| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1619 | -0.04% |
GBPUSD | 1.3325 | -0.14% |
AUDUSD | 0.7152 | -0.39% |
NZDUSD | 0.5844 | -0.27% |
USDJPY | 158.68 | 0.14% |
USDCHF | 0.7863 | 0.10% |
USDCAD | 1.3749 | 0.07% |
GOLDUD | 4545.80 | -0.81% |
USD/IDR | 17,491 | 0.00% |
Fokus:
EURUSD
Senin, 18 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1.1614 pada, dipengaruhi meningkatnya minat pasar terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Permintaan terhadap dolar menguat di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung tanpa kepastian penyelesaian. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko, sehingga euro berada di bawah tekanan terhadap dolar AS.
Sentimen negatif terhadap euro juga dipicu laporan media Iran yang menyebut respons terbaru Amerika Serikat belum menawarkan kompromi nyata untuk mengakhiri konflik. Pemerintah AS dikabarkan tetap mengajukan beberapa syarat utama dalam proposal perdamaian, termasuk penghapusan uranium dari program nuklir Iran serta pembatasan pelepasan aset Iran yang dibekukan. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar global dan memperkuat posisi dolar AS di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap aset aman.
Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mendesak Iran untuk segera mengambil keputusan turut menambah kehati-hatian pelaku pasar. Investor saat ini juga menantikan rilis data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) dari Eurozone dan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis. Data tersebut diperkirakan akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan EURUSD dalam jangka pendek.
Meski demikian, pelemahan euro diperkirakan masih terbatas seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter European Central Bank yang cenderung lebih ketat. Beberapa pejabat ECB memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga guna menjaga inflasi tetap terkendali. Survei Reuters juga menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga deposit sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 persen pada Juni, sehingga dapat membantu menopang pergerakan euro terhadap dolar AS. Support berada di area 1.1580, sementara resistance di area 1.1650.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini kembali bergerak melemah dan mencatat penurunan selama lima sesi perdagangan berturut-turut pada Senin. Nilai tukar ini turun hingga mendekati area 1.3307, yang menjadi level terendah sejak 8 April, di tengah penguatan dolar AS secara luas. Permintaan terhadap dolar meningkat karena investor cenderung mencari aset aman seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dolar AS semakin mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mengambil langkah penyelesaian konflik. Di saat yang sama, laporan media Israel menyebutkan bahwa AS dan Israel sedang mempercepat persiapan militer untuk kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran. Ketegangan terkait program nuklir Iran dan isu Selat Hormuz juga mendorong harga minyak naik ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang tetap ketat dari Federal Reserve, sehingga semakin menopang penguatan dolar AS.
Sementara itu, poundsterling turut berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik setelah Partai Buruh mengalami hasil yang kurang memuaskan dalam pemilu lokal terbaru. Pengunduran diri Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting juga menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pemerintahan. Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data ketenagakerjaan dan inflasi Inggris pekan ini yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank of England, meskipun tekanan bearish terhadap GBPUSD masih cukup kuat. Support berada di area 1.3270, sementara resistance di area 1.3345.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini kembali bergerak melemah dan mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dengan diperdagangkan di sekitar 0.7124 pada sesi Asia Senin. Pelemahan dolar Australia dipicu rilis data ekonomi China yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Penjualan ritel China pada April hanya tumbuh 0,2 persen secara tahunan, jauh di bawah proyeksi pasar, sementara produksi industri dan investasi aset tetap juga menunjukkan perlambatan. Kondisi ini menekan sentimen terhadap dolar Australia mengingat China merupakan mitra dagang utama Australia.
Di sisi lain, dolar AS terus menguat setelah pasar semakin memperhitungkan peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan bahwa pengendalian inflasi masih menjadi prioritas utama dan tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan harga tetap tinggi. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperbesar permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Iran, ditambah meningkatnya kekhawatiran konflik AS–China mengenai Taiwan, semakin meningkatkan kehati-hatian pasar global dan memberi tekanan tambahan terhadap AUDUSD. Support berada di area 0.7100, sementara resistance di area 0.7160.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0.5828 pada perdagangan sesi Asia Senin, tertekan oleh rilis data ekonomi China yang berada di bawah ekspektasi pasar. Data penjualan ritel China pada April tercatat tumbuh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, sementara produksi industri juga mengalami perlambatan dan gagal memenuhi proyeksi pasar. Kondisi ini memberikan tekanan terhadap dolar Selandia Baru karena mata uang kiwi sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi China sebagai mitra dagang utama Selandia Baru.
Di sisi lain, dolar AS terus mendapat dukungan setelah pasar semakin meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan bahwa pengendalian inflasi masih menjadi fokus utama dan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih ketat apabila tekanan harga tetap tinggi. Kombinasi penguatan dolar AS dan lemahnya data ekonomi China membuat tekanan terhadap NZDUSD masih cukup dominan dalam jangka pendek. Support berada di area 0.5800, sementara resistance di area 0.5860.
USDJPY - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatan untuk enam hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 158.91 pada hari Senin. Penguatan pasangan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS setelah pasar semakin meyakini bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat guna mengendalikan inflasi. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama dan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi tetap tinggi. Selain itu, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven, terutama setelah Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan Iran terkait konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Di sisi lain, yen Jepang masih menghadapi tekanan meskipun ekspektasi pasar terhadap normalisasi kebijakan Bank of Japan mulai meningkat. Data inflasi produsen Jepang yang lebih tinggi dari perkiraan memunculkan spekulasi bahwa BoJ dapat mempercepat kenaikan suku bunga untuk meredam risiko inflasi akibat lonjakan harga energi global. Namun, kenaikan harga minyak dan ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi beban bagi perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. Pelaku pasar juga mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang yang diperkirakan tetap moderat, sementara inflasi tahunan masih berada dalam tren meningkat meskipun mendapat bantuan subsidi pemerintah. Support berada di area 158.20,sementara resistance di area 159.40.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0.7871 pada perdagangan hari kamis, didukung penguatan dolar AS di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Sentimen pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kondisi ini mendorong investor cenderung memilih dolar AS sebagai aset aman, terutama setelah pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve guna menjaga inflasi tetap terkendali.
Di sisi lain, penguatan USDCHF masih relatif terbatas karena franc Swiss juga tetap diminati sebagai mata uang safe haven di tengah tingginya ketidakpastian global. Pelaku pasar saat ini juga mencermati perkembangan konflik geopolitik serta arah kebijakan bank sentral utama dunia untuk menentukan pergerakan selanjutnya. Dengan minimnya rilis data ekonomi utama pada awal pekan, pergerakan USDCHF diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen risiko global dan dinamika pergerakan dolar AS. Support berada di area 0.7845, sementara resistance di area 0.7900.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 1.3758 pada perdagangan sesi hari Senin, didorong oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset aman. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberikan peringatan keras kepada Iran terkait konflik yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Selain itu, laporan mengenai kemungkinan persiapan serangan lanjutan oleh AS dan Israel terhadap Iran turut meningkatkan kekhawatiran investor dan memperkuat daya tarik dolar AS sebagai safe haven.
Sementara itu, kenaikan harga minyak mentah akibat terganggunya jalur perdagangan di Selat Hormuz memberikan dukungan terhadap dolar Kanada, sehingga membatasi kenaikan USDCAD lebih lanjut. Namun, lonjakan harga energi juga memperbesar kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat. Dengan minimnya agenda data ekonomi penting dari AS dan Kanada pada awal pekan, fokus pasar diperkirakan masih tertuju pada perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arah penguatan dolar AS. Support berada di area 1.3720, sementara resistance di area 1.3790.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 48.9 |
| 46.2 |
6:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | 1.20% |
| 0.80% |
2:35pm | GBP | MPC Member Greene Speaks |
|
|
|
3:30pm | GBP | MPC Member Mann Speaks |
|
|
|
Day 1 | All | G7 Meetings |
|
|
|