Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan Global Meningkat, USDCHF Melemah
Ketegangan Global Meningkat, USDCHF Melemah
Thursday, 27 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0752

0.32%

GBPUSD

1.2887

0.29%

AUDUSD

0.6297

0.32%

NZDUSD

0.5729

0.26%

USDJPY

150.55

-0.33%

USDCHF

0.8836

-0.19%

USDCAD

1.4265

-0.05%

GOLDUD

3020.3

0.61%

USD/IDR

16583

-0.30%

Fokus NZDUSD:

  1. Kebijakan tarif AS baru menambah ketidakpastian global
  2. Peringatan SNB dan prospek Franc Swiss

Kamis, 27 Maret 2025 – Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8836. Penurunan ini seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven seperti Franc Swiss (CHF) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kekhawatiran akan eskalasi perang dagang dan ketegangan geopolitik telah mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, menekan pergerakan Dolar AS (USD). 

Pelemahan Greenback terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa tarif impor mobil sebesar 25% akan segera diberlakukan, meskipun beberapa negara mungkin mendapatkan pengecualian. Selain itu, keputusan untuk menerapkan tarif sekunder pada negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela menambah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Pelaku pasar kini menantikan pengumuman tarif timbal balik minggu depan, yang dapat memperburuk ketegangan ekonomi global. Jika kebijakan ini memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengganggu prospek laba perusahaan, tekanan terhadap USD bisa semakin meningkat. Namun, jika ada indikasi langkah-langkah tarif yang lebih moderat, greenback berpotensi mendapatkan dorongan dalam jangka pendek.

Swiss National Bank (SNB) dalam buletin triwulannya menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi global meningkat secara signifikan, terutama akibat risiko geopolitik dan kebijakan tarif AS. SNB juga mengakui bahwa CHF mengalami depresiasi terhadap Euro dan USD setelah pemotongan suku bunga pada Desember lalu. Namun, bank sentral Swiss menegaskan bahwa mereka siap mengambil langkah kebijakan moneter tambahan jika diperlukan untuk mempengaruhi nilai tukar atau suku bunga. Jika ketidakpastian global terus berlanjut, permintaan terhadap CHF sebagai aset safe-haven bisa semakin meningkat, menekan USDCHF lebih dalam.

Dalam waktu dekat, pasar akan mencermati rilis PDB final kuartal keempat (Q4), klaim tunjangan pengangguran awal mingguan, dan penjualan rumah yang tertunda, yang dijadwalkan pada hari Kamis. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dukungan bagi USD dan membatasi pelemahan terhadap CHF. Namun, jika data menunjukkan pelemahan ekonomi, kombinasi faktor makro dan ketidakpastian perdagangan bisa semakin menekan USDCHF.

Harga pada pasangan mata uang USDCHF turun. Support terdekatnya di area 0.8823 dan resistance terdekatnya di zona 0.8852. Support lanjutan di zona 0.8806 dan dilanjutkan ke zona 0.8777. Resistance lanjutan di zona 0.8864 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.8893.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0752. Kenaikan ini seiring pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) yang terkoreksi karena pasar memburuk akibat meningkatnya kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Trump mengumumkan tarif 25% pada impor mobil dan truk ringan yang akan berlaku mulai minggu depan, dengan pengecualian sementara selama satu bulan untuk impor suku cadang otomotif. Hal ini mengikuti tarif 25% pada baja dan aluminium yang telah diterapkan sebelumnya, serta potensi tarif timbal balik pada 2 April, yang menciptakan ketidakpastian di pasar. Di sisi lain, meskipun pesanan barang tahan lama AS dirilis lebih baik dari ekspektasi pada hari Rabu. Selain itu, prospek kebijakan moneter The Fed juga menekan Greenback. Federal Reserve tetap pada proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 bps pada 2025, yang semakin memperlemah USD dan memberikan dukungan bagi EURUSD. Dari sisi Eropa, Uni Eropa telah mengisyaratkan akan membalas tarif AS dengan menerapkan bea impor pada produk AS. Ini meningkatkan risiko eskalasi perang dagang antara AS dan UE, yang dapat menahan kenaikan lebih lanjut dari EURUSD karena ketidakpastian ekonomi di kawasan tersebut. Ke depan, fokus pasar tertuju pada final GDP Q4, initial jobless claims, dan pending home sales yang akan dirilis hari ini. Selain itu, pidato beberapa anggota FOMC dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter The Fed dan berdampak pada pergerakan USD. Namun, katalis utama bagi pasar tetap berada pada Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis pada hari Jumat (28/3). Support terdekatnya di area 1.0737 dan resistance terdekatnya di zona 1.0791.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2887. Pasangan mata uang ini menguat karena tekanan yang berlanjut pada Dolar AS (USD) yang melemah akibat turunnya imbal hasil obligasi. Imbal hasil Treasury AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing turun ke 4,0% dan 4,34%, mencerminkan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Namun, kenaikan GBPUSD berpotensi terbatas di tengah meningkatnya sentimen risk-off akibat eskalasi kebijakan perdagangan AS. Presiden Donald Trump pada Rabu malam menandatangani perintah pemberlakuan tarif 25% untuk impor mobil, yang akan berlaku mulai 2 April, dengan masa penangguhan satu bulan untuk suku cadang. Dari sisi kebijakan moneter, komentar hawkish dari Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, memperkuat ketidakpastian. Musalem memperingatkan bahwa kebijakan tarif dapat mengganggu stabilitas ekonomi AS, meningkatkan ketidakpastian, dan mendorong inflasi lebih tinggi, yang berpotensi menunda pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Fokus pasar kini tertuju pada data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini, termasuk klaim tunjangan pengangguran awal dan final GDP Q4 AS, yang dapat mempengaruhi arah USD lebih lanjut. Di sisi lain, Sterling menghadapi tekanan dari pelemahan data inflasi Inggris. Rilis terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari menunjukkan inflasi Inggris melandai lebih cepat dari ekspektasi, memperkuat spekulasi bahwa Bank of England (BoE) mungkin cenderung ke arah pelonggaran moneter lebih cepat dari perkiraan. IHK umum Inggris tumbuh 2,8% YoY, lebih rendah dari prakiraan 2,9% dan melambat dari 3,0% di Januari. Sementara IHK inti naik 3,5%, di bawah ekspektasi 3,6%, sementara inflasi sektor jasa tetap di 5%, yang masih menjadi perhatian utama bagi BoE. Secara bulanan, IHK hanya naik 0,4%, meleset dari perkiraan 0,5%, meskipun lebih tinggi dari kontraksi -0,1% di Januari. Support terdekatnya di area 1.2875 dan resistance terdekatnya di zona 1.2939.

