat. ECB diperkirakan akan menahan suku bunga di level saat ini dengan peluang pemangkasan yang masih minim, sejalan dengan data inflasi yang cenderung melandai namun belum berada pada target stabilitas harga 2%. Di sisi lain, Federal Reserve menunjukkan sikap lebih hawkish, dengan beberapa pejabat seperti Cleveland Fed Beth Hammack dan Kansas City Fed Jeffrey Schmid menekankan bahwa risiko inflasi masih lebih besar dibanding perlambatan di pasar tenaga kerja. Imbal hasil obligasi AS pun terdorong lebih tinggi, memperlebar spread dengan obligasi pemerintah Jerman maupun Perancis, sehingga menarik arus modal masuk ke dolar AS. Kondisi ini menjadi katalis tambahan bagi pelemahan EUR/USD, terutama menjelang simposium Jackson Hole di mana pidato Jerome Powell bisa semakin mempertegas arah kebijakan Fed.

Jika Powell kembali menekankan pentingnya menjaga kebijakan moneter tetap restriktif untuk memastikan inflasi benar-benar turun ke target, maka peluang pemangkasan suku bunga pada September bisa semakin mengecil. Saat ini pasar hanya memperkirakan sekitar 72% peluang pemangkasan 25 basis poin, turun dari 94% pada pekan sebelumnya, dan bahkan sebagian analis mulai meragukan apakah pemangkasan akan dilakukan tahun ini. Perubahan ekspektasi ini membuat dolar AS semakin menarik bagi investor, sementara euro tidak memiliki katalis kuat selain stabilisasi ekonomi yang masih terbatas. Dengan demikian, tren pelemahan EURUSD bisa berlanjut dalam jangka pendek, dengan tekanan semakin besar bila data makro Eropa berikutnya kembali mengecewakan pasar.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekat berada di 1.1590, sementara resistance terdekat berada di 1.1645. Support lanjutan di zona 1.1540 dan dilanjutkan ke zona 1.1505. Resistance lanjutan di zona 1.1685 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1720.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3423 dan turun -0.13%. Poundsterling melemah beruntun dan saat ini bergerak di bawah 1.3450 terhadap Dolar AS, di tengah kombinasi faktor eksternal dan domestik yang menekan sentimen. Dari sisi Inggris, data inflasi terbaru menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI) menjadi 3,8% pada Juli dari 3,6% sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Inflasi inti juga tetap tinggi di 3,8% YoY, menegaskan tekanan harga yang persisten. Namun, di sisi lain, data aktivitas manufaktur terus menunjukkan kontraksi, sementara pertumbuhan upah yang melambat mengindikasikan risiko stagflasi. Kondisi ini membuat Bank of England (BoE) berada pada dilema kebijakan: mempertahankan suku bunga terlalu lama bisa menahan pertumbuhan, sementara pelonggaran terlalu cepat berisiko memicu inflasi kembali meningkat. Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada Maret 2026, lebih mundur dibandingkan ekspektasi sebelumnya, dan hal ini memberi sedikit dukungan fundamental bagi Sterling meskipun efeknya terbatas. Dari sisi Amerika Serikat, Dolar AS menguat didukung oleh data ekonomi yang menunjukkan resiliensi. PMI manufaktur melonjak ke 53,3 pada Agustus dari 49,8 bulan sebelumnya, menunjukkan kembalinya ekspansi di sektor manufaktur. Layanan juga tetap solid dengan PMI di 55,4, meski sedikit lebih rendah dari Juli. Data ini menambah keyakinan pasar bahwa perekonomian AS tetap tangguh, sehingga mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga secara agresif. CME FedWatch menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga September turun mendekati 70–74%, dari sebelumnya di atas 80%. Jika pidato Jerome Powell di Jackson Hole menegaskan sikap hawkish atau memberi sinyal kehati-hatian (“wait and see”), maka GBP/USD berpotensi semakin melemah. Dengan gap fundamental yang semakin jelas, outlook jangka pendek hingga menengah masih negatif bagi Sterling, kecuali jika ada data ekonomi AS yang mengecewakan atau kejutan dovish dari Fed. Support terdekat berada di 1.3400, dan resistance terdekat berada di 1.3460.