| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0412 | -0.17% |
GBPUSD | 1.2335 | 0.15% |
AUDUSD | 0.6274 | -0.26% |
NZDUSD | 0.5674 | -0.32% |
USDJPY | 155.46 | 0.17% |
USDCHF | 0.9049 | 0.20% |
USDCAD | 1.4318 | 0.16% |
GOLDUD | 2744.5 | 0.15% |
USD/IDR | 16332 | -0.04% |
Fokus USDCAD:
Rabu, 22 Januari 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4339. Kinerja pasangan mata uang Loonie terdukung oleh kuatnya kinerja mata uang USD. Dolar AS terus menguat didorong oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Trump serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap moneter yang ketat. Ancaman Trump untuk memberlakukan tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko telah meningkatkan kekhawatiran akan gangguan perdagangan, mendorong permintaan terhadap USD. Investor juga memperkirakan The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi, semakin memperkuat posisi dolar AS. Meskipun ada kehati-hatian pasar menjelang data ekonomi utama, USDCAD mengalami penguatan lebih lanjut, mencerminkan perbedaan kebijakan ekonomi antara AS dan Kanada.
Disisi lain, Dolar Kanada (CAD) berada di bawah tekanan akibat melemahnya data inflasi serta meningkatnya ketegangan perdagangan. Inflasi CPI Kanada untuk Desember turun menjadi 1,8% secara tahunan, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan memangkas suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga dan ancaman tarif dari Trump, CAD kesulitan untuk menemukan kestabilan. Perdana Menteri Justin Trudeau telah menyatakan kesiapan untuk merespons potensi tarif AS, tetapi kepercayaan investor terhadap dolar Kanada tetap rapuh di tengah meningkatnya risiko eksternal.
Selain itu, harga minyak mentah juga menghadapi tekanan turun karena Trump berfokus pada peningkatan produksi energi domestik serta mempertimbangkan tarif baru terhadap mitra dagang utama. Deklarasi darurat energi nasional memungkinkan percepatan proyek minyak dan gas AS, meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan pasokan di pasar yang sudah mengalami kelebihan suplai. Selain itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan harga minyak akan melemah akibat melambatnya permintaan global dan meningkatnya produksi. Dengan ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perdagangan yang membebani sentimen pasar, harga minyak mentah tetap di bawah tekanan meskipun ada dukungan sesekali dari risiko geopolitik.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.4303 dan resistance terdekatnya di zona 1.4369. Support lanjutan di zona 1.4280 dan dilanjutkan ke zona 1.4220 Resistance lanjutan di zona 1.4390 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4430.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0409. Pelemahan ini disebabkan oleh ekspektasi dovish terhadap kebijakan European Central Bank (ECB), di mana pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam empat pertemuan kebijakan berikutnya. Sentimen ini semakin menguat karena keyakinan bahwa inflasi Zona Euro akan kembali ke target 2% ECB serta meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, Presiden Donald Trump terus menekan mitra dagang utama AS, termasuk Meksiko, Kanada, dan China, dengan ancaman tarif baru yang dapat diberlakukan mulai 1 Februari. Meskipun demikian, Eropa tampaknya tidak lagi menjadi target utama Trump, namun prospek ekonomi yang lemah tetap menekan Euro. Meski ada laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa Trump tidak akan segera mengumumkan tarif baru, pasar tetap waspada terhadap potensi dampaknya terhadap inflasi dan kebijakan Federal Reserve (Fed). Fed sendiri diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4.25%-4.50% pada pertemuan Januari. Namun, jika kebijakan Trump mendorong tekanan inflasi lebih lanjut, peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat terbatas, yang pada akhirnya dapat memperkuat Dolar AS dan semakin menekan EURUSD ke level yang lebih rendah. Support terdekatnya di zona 1.0343 dan resistance terdekatnya di zona 1.0441.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2346. Penguatan Pound Sterling didorong oleh data ketenagakerjaan Inggris yang menunjukkan pertumbuhan upah naik ke 5.6% pada Desember 2024, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Meskipun jumlah tenaga kerja mengalami penurunan sebesar 47 ribu akibat kebijakan pajak baru pemerintah, pasar melihat peningkatan upah sebagai tanda daya beli yang masih kuat, sehingga mengurangi tekanan bagi Bank of England (BoE) untuk segera memangkas suku bunga. Dengan inflasi yang masih tinggi, BoE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam jangka pendek, memberikan dukungan tambahan bagi Pound. Di sisi lain, Dolar AS mengalami pelemahan setelah laporan nonfarm payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan, menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump juga menekan sentimen terhadap Dolar, sementara investor menunggu data PMI dari Inggris dan AS pada Jumat untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut tentang prospek ekonomi kedua negara. Kombinasi faktor ini memberikan momentum bagi GBPUSD untuk bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.2238 dan resistance terdekatnya di zona 1.2396.