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6297. Kenaikan ini didukung oleh tekanan jual yang mereda pada Dolar AS (USD) meskipun Greenback masih bertahan dalam tren pemulihan. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS, terutama tarif yang akan datang, serta perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed terus menjadi faktor utama dalam pergerakan mata uang. Greenback tetap dalam suasana positif karena pelaku pasar mulai menyesuaikan ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan melakukan lebih sedikit pemangkasan suku bunga tahun ini. Proyeksi terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang direvisi turun dan inflasi yang lebih tinggi, dengan tarif AS menjadi faktor utama dalam meningkatnya tekanan harga. Sentimen ini memberikan dorongan bagi USD, sementara AUD yang sensitif terhadap risiko tetap dalam posisi rapuh, mengingat ketergantungan Australia pada ekspor komoditas ke Tiongkok. Penurunan permintaan dari Tiongkok berpotensi menekan ekonomi Australia lebih lanjut dan menghambat apresiasi AUD. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,10% pada bulan Februari, dengan Gubernur Michele Bullock mengisyaratkan bahwa kebijakan selanjutnya akan bergantung pada data inflasi yang akan datang. Meskipun demikian, beberapa analis memperkirakan kemungkinan tambahan pemangkasan sebesar 75 basis poin jika eskalasi perang dagang terus membebani ekonomi global. Risalah pertemuan terbaru RBA mengungkapkan perdebatan internal terkait besaran pemangkasan suku bunga, dengan keputusan akhirnya jatuh pada pengurangan sebesar 25 basis poin. Sementara itu, data ketenagakerjaan Australia menunjukkan penurunan 52,8 ribu lapangan kerja pada Februari, menghapus kenaikan yang tercatat di bulan sebelumnya. Namun, tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%, memberikan sedikit ruang bagi RBA dalam mengambil langkah kebijakan berikutnya. Dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Rata-Rata Tertimbang Februari menurun menjadi 2,4% dari 2,5%, sementara IHK Rata-Rata Terpangkas turun menjadi 2,7% di Kuartal 4. Meskipun angka bulanan tetap sejalan dengan proyeksi RBA untuk kuartal kedua, bank sentral cenderung lebih memperhatikan angka inflasi kuartalan, yang dianggap lebih luas dan lebih stabil dibandingkan volatilitas data bulanan. Support terdekatnya di area 0.6285 dan resistance terdekatnya di zona 0.6325.

NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5729. Pasangan ini menguat meskipun tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) serta meningkatnya ketegangan perdagangan global terus membayangi pergerakannya. Meskipun data Produk Domestik Bruto (PDB) Selandia Baru pekan lalu mencatat pertumbuhan yang mengejutkan, pelaku pasar tetap memperkirakan RBNZ akan tetap pada jalur kebijakan moneter yang lebih longgar. Para ekonom, termasuk Darren Gibbs dari Westpac, menilai bahwa data PDB yang lebih baik dari ekspektasi tidak akan banyak mengubah prospek kebijakan moneter dalam jangka pendek. Proyeksi pasar saat ini mengarah pada pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan RBNZ bulan April dan Mei, yang dapat terus membebani pergerakan NZD terhadap USD. Di sisi lain, eskalasi perang dagang kembali menjadi perhatian utama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% pada impor mobil, yang dijadwalkan berlaku pada 2 April. Trump juga mengisyaratkan bahwa tarif tambahan dapat diberlakukan secara lebih luas, meskipun dengan kebijakan yang lebih lunak daripada timbal balik. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi domestik, yang berpotensi melemahkan USD dalam jangka panjang. Jika RBNZ terus mengindikasikan pemangkasan suku bunga yang agresif, Kiwi dapat mengalami tekanan lebih lanjut. Namun, jika ketidakpastian kebijakan perdagangan AS mulai berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan melemahkan USD, hal ini dapat memberikan sedikit ruang bagi NZD untuk bertahan di atas level support utama. Support terdekatnya di area 0.5716 dan resistance terdekatnya di zona 0.5754.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 150.55. Penurunan ini dipicu perbaikan sentimen risiko global yang menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen. Harapan akan stimulus tambahan dari Tiongkok turut memberikan dorongan bagi sentimen pasar, meskipun masih dibayangi ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS. Optimisme pasar terhadap langkah-langkah stimulus Tiongkok telah mendorong risk appetite, mengurangi minat investor terhadap Yen yang berfungsi sebagai aset safe haven. Namun, ketidakpastian terkait rencana tarif Presiden AS Donald Trump berpotensi membatasi kenaikan sentimen risiko, yang dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap JPY. Dari sisi kebijakan moneter, Bank of Japan (BoJ) semakin menunjukkan komitmennya untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, yang dapat memberikan dukungan bagi Yen dalam jangka menengah. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika prospek ekonomi sejalan dengan target inflasi, meskipun ia mengakui bahwa tren harga saat ini masih di bawah target 2%. Di sisi lain, The Fed mengisyaratkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, yang memperlebar perbedaan kebijakan antara kedua bank sentral. Jika ekspektasi ini terus berkembang, divergensi kebijakan moneter dapat membatasi pelemahan Yen lebih lanjut. pelaku pasar akan mencermati rilis data CPI Tokyo serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter BoJ dan The Fed. Support terdekatnya di area 150.17 dan resistance terdekatnya di zona 150.73.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4265.  Pasangan mata uang ini tertekan oleh pelemahan Dolar AS (USD) di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sementara imbal hasil obligasi AS turun ke 4,0% untuk tenor 2 tahun dan 4,35% untuk tenor 10 tahun. Investor menantikan data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis, termasuk klaim tunjangan pengangguran awal mingguan dan laporan final PDB kuartal keempat (Q4). Selain itu, laporan Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) pada hari Jumat akan menjadi indikator penting bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Namun, penurunan USDCAD kemungkinan akan terbatas karena Dolar Kanada (CAD) menghadapi risiko dari kebijakan perdagangan AS. Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah mengenakan tarif 25% pada impor mobil, yang mulai berlaku pada 2 April, dengan pengecualian satu bulan untuk impor suku cadang. Namun, suku cadang yang berasal dari Kanada dan Meksiko yang memenuhi aturan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) akan dikecualikan hingga sistem tarif diberlakukan secara penuh. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran bagi industri otomotif Kanada, yang bergantung pada perdagangan dengan AS. Menanggapi kebijakan tarif ini, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap pekerja otomotif Kanada. Ia segera kembali ke Ottawa untuk membahas langkah respons pemerintah terhadap kebijakan tersebut. Jika ketegangan dagang meningkat, CAD bisa mengalami tekanan lebih lanjut, yang berpotensi menahan pelemahan USDCAD. Support terdekatnya di area 1.4266 dan resistance terdekatnya di zona 1.4323.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:10am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

12:30am

CAD

BOC Summary of Deliberations

-

-

-

3:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

8:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

3:30pm

GBP

MPC Member Dhingra Speaks

-

-

-

4:00pm

EUR

M3 Money Supply y/y

-

3.8%

3.6%

4:00pm

EUR

Private Loans y/y

-

1.4%

1.3%

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

7:30pm

USD

Final GDP q/q

-

2.3%

2.3%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

225K

223K

7:30pm

USD

Final GDP Price Index q/q

-

2.4%

2.4%

7:30pm

USD

Goods Trade Balance

-

-134.6B

-155.6B

7:30pm

USD

Prelim Wholesale Inventories m/m

-

0.7%

0.8%

9:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

0.9%

-4.6%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

37B

9B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788