Home
>
News
>
Publication
>
Ketidakpastian Global Meningkat, USDCAD Berpotensi Naik Lebih Tinggi
Ketidakpastian Global Meningkat, USDCAD Berpotensi Naik Lebih Tinggi
Thursday, 27 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0481

-0.09%

GBPUSD

1.2673

-0.09%

AUDUSD

0.6304

-0.13%

NZDUSD

0.5691

-0.04%

USDJPY

149.08

0.16%

USDCHF

0.8946

0.07%

USDCAD

1.4333

0.15%

GOLDUD

2919.9

-0.23%

USD/IDR

16364

0.11%

Fokus USDCAD:

  1. DXY menguat ke zona 106.50
  2. Kesepakatan damai Rusia dan Ukraina


Kamis,27 Februari 2024
– Mata uang Loonie naik ke zona 1.4348. Penguatan kinerja mata uang ini terdorong naik pasca mendapatkan dukungan dari mata uang Dolar AS yang menguat karena pemulihan imbal hasil obligasi dan meningkatnya kekhawatiran inflasi di tengah kebijakan tarif Trump. Indeks DXY kembali mendekati level 106,50 setelah sempat melemah, sementara investor menanti data ekonomi AS yang penting, termasuk PDB kuartal IV 2024 dan inflasi PCE yang akan dirilis akhir pekan ini. Disisi lain, penguatan kinerja USD juga didorong oleh katalis Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik meloloskan paket pemotongan pajak senilai $4.5 triliun, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Disisi CAD, mata uang ini terus menguat terutama disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah, dengan WTI turun ke sekitar $69 per barel level terendah dalam dua bulan. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, yang berpotensi mencabut sanksi terhadap Rusia dan meningkatkan pasokan minyak global. Sebagai eksportir minyak terbesar ke AS, melemahnya harga minyak memberikan tekanan pada CAD. Selain itu, laporan terbaru dari EIA menunjukkan peningkatan persediaan bensin AS sebesar 0,4 juta barel dan peningkatan produksi minyak domestik menjadi 13,502 juta barel per hari, yang semakin memperlemah prospek harga minyak dan mata uang terkait komoditas seperti CAD.