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6274. Pelemahan Dolar Australia ini disebabkan oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor dari China, yang berpotensi merugikan sektor ekspor Australia sebagai mitra dagang utama China. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan kebijakan Februari semakin menekan AUD. RBA sebelumnya mengisyaratkan keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target, yang memperkuat spekulasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Di sisi lain, pasar masih menantikan perkembangan kebijakan perdagangan AS, terutama setelah Trump mengarahkan lembaga federal untuk meninjau kembali hubungan dagang dengan China dan mitra dagang Amerika Utara lainnya. Investor juga menantikan data inflasi Australia dan laporan penjualan ritel AS yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter masing-masing negara. Dengan ketidakpastian global yang meningkat dan kemungkinan penurunan suku bunga RBA, AUDUSD berisiko mengalami tekanan lebih lanjut dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 0.6229 dan resistance terdekatnya di zona 0.6292
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5652. Pasangan mata uang Kiwi tertekan oleh ancaman dari kebijakan tarif Donald Trump yang baru. Selain itu, RBNZ juga merilis data Sectoral Factor Model Inflation yang menunjukkan tren penurunan ke 3.1% YoY di kuartal keempat 2024 dari 3.4% pada kuartal sebelumnya. Angka ini semakin mendukung ekspektasi bahwa inflasi bergerak menuju target RBNZ di kisaran 1%-3%, membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga lebih lanjut sepanjang 2025. Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Dengan sentimen risk-off yang mendominasi pasar, NZD/USD berisiko mengalami tekanan lebih lanjut dalam waktu dekat, sementara investor menantikan perkembangan kebijakan perdagangan AS dan keputusan suku bunga RBNZ. Support terdekatnya di area 0.5616 dan resistance terdekatnya di zona 0.5698.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 155.70. Kenaikan pada kinerja mata uang ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 23-24 Januari. Pasar memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0.50%, level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008. Ekspektasi ini didukung oleh pertumbuhan upah yang kuat di Jepang, yang diyakini dapat mendukung inflasi berkelanjutan di atas target 2%. Di sisi lain, meskipun BoJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga, investor masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pernyataan bank sentral mengenai prospek kebijakan moneter ke depan. Jika BoJ memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish, Yen Jepang berpotensi menguat lebih lanjut. Namun, jika bank sentral tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, USDJPY dapat mempertahankan tren bullish-nya. Support terdekatnya di area 154.69 dan resistance terdekatnya di zona 156.41
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9067. Kenaikan pada pasangan mata uang Swiss terdukung oleh penguatan yang terjadi pada Indeks Dolar AS yang berkinerja positif. Di sisi lain, Franc Swiss (CHF) tetap melemah karena ekspektasi bahwa Swiss National Bank (SNB) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, setelah sebelumnya menurunkannya ke 0.5% akibat inflasi yang berada di bawah target. Sebagai mata uang safe-haven, CHF juga menghadapi tekanan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk potensi perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Dengan prospek kebijakan moneter yang dovish dari SNB dan stabilitas Dolar AS, USDCHF berpotensi mempertahankan tren kenaikan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.9039 dan resistance terdekatnya di zona 0.9114.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:45am | NZD | CPI q/q | 0.5% | 0.5% | 0.6% |
6:30am | AUD | MI Leading Index m/m | 0.0% | - | 0.1% |
2:00pm | GBP | Public Sector Net Borrowing | - | 14.2B | 11.2B |
Day 3 | All | WEF Annual Meetings | - | - | - |
Tentative | EUR | German Buba Monthly Report | - | - | - |
Tentative | GBP | BOE Quarterly Bulletin | - | - | - |
8:30pm | CAD | IPPI m/m | - | 0.5% | 0.6% |
8:30pm | CAD | RMPI m/m | - | 0.4% | -0.5% |
10:00pm | USD | CB Leading Index m/m | - | -0.1% | 0.3% |
10:15pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |