| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08510 | -0.15% |
GBPUSD | 1.29580 | -0.18% |
AUDUSD | 0.62920 | -0.24% |
NZDUSD | 0.57110 | -0.39% |
USDJPY | 147.680 | 0.51% |
USDCHF | 0.88090 | 0.39% |
USDCAD | 1.44240 | 0.13% |
GOLDUD | 2,981.710 | 0.29% |
COFU | 66.78 | 0.13% |
USD/IDR | 16,448 | -0.54% |
Jumat, 14 Maret 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat dipicu oleh sinyal akan tertundanya kesepakatan damai Ukraina. Selain itu, potensi sanksi lebih lanjut terhadap Iran, dan mengetatnya pasokan minyak Rusia turut mendukung laju harga minyak.
Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis mengatakan bahwa meskipun Rusia pada prinsipnya mendukung usulan AS untuk gencatan senjata, namun masih membutuhkan sejumlah klarifikasi dan persyaratan sebelum melakukan gencatan senjata 30 hari. Komentar dari Putin tersebut mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan gencatan senjata masih belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Turut mendukung harga, Rusia dan China menyatakan dukungan terhadap Iran dengan menekankan bahwa perundingan nuklir hanya boleh dilanjutkan berdasarkan rasa saling menghormati dan semua sanksi harus dicabut, ungkap diplomat senior dari kedua negara pada hari Jumat. Pernyataan bersama tersebut mengindikasikan potensi memanasnya tensi lebih lanjut yang mengarah pada sanksi lebih ketat dari AS dan sekutunya terhadap Iran.
Dukungan lainnya datang dari dua perusahaan minyak milik pemerintah China, Sinopec dan Zhenhua Oil, yang menghentikan pembelian minyak Rusia hingga ada pembicaraan yang mengarah pada pelonggaran atau pencabutan sanksi AS, ungkap beberapa sumber perdagangan. Selain itu, PetroChina dan CNOOC mengurangi volume minyak Rusia yang dimuat pada bulan Maret, tambahnya. Berita itu mengisyaratkan potensi Rusia untuk memperketat pasokan dengan menurunnya permintaan dari China tersebut.
Sementara itu, dalam Laporan Pasar Minyak terbaru yang dirilis hari Kamis, IEA menurunkan proyeksi pertumbuhan konsumsi minyak global untuk tahun ini sekitar 100.000 bph menjadi 1,03 juta bph akibat perang dagang yang meningkat dan kondisi ekonomi makro yang rapuh. Di sisi pasokan, IEA memperingatkan akan terjadi surplus 600.000 bph pada tahun 2025, dan pengumuman OPEC+ pada minggu lalu mengisyaratkan potensi tambahan sebesar 400.000 bph, katanya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 63.1 | 64.7 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Expectations |
| 64.3 | 64 |