Home
>
News
>
Publication
>
Ketidakpastian Kebijakan Tarif AS Terhadap China, Bantu Kenaikan GBPUSD
Ketidakpastian Kebijakan Tarif AS Terhadap China, Bantu Kenaikan GBPUSD
Friday, 25 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1387

0.04%

GBPUSD

1.3338

0.02%

AUDUSD

0.6407

0.11%

NZDUSD

0.5992

0.17%

USDJPY

143.11

-0.39%

USDCHF

0.8311

-0.71%

USDCAD

1.3849

-0.04%

GOLDUD

3349.0

0.64%

USD/IDR

16859

0.15%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY melemah ke area 99.40
  2. Data penjualan ritel Inggris

Jumat, 25 April 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3338. Performa mata uang Pound Inggris (GBP) menguat terhadap Dolar AS (USD), setelah sebelumnya mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. Pasangan mata uang GBPUSD naik ke kisaran 1.3317, mencatat kenaikan sekitar 0.4%. Penguatan ini terjadi seiring pelemahan Dolar AS akibat meningkatnya ketidakpastian seputar kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap China. China secara tegas menolak tekanan AS untuk membuka kembali perundingan dagang dan menuntut pencabutan seluruh tarif unilateral, yang menyebabkan kekhawatiran pasar dan menekan Greenback. Ketegangan ini membuat investor beralih ke aset dengan risiko lebih tinggi, mendorong reli Pound meskipun data ekonomi Inggris sendiri masih lemah.

Di sisi domestik, fokus investor tertuju pada data penjualan ritel Inggris untuk Maret yang akan dirilis Jumat ini. Pasar memperkirakan terjadi kontraksi sebesar 0.4% secara bulanan, menyusul pertumbuhan 1% pada Februari. Selain itu, indeks kepercayaan konsumen GfK juga diproyeksikan turun ke -21, menandakan pesimisme konsumen yang masih tinggi di tengah pemangkasan anggaran pemerintah dan ketidakpastian ekonomi. Meski begitu, harapan tetap ada bahwa data bisa mengalahkan ekspektasi seperti bulan sebelumnya, yang mungkin akan memberi dukungan tambahan bagi GBP di tengah tekanan global.

