Home
>
News
>
Publication
>
Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan AS Serta Kehati-hatian Kebijakan BoC Bawa USDCAD Turun
Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan AS Serta Kehati-hatian Kebijakan BoC Bawa USDCAD Turun
Thursday, 17 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1398

0.10%

GBPUSD

1.3239

-0.19%

AUDUSD

0.6371

0.08%

NZDUSD

0.5933

0.15%

USDJPY

141.82

0.73%

USDCHF

0.8233

-0.66%

USDCAD

1.3883

-0.23%

GOLDUD

3348.6

-0.83%

USD/IDR

16819

0.12%

Fokus USDCAD:

  1. Kinerja DXY melemah ke zona 99.47
  2. BoC sepakat mempertahankan suku bunganya

Kamis, 17 April 2025 – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3874. Performa pasangan mata uang Dollar Kanada menghadapi tekanan imbas kinerja mata uang Dolar AS yang semakin berat. Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, khususnya ancaman perang tarif dengan China dan Kanada, membuat pelaku pasar menjual USD. Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan kekhawatiran terhadap dampak perang dagang terhadap inflasi dan pertumbuhan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada bulan Juni. Meski data penjualan ritel AS di bulan Maret naik 1,4%, melebihi ekspektasi, Greenback tetap tertekan karena sentimen pasar lebih fokus pada risiko jangka menengah dari ketegangan dagang.

Dari sisi Kanada, Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga acuan di 2,75% setelah tujuh kali pemangkasan berturut-turut. Langkah ini mencerminkan sikap hati-hati terhadap ketidakpastian kebijakan tarif AS. BoC menyatakan bahwa jika perang dagang berkembang menjadi skenario penuh, Kanada bisa memasuki resesi dengan inflasi melonjak ke atas 3%. Meski inflasi terakhir lebih rendah dari perkiraan karena penghapusan pajak karbon dan harga minyak yang lemah, tekanan terhadap pertumbuhan tetap ada. Pasar kini memperkirakan dua pemangkasan lanjutan masing-masing 25 basis poin pada bulan Juni dan Juli.

