Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan Timur Tengah Dorong Penguatan USDCAD
Ketegangan Timur Tengah Dorong Penguatan USDCAD
Tuesday, 12 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1783

-0.22%

GBPUSD

1.3608

-0.21%

AUDUSD

0.7248

-0.36%

NZDUSD

0.5963

-0.27%

USDJPY

157.13

0.29%

USDCHF

0.7778

0.23%

USDCAD

1.3677

0.12%

GOLDUD

4740.56

0.70%

USD/IDR

17,410

0.00%

Fokus:

  1. Eskalasi konflik Timur Tengah meningkatkan permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.
  2. Kenaikan harga minyak menopang dolar Kanada dan membatasi penguatan USDCAD.


USDCAD
Selasa, 12 Mei 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak naik ke area 1,3694 setelah sehari sebelumnya bergerak relatif datar. Penguatan pasangan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS seiring memburuknya kondisi geopolitik global. Investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat memanasnya hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah laporan media AS menyebut Presiden Donald Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap jalannya negosiasi untuk meredakan konflik kawasan. Beberapa pejabat pemerintahan AS bahkan mengindikasikan bahwa opsi dimulainya kembali operasi militer besar kini mulai dipertimbangkan lebih serius. Sementara itu, pihak Iran juga menegaskan bahwa militernya siap memberikan respons terhadap kemungkinan serangan baru, sehingga meningkatkan risiko eskalasi konflik dan memperkuat daya tarik dolar AS sebagai aset lindung nilai.

Walaupun dolar AS memperoleh dukungan kuat, pelemahan dolar Kanada masih relatif terbatas karena ditopang kenaikan harga minyak mentah. Kanada yang merupakan salah satu pemasok minyak utama ke Amerika Serikat memiliki mata uang yang cukup sensitif terhadap pergerakan harga energi global. Meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah mendorong harga minyak naik dan memberikan dukungan tambahan terhadap dolar Kanada, sehingga membatasi ruang kenaikan USDCAD.

Di sisi lain, lonjakan harga energi juga kembali memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi di Kanada. Inflasi tahunan Kanada pada Maret tercatat mencapai 2,4%, sekaligus menjadi level tertinggi dalam setahun terakhir. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperhatikan kemungkinan perubahan sikap Bank of Canada (BoC) apabila tekanan harga terus meningkat akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan. Meskipun sebelumnya BoC mempertahankan kebijakan suku bunga tetap stabil, perkembangan harga energi masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan berikutnya. Support berada di area 1,3650, sementara resistance 1,3725.

EURUSD - Pasangan mata uang ini terkoreksi ke kisaran 1,1760 pada perdagangan sesi Asia Selasa di tengah meningkatnya kewaspadaan investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat periode April. Pergerakan euro terhadap dolar AS turut tertekan oleh kembali meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong aliran dana ke aset safe haven, terutama dolar AS. Ketegangan tersebut meningkat setelah pejabat parlemen Iran menegaskan kesiapan militernya untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan, sementara kondisi gencatan senjata di kawasan dinilai masih rapuh. Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran semakin memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan antara kedua negara.

Di tengah tekanan tersebut, euro masih memperoleh dukungan dari ekspektasi sikap hawkish European Central Bank (ECB). Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga sebaiknya tidak ditunda apabila harga energi belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang yang sangat besar terhadap kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni mendatang, dengan proyeksi total tiga kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2026. Prospek kebijakan moneter ECB yang lebih ketat ini dinilai mampu membantu menopang pergerakan euro di tengah kuatnya permintaan dolar AS. Support berada di area 1,1720, sementara resistance di area 1,1790.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini terkoreksi ke kisaran 1,3588 pada sesi perdagangan Asia Selasa di tengah penguatan dolar AS. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat bulan April yang diperkirakan mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Inflasi utama AS diproyeksikan naik menjadi 3,7% secara tahunan dari sebelumnya 3,3%, sedangkan inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 2,7% dari 2,6%. Apabila hasil data inflasi melampaui ekspektasi pasar, kondisi tersebut dapat memperkuat dolar AS karena meningkatkan peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Sentimen geopolitik juga turut menopang penguatan dolar AS setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump dilaporkan mulai mempertimbangkan kembali opsi operasi militer skala besar setelah proses negosiasi dengan Iran mengalami hambatan. Di sisi lain, parlemen Iran menegaskan bahwa militernya siap memberikan respons terhadap potensi serangan baru. Selain faktor global, pound sterling turut terbebani oleh meningkatnya tekanan politik domestik di Inggris menyusul hasil pemilu daerah yang kurang menguntungkan bagi Partai Buruh. Kondisi tersebut memicu ketidakpastian politik dan memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan pound sterling. Support berada di area 1,3550, sementara resistance di area 1,3625.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini terkoreksi terbatas ke kisaran 0,7230 pada sesi perdagangan Asia Selasa setelah sebelumnya menguat dalam dua hari beruntun. Walaupun mengalami tekanan ringan, struktur teknikal masih menunjukkan kecenderungan positif karena harga tetap bergerak di dalam pola ascending channel pada grafik harian. Pergerakan yang masih bertahan di atas EMA 9-hari dan EMA 50-hari menandakan tren kenaikan jangka menengah masih cukup kuat. Di sisi lain, indikator RSI 14-hari yang berada di sekitar level 60 mengindikasikan momentum bullish tetap terjaga dan belum memasuki kondisi jenuh beli.