Sementara itu, investor juga mencermati perkembangan pertemuan antara Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang dijadwalkan pada Jumat. Inggris berharap bisa mencapai kesepakatan dagang dengan AS untuk mengurangi beban tarif ekspor, termasuk kendaraan dan baja. Namun, pernyataan pejabat AS yang enggan mengurangi tarif secara sepihak membuat hasil pembicaraan masih belum pasti. Di tengah latar ketidakpastian ini, Dolar AS juga terbebani oleh kekhawatiran inflasi domestik yang terus naik, dengan ekspektasi inflasi satu tahun di AS melonjak ke 6.7% tingkat tertinggi sejak 1981 yang membuat prospek ekonomi AS semakin rentan.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3264 dan resistance terdekatnya di zona 1.3377. Support lanjutan di zona 1.3213 dan dilanjutkan ke zona 1.3160. Resistance lanjutan di zona 1.3415 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3455.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1387. Penguatan ini didorong oleh pelemahan Dolar AS akibat ketidakpastian hubungan dagang antara AS dan China. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Beijing sedang berlangsung, pihak China membantah adanya negosiasi dan mendesak pencabutan semua tarif unilateral. Ketegangan yang berkelanjutan ini menekan sentimen terhadap Greenback dan memberikan dukungan bagi Euro. Di sisi lain, meskipun pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh ECB pada pertemuan bulan Juni, Euro tetap mencatat kenaikan berkat optimisme bahwa inflasi akan kembali ke target bank sentral dalam waktu dekat. Secara fundamental, data ekonomi dari kawasan Eropa juga memberikan sentimen positif. Indeks iklim bisnis Jerman (IFO) mencatat hasil lebih baik dari perkiraan, menunjukkan kepercayaan pelaku usaha yang membaik meskipun bayangan resesi masih membayangi. Sementara itu, pernyataan pejabat ECB seperti Olli Rehn dan Madis Muller yang membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih besar justru belum cukup membebani Euro, mengingat tekanan inflasi tetap tinggi. Di sisi AS, meskipun data pesanan barang tahan lama melonjak 9.2% di bulan Maret, kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan dampak negatif tarif terhadap sektor bisnis masih menjadi faktor penahan Dolar. Dengan ketidakpastian ini, EURUSD berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.1293 dan resistance terdekatnya di zona 1.1437.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6407. Dolar Australia (AUD) berhasil menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Kinerja positif AUDUSD didorong oleh pelemahan Greenback yang tertekan oleh data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis dan ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed. Data PMI Komposit AS versi S&P Global untuk April turun tajam menjadi 51.2 dari 53.5, terutama karena penurunan signifikan di sektor jasa. Bersamaan, klaim awal pengangguran mingguan AS naik menjadi 222.000, menandakan tekanan di pasar tenaga kerja. Faktor-faktor ini memicu ekspektasi bahwa The Fed akan kesulitan mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga membatasi penguatan USD dan memberi ruang bagi AUD untuk reli. Di sisi lain, kondisi domestik Australia juga mendukung stabilitas AUD. Meskipun Westpac memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 20 Mei mendatang, pasar menilai langkah ini sudah cukup diantisipasi. Data PMI Judo Bank menunjukkan sektor manufaktur dan jasa Australia masih berada di zona ekspansi meski sedikit melambat. Hubungan erat Australia dengan China memang membuat AUD sensitif terhadap ketegangan dagang AS-China, namun pernyataan China yang terbuka terhadap negosiasi memberi harapan perbaikan sentimen global. Jika ketegangan tarif mereda dan data ekonomi membaik, AUD/SD berpotensi lanjutkan tren menguat. Support terdekatnya di zona 0.6372 dan resistance terdekatnya di zona 0.6430.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5993. Penguatan ini terjadi seiring munculnya kembali optimisme pasar terhadap kemungkinan terobosan dalam negosiasi dagang antara AS dan China. Sebagai negara yang sangat bergantung pada hubungan perdagangan dengan China, Dolar Selandia Baru (Kiwi) sensitif terhadap setiap perkembangan terkait ekonomi China. Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan pemangkasan tarif impor China hingga 50%, untuk membuka ruang negosiasi yang lebih konstruktif. Meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa keputusan tarif tidak akan diambil secara sepihak, retorika ini tetap membantu menopang sentimen risiko dan mendukung permintaan terhadap NZD. Meski demikian, pasar juga mewaspadai potensi pelemahan NZD dalam jangka menengah, seiring ekspektasi tinggi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga acuan (OCR) sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Mei dari level saat ini 3.5%. Ekspektasi tambahan penurunan hingga 2.75% pada akhir tahun turut membatasi laju penguatan Kiwi. Di sisi lain, komentar terbaru dari China dan rencana stimulus lanjutan dari otoritas moneter Beijing bisa menjadi penyangga terhadap tekanan eksternal bagi NZD. Dengan Dolar AS menghadapi hambatan dari data ekonomi yang melambat, NZDUSD berpotensi mempertahankan tren positif jika ketegangan dagang mereda dan China memberi sinyal stimulus lanjutan. Support terdekatnya di area 0.5960 dan resistance terdekatnya di zona 0.6020.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 142.55. Turunnya kinerja mata uang ini karena penguatan Yen Jepang setelah data inflasi Tokyo menunjukkan lonjakan tajam. Indeks Harga Konsumen (CPI) inti Tokyo untuk April naik 3.4% YoY, melampaui ekspektasi 3.2% dan jauh di atas 2.4% pada bulan sebelumnya. Data ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Inflasi yang menguat, terutama di luar komponen makanan segar dan energi, menandakan tekanan harga yang lebih luas dan mendalam, membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ. Di sisi lain, Dolar AS tertekan oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Beberapa pejabat Fed, seperti Christopher Waller dan Beth Hammack, mengindikasikan kesiapan untuk menurunkan suku bunga jika ketegangan dagang dan tarif mulai berdampak pada pasar tenaga kerja dan pertumbuhan. Hal ini berlawanan dengan pendekatan hati-hati dari Ketua Fed Jerome Powell. Support terdekatnya di area 142.01 dan resistance terdekatnya di zona 143.57.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3849. Pelemahan kinerja mata uang ini terjadi akibat penurunan kinerja mata uang USD. Di sisi lain, komentar dari pejabat Fed seperti Neel Kashkari yang mengisyaratkan potensi PHK di masa depan menambah tekanan pada USD. Sementara itu, Dolar Kanada (CAD) juga tidak menunjukkan penguatan signifikan, karena sentimen pasar terhadap Kanada dibayangi oleh kekhawatiran terkait ancaman tarif dari AS. Presiden Donald Trump kembali menegaskan kemungkinan menaikkan tarif impor mobil Kanada, bagian dari upayanya untuk memperkuat industri otomotif domestik. Tekanan tambahan datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Kanada yang direvisi turun oleh IMF menjadi 1.4% untuk tahun 2025, serta keputusan Bank of Canada (BoC) untuk mempertahankan suku bunga di level 2.75%. Meski begitu, prospek pelemahan USD yang lebih luas karena data ekonomi AS yang melemah dan potensi pelonggaran kebijakan The Fed dapat membuka ruang bagi penguatan CAD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.3830 dan resistance terdekatnya di zona 1.3885.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8267. Pasangan USDCHF melemah tajam dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss di tengah ketidakpastian global dan kekhawatiran atas kebijakan tarif AS. CHF telah menguat sekitar 9% terhadap Dolar AS bulan ini—kenaikan bulanan terbesar sejak krisis keuangan 2008—dan sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari 2015. Penguatan ini memicu kekhawatiran dari pelaku industri ekspor di Swiss, yang mendorong wacana intervensi oleh Swiss National Bank (SNB). Meski SNB menyatakan tidak memanipulasi mata uang dan fokus pada stabilitas harga, tekanan terhadap USDCHF semakin besar seiring turunnya ekspektasi suku bunga AS serta ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump. Dengan USDCHF kini diperdagangkan di bawah kisaran dua tahun terakhir, risiko intervensi SNB dan spekulasi suku bunga negatif bisa terus membayangi arah pasangan ini. Support terdekatnya di area 0.8239 dan resistance terdekatnya di zona 0.8336.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

NZD

Bank Holiday

-

-

-

4:00am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

All Day

AUD

Bank Holiday

-

-

-

6:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-23

-21

-19

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

3.4%

3.2%

2.4%

1:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

-0.3%

1.0%

All Day

EUR

Italian Bank Holiday

-

-

-

3:00pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

-0.1%

0.2%

7:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

-0.4%

-0.6%

9:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

50.6

50.8

9:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

6.70%

Day 5

All

IMF Meetings

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788