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6429, terkoreksi sebesar -0.17%. Dolar Australia terus melemah hingga mendekati level terendah dua bulan di sekitar 0.6415, walaupun data domestik menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi. PMI Komposit Australia naik menjadi 54,9 pada Agustus dari 53,8 di bulan sebelumnya, didukung oleh penguatan manufaktur dan sektor jasa. Namun, data ekspektasi inflasi justru turun menjadi 3,9% dari 4,7%, menambah spekulasi bahwa tekanan harga sudah mereda. Hal ini memberikan ruang bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk melanjutkan sikap dovish setelah bulan lalu memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,6%. Pasar bahkan mulai memperkirakan kemungkinan pemangkasan lebih besar, hingga 50 basis poin pada November, sebagai langkah lanjutan untuk menopang pertumbuhan dan kepercayaan konsumen. Di sisi lain, Westpac Consumer Confidence melonjak 5,7% ke level tertinggi sejak awal 2022, memberi sinyal bahwa sentimen domestik mulai pulih, meski keberlanjutannya sangat bergantung pada arah kebijakan moneter RBA. Dari sisi eksternal, Dolar AS kembali menekan AUDUSD setelah rilis PMI AS yang lebih kuat dari perkiraan, didukung pula oleh ekspektasi pasar terhadap pidato Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Investor kini menimbang apakah Fed akan benar-benar menurunkan suku bunga pada September atau menunda keputusan hingga kuartal IV. Dengan probabilitas pemangkasan di kisaran 70–74%, pasar lebih berhati-hati dan cenderung mengantisipasi nada hawkish dari Fed. Divergensi kebijakan antara RBA yang semakin dovish dan Fed yang masih menahan diri menjadi faktor utama pelemahan AUD/USD. Jika tren ini berlanjut, AUDUSD berisiko menembus level psikologis 0.6400 dan melanjutkan tren bearish jangka pendek. Satu-satunya katalis positif bagi Aussie saat ini adalah data ekonomi domestik yang lebih baik, namun kekuatannya belum cukup untuk mengimbangi dominasi Greenback di pasar global. Support terdekat berada di 0.6400, dan resistance berada di 0.6460.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5822 dan melemah -0.22%. Dolar Selandia Baru melemah tajam hingga menyentuh level terendah empat bulan di kisaran 0.5815 setelah keputusan dovish dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Bank sentral memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 3,0%, level terendah dalam tiga tahun, dan menegaskan masih membuka ruang pelonggaran lebih lanjut jika data ekonomi menunjukkan pelemahan berlanjut. Pernyataan Gubernur Christian Hawkesby menekankan bahwa arah kebijakan akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi domestik, terutama pemulihan konsumsi dan inflasi. Keputusan ini memperlebar jarak kebijakan moneter dengan The Fed, yang justru masih menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat. Sentimen terhadap Kiwi semakin negatif karena investor menilai bahwa pelonggaran berulang berpotensi melemahkan daya tarik aset berbasis NZD. Dari sisi global, Dolar AS menguat berkat kombinasi data PMI yang solid, komentar hawkish dari pejabat Fed, dan ekspektasi bahwa Jerome Powell akan tetap berhati-hati dalam memberikan sinyal di Jackson Hole. Data PMI manufaktur AS naik signifikan ke 53,3, sedangkan sektor jasa tetap berada di wilayah ekspansi. Walaupun klaim pengangguran awal naik ke 235 ribu, pasar menilai kondisi tenaga kerja AS masih relatif stabil. FedWatch Tool menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga September turun ke 71%, menandakan ekspektasi pasar terhadap pelonggaran moneter AS semakin berkurang. Dengan kombinasi Fed yang cenderung hawkish dan RBNZ yang jelas dovish, NZDUSD berisiko tetap berada di jalur pelemahan dalam waktu dekat. Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada pidato Powell; jika nada hawkish semakin kuat, Kiwi berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya di bawah 0.5800. Support terdekat berada di 0.5800, dan resistance berada di 0.5860.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 148.36, menguat 0.22%. Pasangan USDJPY menguat setelah sempat menyentuh area 146.90, kini bergerak stabil di kisaran 147.60–147.70. Kekuatan dolar AS ditopang oleh ekspektasi pasar menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole Symposium, di mana investor menahan diri untuk melakukan aksi jual terhadap dolar sebelum adanya kepastian arah kebijakan moneter AS. Sementara itu, data PMI AS yang relatif solid serta klaim pengangguran mingguan masih mendukung narasi bahwa ekonomi AS tetap cukup resilien, sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk tetap berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Dengan demikian, USD mendapatkan momentum penguatan sementara yen masih tertekan. Dari sisi Jepang, rilis inflasi nasional terbaru memperlihatkan pelemahan headline CPI dari 3,3% ke 3,1% pada Juli, meski indikator inflasi inti masih berada di 3,4%, jauh di atas target BoJ di 2%. Hal ini menempatkan BoJ pada dilema kebijakan, di mana pelemahan ekspor dan memburuknya terms of trade akibat tarif AS bisa menahan ruang normalisasi, namun di sisi lain, pertumbuhan upah dan konsumsi domestik masih mendukung inflasi berbasis permintaan. Konsensus ekonom menunjukkan mayoritas memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada September, meski peluang kenaikan 25 bps pada kuartal IV semakin meningkat. Ketidakpastian ini menjadi faktor fundamental yang menjaga tren USD/JPY tetap cenderung bullish dalam jangka pendek. Support terdekat ada di 148.00, dan resistance di 148.70.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8087 dan menguat 0.15%. USDCHF kembali menguat ke kisaran 0.8050 setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Fundamental utama pendorong penguatan dolar AS adalah risalah rapat FOMC Juli yang menunjukkan mayoritas pejabat Fed masih menilai risiko inflasi lebih besar dibandingkan kelemahan pasar tenaga kerja, sehingga menurunkan ekspektasi pemangkasan agresif suku bunga. Powell yang akan berbicara di Jackson Hole menjadi fokus pasar, di mana nada yang tidak cukup dovish berpotensi memicu penguatan dolar lebih lanjut. Data PMI AS juga tetap relatif solid, memberikan konfirmasi bahwa aktivitas bisnis belum sepenuhnya melemah. Sementara itu, franc Swiss masih tertekan oleh kinerja perdagangan yang lemah, dengan surplus neraca dagang menyempit akibat penurunan ekspor. Tekanan tambahan muncul dari rencana tarif impor AS sebesar 39% terhadap produk Swiss, yang berpotensi memperburuk outlook ekspor negara tersebut. Selain itu, inflasi Swiss yang masih berada di bawah target SNB membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, bahkan kembali ke wilayah negatif. Dengan kombinasi fundamental tersebut, USD/CHF masih memiliki bias menguat, terutama jika Powell mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga Fed akan lebih terbatas dari ekspektasi pasar. Support terdekat berada di 0.8060, dan resistance berada di 0.8115.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3899, naik tipis sebesar 0.09%. USDCAD bergerak mendekati level 1.3880–1.3900, hampir menyentuh level tertinggi tiga bulan, ditopang oleh penguatan dolar AS menjelang pidato Powell di Jackson Hole. Data PMI AS yang lebih baik dari ekspektasi, khususnya di sektor manufaktur yang naik ke 53.3 dari 49.8, memberikan sinyal bahwa ekonomi AS masih cukup kuat, walaupun pasar masih menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed pada September mencapai lebih dari 70%. Kondisi ini menciptakan ketegangan di pasar: jika Powell memberikan nada hawkish, dolar bisa menguat lebih jauh dan mendesak USDCAD menembus resistance kunci. Di sisi Kanada, pemulihan harga minyak mentah sempat menopang CAD mengingat Kanada merupakan eksportir terbesar ke AS. Namun, tekanan datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of Canada (BoC) pada September, setelah data inflasi terbaru menunjukkan lemahnya momentum harga. Bank of America bahkan memperkirakan BoC akan memangkas suku bunga 25 bps pada 17 September mendatang. Jika realisasi ini sesuai ekspektasi, CAD bisa semakin tertekan meskipun harga minyak naik. Kombinasi prospek dovish BoC dan potensi Powell tidak terlalu dovish menjadikan fundamental USD/CAD masih berpihak pada dolar AS, dengan tren bullish tetap dominan. Support terdekat berada di 1.3870, dan resistance di 1.3925.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-17

-19

-19

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

3.1%

3.0%

3.3%

1:00pm

EUR

German Final GDP q/q

-

-0.1%

-0.1%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-15.2%

7:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

0.9%

-0.2%

7:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

1.3%

-1.1%

8:00pm

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

President Trump Speaks

-

-

-

Day 2

All

Jackson Hole Symposium

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788