Secara teknikal, AUDUSD memiliki peluang untuk kembali menguji area 0,7277 yang menjadi level tertinggi sejak Juni 2022. Jika level tersebut mampu ditembus, ruang penguatan diperkirakan terbuka menuju area resistance berikutnya di sekitar batas atas ascending channel pada level 0,7460. Namun, apabila tekanan bearish meningkat, pasangan ini berpotensi bergerak turun menuju support awal di sekitar 0,7214 dan area support channel di kisaran 0,7200. Penurunan yang lebih dalam dapat membawa harga menguji EMA 50-hari di sekitar 0,7096, sementara penembusan di bawah level tersebut dapat memicu perubahan tren menjadi bearish dan membuka peluang pelemahan menuju area 0,6833. Support di area 0,7215, sementara resistance di area 0,7277.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,5954 pada perdagangan sesi Asia Selasa setelah gagal melanjutkan penguatan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya. Tekanan terhadap dolar Selandia Baru muncul seiring penguatan moderat dolar AS di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat. Meski demikian, pelemahan pasangan ini masih cenderung terbatas karena investor memilih menunggu arah baru dari hasil data Consumer Price Index (CPI) AS yang dinilai akan menjadi penentu ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar global juga masih dibayangi ketidakpastian geopolitik setelah harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali memudar. Kedua negara dilaporkan saling menolak proposal perdamaian terkait konflik dan program nuklir Iran, termasuk ketegangan mengenai Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi global. Laporan media AS menyebut Presiden Donald Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap proses negosiasi dan mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer besar. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan memberikan tekanan tambahan terhadap NZD/USD.

Di sisi lain, pelemahan NZDUSD berpotensi tertahan oleh ekspektasi kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang masih cenderung hati-hati terhadap inflasi. Pasar menilai RBNZ masih membuka peluang mempertahankan kebijakan ketat guna mengembalikan inflasi ke target jangka menengah di sekitar 2%. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor juga akan tertuju pada hasil data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed dan menentukan pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Tingginya sensitivitas pasar terhadap kedua faktor tersebut diperkirakan masih akan menjaga volatilitas NZDUSD. Support berada di area 0,5935, sementara resistance di area 0,5980.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 157,58 pada perdagangan Selasa seiring masih kuatnya permintaan terhadap dolar AS. Dari sisi Jepang, penguatan pasangan ini terjadi meskipun otoritas Jepang terus meningkatkan koordinasi dengan Amerika Serikat terkait stabilitas pasar mata uang. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyampaikan bahwa Jepang dan AS sepakat untuk terus berkoordinasi dalam memantau pergerakan nilai tukar setelah intervensi yang dilakukan pemerintah Jepang guna menahan pelemahan yen. Sebelumnya, otoritas Jepang diketahui melakukan intervensi ketika yen melemah hingga menyentuh level atas 160 per dolar AS. Namun demikian, tekanan terhadap yen masih berlanjut karena pasar tetap melihat adanya perbedaan kebijakan moneter yang cukup lebar antara Jepang dan AS.

Di sisi lain, dolar AS memperoleh dukungan dari meningkatnya sentimen safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Kekhawatiran pasar meningkat setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump mulai mempertimbangkan kembali operasi militer besar akibat mandeknya negosiasi dengan Iran. Pernyataan parlemen Iran yang menegaskan kesiapan militernya untuk merespons serangan lanjutan juga semakin meningkatkan ketidakpastian global. Selain faktor geopolitik, pelaku pasar saat ini turut menantikan rilis data inflasi konsumen AS yang dapat memberikan petunjuk terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini juga menjadi perhatian investor karena diperkirakan membahas isu perdagangan, kecerdasan buatan, dan keamanan energi global. Support berada di area 156,90, sementara resistance di area 158,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 0,7796 pada perdagangan Selasa seiring pelemahan franc Swiss di tengah sikap dovish Swiss National Bank (SNB). SNB dinilai masih berupaya menahan penguatan franc Swiss dengan menekankan bahwa tekanan inflasi domestik masih relatif rendah. Gubernur SNB Martin Schlegel juga menilai kenaikan inflasi tahunan Swiss ke level 0,6% pada April belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap tekanan harga jangka menengah. Selain itu, SNB tetap membuka peluang intervensi di pasar valuta asing guna membatasi penguatan CHF yang sebelumnya didorong permintaan safe haven akibat konflik Timur Tengah.

Di sisi lain, dolar AS memperoleh dukungan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan kuatnya permintaan aset safe haven. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global akibat konflik di Timur Tengah turut menopang penguatan greenback. Meski demikian, pasar juga mulai mempertimbangkan kemungkinan perubahan sikap SNB apabila penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama dan memicu lonjakan harga energi berkepanjangan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi di Swiss dan membuka peluang kenaikan suku bunga SNB pada akhir tahun, meskipun untuk sementara dolar AS masih lebih dominan di pasar. Support berada di area 0,7760, sementara resistance di area 0,7825.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

8:30am

AUD

NAB Business Confidence

-24

-

-29

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

2.35|2.6

12:00pm

JPY

Leading Indicators

-

114.4%

113.3%

1:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.6%

0.6%

1:30pm

CHF

PPI m/m

-

0.4%

0.2%

2:15pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

2:15pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

3:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

0.2%

0.1%

4:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

-21.6

-20.9

4:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

-19.2

-17.2

4:30pm

AUD

Annual Budget Release

-

-

-

5:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

96.1

95.8

7:15pm

USD

ADP Weekly Employment Change

-

-

39.3K

7:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

CPI m/m

-

0.6%

0.9%

7:30pm

USD

CPI y/y

-

3.7%

3.3%

9:30pm

AUD

CB Leading Index m/m

-

-

1.1%

Tentative

USD

Fed Chair Nomination Vote

-

Pass

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788