Home
>
News
>
Publication
>
Kesepakatan Damai Gaza Tercapai, Buat Pergerakan Minyak Terbatasi
Kesepakatan Damai Gaza Tercapai, Buat Pergerakan Minyak Terbatasi
Thursday, 16 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.02680

0.28%

GBPUSD

1.21900

0.43%

AUDUSD

0.62210

0.39%

NZDUSD

0.56180

0.23%

USDJPY

156.400

-0.56%

USDCHF

0.91270

-0.18%

USDCAD

1.43440

-0.16%

GOLDUD

2,693.770

0.29%

COFU

79.05

-0.33%

USD/IDR

16,306

0.39%

Fokus Crude Oil:

  • Hamas dan Israel sepakati gencatan senjata awal selama enam minggu yang akan berlaku mulai hari Minggu.
  • OPEC proyeksikan permintaan minyak global akan bertumbuh sebesar 1,4 juta bph selama dua tahun kedepan.

***********************************************************

Kamis, 16 Januari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dipicu oleh sentimen dari tercapainya kesepakatan gencatan senjata Gaza. Meski demikian, proyeksi positif OPEC dan kekhawatiran akan mengetatnya pasokan Rusia akibat sanksi baru dari AS berpotensi mendukung harga kembali menguat.

Kelompok Hamas dan Israel pada hari Rabu mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata awal selama enam minggu dengan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari jalur Gaza, yang menurut para mediator akan mulai berlaku pada hari Minggu. Kesepakatan tersebut menjadi sinyal positif yang menandai berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 15 bulan di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 1,96 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,6 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan naik tak terduga sebesar 5,85 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2,6 juta barel.

Sementara itu, OPEC pada hari Rabu merilis laporan bulanan yang memproyeksikan bahwa permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 1,4 juta bph selama tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan permintaan dari India dan China secara total akan mencapai sekitar 550.000 bph tahun ini dan tahun depan, yang mewakili hampir 40% dari total pertumbuhan permintaan global. OPEC juga memperkirakan India berpotensi menyamai permintaan minyak China pada tahun 2026 nanti dengan pertumbuhan sebesar 270.000 bph.

Turut mendukung pergerakan harga, Departemen Luar Negeri dan Keuangan AS pada hari Rabu memberlakukan sanksi pada lebih dari 250 target, termasuk beberapa yang berbasis di China, yang ditujukan pada penghindaran Rusia terhadap sanksi AS dan pangkalan industri militernya. Sanksi baru terhadap Rusia tersebut berpotensi memperketat pasokan Rusia ke pasar global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.6%

0.7%

20:30

USA - Export Prices MoM

 

0.2%

0%

20:30

USA - Import Prices MoM

 

0.1%

0.1%

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

210K

201K

20:30

USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index

 

-5

-16.4

22:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.1%

0.1%

22:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

45

46

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788