Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan Geopolitik dan Stok Minyak Mentah AS Meningkatkan Minyak
Ketegangan Geopolitik dan Stok Minyak Mentah AS Meningkatkan Minyak
Friday, 09 February 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0777

-0.04%

GBPUSD

1.2620

-0.03%

AUDUSD

0.6493

-0.12%

NZDUSD

0.6095

0.43%

USDJPY

149.32

0.07%

USDCHF

0.8740

0.09%

USDCAD

1.3461

0.06%

GOLDUD

2033.49

-0.02%

COFU 

76.42

0.24%

USD/IDR

15630

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Pasukan Israel menyerang daerah-daerah di Rafah, kota perbatasan selatan.
  • Stok minyak mentah EIA mencapai 5,521 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi 1,895 juta barel.

***************************************************************

Jumat, 9 Februari 2024 – Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada pagi ini ke level $76.43 seiring ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah setelah Israel menolak tawaran gencatan senjata dari Hamas.

Dalam berita yang beredar, pasukan Israel mengebom kota perbatasan selatan Rafah pada hari Kamis setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak sebuah proposal untuk mengakhiri perang di daerah kantung Palestina tersebut dan pembebasan Sandra yang ditahan di jalur Gaza. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken telah mengisyaratkan kemungkinan negosiasi lebih lanjut untuk mencapai resolusi. Selain itu, sebuah delegasi dari Hamas, yang dipimpin oleh pejabat senior Khalil Al-Hayya, akan berangkat ke Kairo pada hari Kamis untuk melakukan pembicaraan dengan Mesir dan Qatar yang bertujuan untuk mencapai sebuah kesepakatan gencatan senjata

Di sisi pasokan minyak mentah, stok Minyak Mentah mingguan American Petroleum Institute (API) menunjukkan peningkatan sebesar 0,674 juta barel, dibanding penurunan sebelumnya sebesar 2,5 juta barel. Meskipun demikian, angka yang dilaporkan masih jauh di bawah prakiraan 2,133 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 2 Februari, sehingga mendukung harga minyak mentah. Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah sebesar 5,521 juta barel, melampaui ekspektasi 1,895 juta barel dan angka sebelumnya 1,234 juta barel. Hal ini mungkin telah meredam kenaikan harga minyak.

Di Rusia, kerusakan kilang akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina dan pemadaman teknis menyebabkan lebih banyak minyak mentah ekspor dari yang direncanakan pada bulan Februari, sehingga berpotensi merusak janji negara tersebut untuk mengurangi pasokan berdasarkan pakta OPEC+. Berdasarkan kesepakatan dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang disebut OPEC+, Rusia berkomitmen untuk membatasi produksi minyak mentah sebesar 9,5 juta barel per hari (bph). Negara ini juga secara sukarela memotong ekspor minyak mentah sebesar 300.000 barel per hari dan ekspor bahan bakar sebesar 200.000 barel per hari dari rata-rata tingkat Mei-Juni.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

0:05

USD - FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788