Dari dalam negeri Kanada, proyeksi inflasi jangka pendek meningkat karena ekspektasi harga yang lebih tinggi dari dunia usaha dan konsumen. Namun, ekspektasi jangka panjang tetap stabil. Gubernur BoC Tiff Macklem menyatakan bahwa mereka akan menahan diri dari memberi panduan ke depan sampai ada kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan perdagangan global. Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap laju suku bunga Kanada tetap terbagi, tapi tekanan terhadap CAD tetap ada seiring prospek pemangkasan suku bunga lanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.3814 dan resistance terdekatnya di zona 1.3968. Support lanjutan di zona 1.3770 dan dilanjutkan ke zona 1.3710. Resistance lanjutan di zona 1.4020 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4066.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1374. Pasangan mata uang Euro mengalami penguatan didorong oleh pelemahan Dolar AS yang kembali berlanjut. Indeks Dolar (DXY) anjlok ke sekitar 99.40 seiring pasar kehilangan kepercayaan terhadap daya tarik struktural Greenback akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang inkonsisten. Pernyataan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell tentang risiko perlambatan ekonomi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut juga menekan USD. Data penjualan ritel AS yang positif (+1,4% di bulan Maret) gagal mengangkat Dolar karena fokus investor tertuju pada ketegangan perdagangan dan dampaknya terhadap inflasi. Sementara itu, Euro menunjukkan kekuatan menjelang keputusan suku bunga ECB hari Kamis, dengan ekspektasi pasar mengarah pada pemangkasan 25 basis poin menjadi 2,25%. Ini akan menjadi pemangkasan keenam secara berturut-turut, sebagai respons terhadap perlambatan inflasi jasa di zona euro yang kini di level terendah sejak 2022. Meski diprediksi dovish, pelaku pasar akan mencermati pernyataan ECB dan arah kebijakan ke depan, terutama di tengah upaya Uni Eropa merampungkan kesepakatan dagang baru dengan AS. Sikap positif dari Menteri Ekonomi Spanyol soal negosiasi dagang UE-AS turut mendukung sentiment. Support terdekatnya di zona 1.1320 dan resistance terdekatnya di zona 1.1425.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3222. GBPUSD melemah seiring data inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Inflasi tahunan bulan Maret turun ke 2,6% dari 2,8% pada Februari, di bawah ekspektasi 2,7% dan proyeksi Bank of England (BoE) sendiri. Penurunan ini terjadi terutama pada sektor rekreasi, transportasi, serta perumahan dan utilitas. Core inflation juga turun tipis menjadi 3,4%. Dengan data ini, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 85% bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan 8 Mei mendatang, dengan potensi dua pemangkasan tambahan hingga akhir tahun. Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, data penjualan ritel bulan Maret naik 1,4%, sedikit di atas ekspektasi, namun kelompok kontrol yang digunakan untuk menghitung PDB hanya tumbuh 0,4%. Ini menunjukkan konsumsi belum cukup kuat untuk mengangkat prospek pertumbuhan secara keseluruhan. Di sisi lain, indeks Dolar AS (DXY) turun ke 99.44 karena sentimen pasar tertekan oleh ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Namun, arah GBP/USD ke depan akan sangat dipengaruhi oleh pidato Ketua The Fed Jerome Powell, yang bisa memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter AS. Support terdekatnya di area 1.2318 dan resistance terdekatnya di zona 1.3297.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6359. Kenaikan kinerja Aussie didorong oleh kombinasi sentimen risiko global yang membaik dan pelemahan Dolar AS. Data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang di atas ekspektasi (5,4% YoY di Q1) menjadi katalis utama, mengingat Australia sangat bergantung pada ekspor komoditas ke Tiongkok. Selain itu, lonjakan harga emas sebagai aset aman juga memberi dukungan tambahan bagi mata uang komoditas seperti AUD. Namun, penguatan ini masih rapuh karena AUD tetap menjadi indikator utama ketegangan dagang AS-Tiongkok, yang kembali memanas setelah masing-masing negara memberlakukan kebijakan tarif baru. Secara domestik, fundamental ekonomi Australia masih dibayangi tekanan. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,1% di Maret, sementara pertumbuhan pekerjaan meleset dari ekspektasi pasar. Bank Sentral Australia (RBA) diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Mei mendatang, dengan pasar mulai memproyeksikan total 120 bps pemangkasan sepanjang tahun ini. Meski begitu, menurut analis ING, pengaruh kebijakan moneter RBA terhadap AUD saat ini relatif kecil dibanding faktor eksternal seperti dinamika perdagangan global dan permintaan komoditas dari Tiongkok, yang akan tetap menjadi penentu utama arah AUDUSD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 0.6325 dan resistance terdekatnya di zona 0.6397.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5916. Pasangan mata uang NZDUSD menguat setelah data inflasi kuartal I-2025 Selandia Baru menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,5%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar 2,3% dan juga di atas proyeksi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Inflasi triwulanan juga naik menjadi 0,9%, mengalahkan estimasi 0,7%. Meski angka ini belum cukup untuk mengubah arah kebijakan moneter secara drastis, hasil ini menambah tekanan pada RBNZ untuk berhati-hati dalam melanjutkan pemangkasan suku bunga. Pasar tetap memperkirakan adanya pelonggaran lanjutan, namun angka inflasi ini bisa menunda atau memperkecil skala penurunan dalam waktu dekat. Dari sisi Dolar AS, meskipun data penjualan ritel AS untuk Maret naik 1,4% dan melampaui ekspektasi, pasar tidak bereaksi signifikan karena fokus tetap pada arah kebijakan The Fed. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral akan menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengubah kebijakan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai Juni. Support terdekatnya di area 0.5882 dan resistance terdekatnya di zona 0.5958.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 142.64. Naiknya pasangan mata uang ini didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan dari Bank of Japan (BoJ) dan respons pasar terhadap ketidakpastian inflasi Jepang. Data inflasi nasional Jepang untuk Maret, yang akan dirilis Jumat, diperkirakan menunjukkan peningkatan CPI inti (tidak termasuk makanan segar) menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,0%. Angka ini akan menjadi penentu arah kebijakan BoJ pada pertemuan Mei, namun pasar menilai tekanan inflasi belum cukup untuk mengubah sikap longgar BoJ secara signifikan, terutama di tengah lemahnya konsumsi domestik. Dari sisi AS, meski data penjualan ritel Maret naik 1,4%, melebihi ekspektasi, Dolar AS masih tertekan oleh ketegangan dagang yang makin dalam dengan Tiongkok. Presiden Trump memerintahkan penyelidikan tarif terhadap impor mineral kritis, sementara Beijing membalas dengan pembatasan ekspor rare earth. Meskipun The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga mulai Juni, pelemahan Yen yang lebih besar disebabkan oleh perbedaan arah kebijakan moneter antara Fed dan BoJ, serta potensi perlambatan inflasi di Jepang yang dapat menunda normalisasi kebijakan BoJ lebih lanjut. Support terdekatnya di area 141.39 dan resistance terdekatnya di zona 143.27.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8172. Turunnya kinerja pasangan mata uang ini mendekati level terendah 10 tahun yang disentuh pekan lalu. Pelemahan ini didorong oleh terus menurunnya kepercayaan pasar terhadap outlook ekonomi AS dan meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin sepanjang 2025.  Dari sisi global, meningkatnya ketegangan dagang AS-Tiongkok kembali menghidupkan kekhawatiran resesi dan mendorong arus masuk ke aset safe haven seperti Franc Swiss. Penundaan sementara tarif balasan oleh Presiden Trump selama 90 hari tidak cukup menenangkan pasar, karena ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS masih tinggi. Ditambah lagi, lonjakan tarif impor terhadap produk-produk strategis dari Tiongkok hingga 145% memicu risiko eskalasi perang dagang lebih lanjut. Dengan latar belakang ini, Swiss Franc tetap menjadi salah satu mata uang utama dengan kinerja terbaik tahun ini, dan tren turun USD CHF berpotensi berlanjut jika ketegangan global tidak mereda. Support terdekatnya di area 0.8100 dan resistance terdekatnya di zona 0.8238.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

3:00am

USD

TIC Long-Term Purchases

112.0B

35.2B

-42.2B

5:45am

NZD

CPI q/q

0.9%

0.8%

0.5%

6:00am

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.23T

-0.25T

0.19T

8:30am

AUD

Employment Change

32.2K

39.8K

-57.5K

8:30am

AUD

Unemployment Rate

4.1%

4.2%

4.0%

Tentative

AUD

NAB Quarterly Business Confidence

-

-

-4

1:00pm

CHF

Trade Balance

-

5.22B

4.80B

1:00pm

EUR

German PPI m/m

-

-0.1%

-0.2%

3:30pm

GBP

BOE Credit Conditions Survey

-

-

-

5:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

7:15pm

EUR

Main Refinancing Rate

-

2.40%

2.65%

7:15pm

EUR

Monetary Policy Statement

-

-

-

7:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

12.89B

7.91B

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

225K

223K

7:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

2.2

12.5

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.45M

1.46M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.42M

1.50M

7:45pm

EUR

ECB Press Conference

-

-

-

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

24B

57B

10:45pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788