Home
>
News
>
Publication
>
Kesepakatan AS-Iran Topang Emas, Namun Sinyal Hawkish The Fed Batasi Kenaikan
Kesepakatan AS-Iran Topang Emas, Namun Sinyal Hawkish The Fed Batasi Kenaikan
Thursday, 18 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1501

0.17%

GBPUSD

1.3288

0.19%

AUDUSD

0.7015

0.21%

NZDUSD

0.5772

0.26%

USDJPY

160.66

-0.01%

USDCHF

0.7996

-0.13%

USDCAD

1.4099

0.04%

GOLDUD

4257.67

1.45%

USD/IDR

17,748

0.00%

Fokus Emas:

  1. Kesepakatan Sementara AS-Iran dan Meredanya Risiko Inflasi Energi
  2. Sikap Hawkish The Fed dan Meningkatnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Rabu, 18 Juni 2026 – Harga emas dibuka menguat ke level US$4.257 per troy ons setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam akibat keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%-3,75%. Penguatan emas didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran merilis kesepakatan sementara yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sebagai landasan menuju perundingan damai yang lebih permanen. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz serta pelonggaran sejumlah pembatasan terhadap ekspor minyak Iran. 

Meredanya tekanan di pasar energi turut menurunkan ekspektasi inflasi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama investor. Namun, optimisme terkait normalisasi pasokan energi pasca-kesepakatan AS-Iran membuat harga minyak kembali terkoreksi. Meski demikian, pasar tetap berhati-hati mengingat Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa opsi militer masih dapat digunakan apabila Iran dianggap melanggar komitmen dalam perjanjian tersebut. Dengan kata lain, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang dan masih berpotensi memicu volatilitas pada pasar komoditas, termasuk emas.

Dari sisi kebijakan moneter, sentimen terhadap emas masih dibatasi oleh sikap Federal Reserve yang cenderung hawkish. Dalam proyeksi terbarunya, 9 dari 19 pejabat The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan hingga akhir tahun guna memastikan inflasi kembali menuju target 2%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember meningkat menjadi sekitar 85%, dibandingkan 61% sebelum hasil rapat The Fed diumumkan. Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga belum memberikan sinyal yang jelas mengenai waktu dimulainya pelonggaran kebijakan moneter. Pelaku pasar kini akan mencermati data ekonomi AS berikutnya, terutama PMI manufaktur dan jasa, data penjualan rumah, serta indikator inflasi lanjutan yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga dan prospek harga emas dalam jangka pendek.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.190 hingga $4.123, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.353 hingga $4.449. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.960, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.612.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

01:00am

USD

Fed Interest Rate Decision

3.75%

3.75%

3.75%

01:00am

USD

FOMC Economic Projections

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788