| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1779 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3528 | -0.08% |
AUDUSD | 0.7163 | -0.01% |
NZDUSD | 0.5891 | -0.14% |
USDJPY | 159.18 | 0.09% |
USDCHF | 0.7841 | -0.10% |
USDCAD | 1.3704 | -0.02% |
GOLDUD | 4793.94 | -0.38% |
USD/IDR | 17,111 | 0.24% |
Fokus Utama:
EURUSD
Jumat, 17 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak di zona negatif di sekitar level 1,1776, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam delapan minggu. Pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Donald Trump yang menyampaikan adanya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Meskipun perkembangan ini memberikan optimisme terhadap stabilitas kawasan, ketidakpastian terkait kelanjutan negosiasi tetap membuat pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil posisi.
Harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai permanen antara AS dan Iran turut menjadi faktor yang membentuk arah pasar. Namun, potensi meningkatnya volatilitas menjelang pertemuan tersebut justru memberikan dukungan jangka pendek bagi dolar AS, sehingga membatasi ruang penguatan euro terhadap dolar.
Dari sisi kebijakan moneter, European Central Bank masih menunjukkan pendekatan yang fleksibel dengan kecenderungan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat. Christine Lagarde menegaskan pentingnya sikap adaptif, meskipun pasar tetap memperkirakan adanya kenaikan suku bunga secara bertahap dalam tahun ini yang berpotensi menopang euro dalam jangka menengah. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.1740, sementara resistance di area 1.1820.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 1,3517 pada perdagangan hari Jumat, mengoreksi sebagian kenaikan sebelumnya setelah sempat mendekati level 1,3600. Pergerakan ini mencerminkan adanya tekanan jual yang masih konsisten setiap kali harga mencoba rebound, sehingga membatasi potensi penguatan lanjutan pound sterling dalam jangka pendek.
Dari sisi domestik, data ekonomi Inggris menunjukkan hasil yang beragam. Produk Domestik Bruto (PDB) dan sektor jasa mencatat pertumbuhan di atas ekspektasi, namun pelemahan pada sektor manufaktur dan produksi industri menjadi faktor penekan utama. Kondisi ini membuat arah pergerakan pound cenderung tidak memiliki katalis yang kuat. Pelaku pasar juga menantikan pernyataan dari pejabat Bank of England yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter.
Sementara itu, dari sisi global, dolar AS masih mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Pernyataan Donald Trump terkait potensi kesepakatan dengan Iran dan rencana gencatan senjata di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya meyakinkan pasar. Selain itu, gangguan pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya menopang penguatan dolar AS dan menekan GBP/USD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3480, sementara resistance di area 1.3560.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0,7162 pada hari Jumat dan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah tipis, meskipun masih ditopang oleh fundamental yang relatif solid. Sentimen pasar tetap cukup positif setelah adanya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang memicu harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, sikap hawkish dari Reserve Bank of Australia turut memberikan dukungan bagi dolar Australia, terutama melalui komitmen menjaga stabilitas ekspektasi inflasi.
Namun demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga RBA yang masih kuat tertahan oleh kekhawatiran global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Ketidakstabilan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, terbatasnya peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang perkembangan negosiasi AS–Iran membuat pergerakan AUDUSD cenderung terbatas dengan tekanan korektif. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7120, sementara resistance di area 0.7200.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini melemah untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 0,5883 pada hari Jumat. Tekanan pada pasangan ini muncul seiring penguatan dolar AS yang didorong oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan. Kondisi ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga menekan pergerakan dolar Selandia Baru, meskipun tetap ada harapan dari prospek negosiasi lanjutan dan optimisme yang disampaikan Donald Trump terkait peluang tercapainya gencatan senjata permanen.
Dari sisi domestik, pelemahan NZD juga dipengaruhi oleh turunnya inflasi pangan ke level terendah dalam lebih dari satu tahun. Selain itu, perkembangan ekonomi China sebagai mitra dagang utama Selandia Baru turut menjadi faktor penting yang memengaruhi arah mata uang ini. Proyeksi pertumbuhan yang stabil namun moderat serta terbatasnya peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat membuat NZDUSD cenderung bergerak melemah dengan ruang pergerakan yang terbatas. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.5850, sementara resistance di area 0.5920.
USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 159,32 pada hari Jumat, melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Pernyataan Donald Trump terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sempat memberikan sentimen positif, namun laporan pelanggaran di lapangan membuat ketegangan tetap tinggi dan menjaga permintaan terhadap dolar AS.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan. Di sisi lain, kekhawatiran intervensi dari otoritas Jepang menjadi faktor yang dapat membatasi pelemahan yen, seiring pernyataan Satsuki Katayama dan sikap hati-hati Bank of Japan dalam kebijakan moneter. Kombinasi faktor ini membuat penguatan USDJPY cenderung terbatas meskipun tren jangka pendek masih mengarah naik. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 158,80, sementara resistance di area 159,80.
USDCHF - Franc Swiss bergerak di kisaran 0,7833, mendekati level tertinggi sejak Juli 2011, seiring menurunnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Hal ini dipicu oleh meningkatnya optimisme terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong pergeseran sentimen pasar ke arah aset berisiko.
Meredanya ketegangan geopolitik turut mengurangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global. Kondisi ini juga menurunkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif dari bank sentral utama, sehingga memberikan ruang bagi mata uang seperti franc Swiss untuk tetap berada di level kuat.
Di sisi lain, risalah pertemuan terbaru Swiss National Bank menunjukkan adanya peningkatan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Swiss. Faktor global, khususnya konflik di Timur Tengah, masih menjadi risiko utama terhadap inflasi. Otoritas juga menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna mencegah penguatan franc yang terlalu cepat dan menjaga stabilitas harga domestik. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7800 resistance di area 0.7860.
USDCAD - Pasangan mata uang ini masih bergerak melemah untuk hari kelima berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 1,3701 pada hari Jumat. Tekanan pada pasangan ini terjadi seiring penguatan dolar Kanada yang didukung oleh kenaikan harga minyak, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir utama minyak ke Amerika Serikat. Harga minyak mentah jenis WTI juga bertahan di sekitar level USD90 per barel, ditopang oleh kekhawatiran gangguan pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk laporan pelanggaran gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang meningkatkan kehati-hatian investor. Pernyataan Donald Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari memberikan sedikit optimisme, namun kondisi di lapangan yang belum stabil tetap menjaga volatilitas pasar dan mendukung harga energi.
Di sisi lain, pelemahan USDCAD masih tertahan oleh dukungan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven menjelang pertemuan antara AS dan Iran pada akhir pekan. Harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai memang memberikan sentimen positif, namun ketidakpastian yang masih tinggi membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan USD/CAD cenderung melemah terbatas. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3680, sementara resistance di area 1.3750.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:30am | AUD | RBA Assist Gov Hunter Speaks |
|
|
|
2:00am | GBP | MPC Member Taylor Speaks |
|
|
|
6:00am | USD | President Trump Speaks |
|
|
|
7:00pm | GBP | MPC Member Pill Speaks |
|
|
|
Day 5 | All | IMF Meetings | |||
10:30pm | USD | FOMC Member Daly Speaks | |||
11:15pm | USD | FOMC Member Barkin Speaks |