Faktor lain yang membebani CAD adalah ketidakpastian perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tarif 25% terhadap barang impor dari Kanada dan 10% terhadap ekspor energi Kanada akan mulai berlaku pada 2 April. Kebijakan ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi bagi Kanada, mengingat AS merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut. Bank of Canada (BoC) juga menghadapi dilema terkait kebijakan moneter, di mana meningkatnya ketidakpastian global dapat memaksa bank sentral untuk menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut guna menjaga stabilitas ekonomi. Namun, tekanan dari kebijakan tarif AS dapat memaksa BoC untuk mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut jika dampak negatif terhadap ekonomi Kanada semakin terasa.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.4307 dan resistance terdekatnya di zona 1.4382. Support lanjutan di zona 1.4270 dan dilanjutkan ke zona 1.4250. Resistance lanjutan di zona 1.4422 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4470.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0477. Penurunan kinerja mata uang Euro terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 25% pada produk-produk dari Uni Eropa. Langkah ini memperburuk sentimen risiko di pasar dan menekan euro, yang sebelumnya sudah tertekan oleh prospek kebijakan dovish dari Bank Sentral Eropa (ECB). ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk kelima kalinya dalam pertemuan minggu depan, dengan penurunan suku bunga deposito menjadi 2,5%. Data ekonomi Zona Euro yang lemah, termasuk perlambatan pertumbuhan upah di Q4 2024, semakin memperkuat ekspektasi bahwa ECB akan terus melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, beberapa pejabat ECB, seperti Isabel Schnabel, menilai bahwa perlambatan ekonomi bukan hanya akibat suku bunga tinggi, tetapi juga faktor struktural, sehingga pemangkasan suku bunga mungkin tidak seagresif yang diantisipasi pasar. Support terdekatnya di zona 1.0449 dan resistance terdekatnya di zona 1.0512.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2664. Pelemahan ini terjadi seiring dengan penguatan kembali dolar AS, didorong oleh rebound imbal hasil obligasi AS setelah lima hari berturut-turut mengalami tekanan. Indeks DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, juga mengalami pemulihan setelah sebelumnya turun ke level terendah 11 minggu. Sementara itu, meskipun Bank of England (BoE) diperkirakan akan melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2025, prospek kebijakan moneter Inggris sudah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar, sehingga tidak memberikan dorongan tambahan bagi GBP. Selain itu, meningkatnya ketegangan perdagangan global berpotensi menekan pound dalam jangka menengah. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menerapkan tarif 25% terhadap produk-produk Eropa, termasuk mobil, meskipun belum ada rincian lebih lanjut. Sementara Inggris tampaknya masih terhindar dari dampak langsung kebijakan perdagangan Trump, ketidakpastian global dapat memicu tekanan tambahan pada GBP. Support terdekatnya di area 1.2622 dan resistance terdekatnya di zona 1.2718.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6305. Tekanan pada pasangan mata uang ini disebabkan oleh penguatan kinerja dolar AS. Data inflasi Australia yang lebih lemah dari ekspektasi, dengan CPI tetap di 2.5% dibandingkan perkiraan 2.6%, menambah tekanan pada dolar Australia. Meskipun inflasi masih berada dalam target Reserve Bank of Australia (RBA), bank sentral baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4.1% dan mengindikasikan bahwa pemangkasan lebih lanjut belum tentu terjadi dalam waktu dekat. Selain itu, pelemahan belanja modal Australia sebesar -0.2% pada kuartal IV 2024 semakin memperkuat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi negara tersebut. Di sisi lain, dolar AS menguat setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik meloloskan paket pemotongan pajak senilai $4.5 triliun, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Selain itu, Presiden Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 25% pada impor dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa, yang dapat memperburuk sentimen risiko global dan semakin menekan AUDUSD. Support terdekatnya di zona 0.6284 dan resistance terdekatnya di zona 0.6343.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5693. Lemahnya performa mata uang Kiwi ditekan oleh penguatan yang terjadi pada mata uang USD. Selain faktor eksternal, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) turut membebani NZD. Menurut Kepala Ekonom ASB, Nick Tuffley, RBNZ diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan mendatang di April dan Mei. Namun, pelemahan dolar AS akibat data ekonomi yang mengecewakan, termasuk turunnya kepercayaan konsumen ke level 98.3 pada Februari, dapat membatasi penurunan pasangan NZD/USD. Investor kini menantikan pernyataan dari pejabat Federal Reserve, termasuk Michelle Bowman, Beth Hammack, dan Patrick Harker, yang berpotensi memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga. Support terdekatnya di area 0.5674 dan resistance terdekatnya di zona 0.5719.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.36. Mata uang USDJPY menguat seiring dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang lebih ketat. Yen Jepang telah menjadi mata uang G10 dengan kinerja terbaik terhadap dolar AS tahun ini, berkat prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ. Inflasi yang terus meningkat, dengan CPI mencapai 3,2% pada Januari, semakin memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga dari 0,50% menjadi 0,75% tahun ini. Pasar memperkirakan langkah ini dapat terjadi pada Juni atau paling lambat September. Sementara itu, investor menantikan data ekonomi utama Jepang yang akan dirilis Jumat ini, termasuk inflasi Tokyo, produksi industri, dan penjualan ritel, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter BoJ. Support terdekatnya di area 148.57 dan resistance terdekatnya di zona 149.85

USDCHF- Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8950. Kenaikan kinerja mata uang Swiss imbas dari Dolar AS (USD) yang berhasil pulih dari level terendah 11 minggu meskipun data ekonomi AS yang lemah dan kekhawatiran tarif dari Presiden AS Donald Trump masih membayangi pasar. Pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) memberikan dukungan bagi USD, dengan Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, menegaskan pendekatan "wait-and-see" terkait kebijakan suku bunga hingga inflasi kembali ke target 2%. Selain itu, Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menyatakan bahwa bank sentral AS masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Sementara itu, ketidakpastian global dan konflik yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina dapat meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe-haven seperti Swiss Franc (CHF). Pernyataan terbaru dari Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan bahwa perundingan damai masih jauh dari tercapai, yang dapat memperkuat daya tarik CHF sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Support terdekatnya di area 0.8915 dan resistance terdekatnya di zona 0.8976.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

7:00am

NZD

ANZ Business Confidence

58.4

-

54.4

7:30am

AUD

Private Capital Expenditure q/q

-0.2%

0.6%

1.6%

3:00pm

CHF

GDP q/q

-

0.2%

0.4%

3:00pm

EUR

Spanish Flash CPI y/y

-

3.0%

2.9%

4:00pm

EUR

M3 Money Supply y/y

-

3.8%

3.5%

4:00pm

EUR

Private Loans y/y

-

1.2%

1.1%

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

All Day

EUR

Italian 10-y Bond Auction

-

-

3.60|1.8

7:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

8:30pm

CAD

Current Account

-

-3.2B

-3.2B

8:30pm

USD

Prelim GDP q/q

-

2.3%

2.3%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

222K

219K

8:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.2%

0.3%

8:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

2.0%

-2.2%

8:30pm

USD

Prelim GDP Price Index q/q

-

2.2%

2.2%

9:15pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

-0.9%

-5.5%

10:00pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-276B

-196B

Day 2

All

G20 Meetings

-

-

-

11:45pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788