| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1501 | 0.17% |
GBPUSD | 1.3288 | 0.19% |
AUDUSD | 0.7015 | 0.21% |
NZDUSD | 0.5772 | 0.26% |
USDJPY | 160.66 | -0.01% |
USDCHF | 0.7996 | -0.13% |
USDCAD | 1.4099 | 0.04% |
GOLDUD | 4,257.67 | 1.45% |
COFU | 74.88 | -0.23% |
USD/IDR | 17,748 | 0.00% |
Kamis, 18 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi pesimis IEA, dan ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata oleh Presiden AS dan Iran. Meski demikian, ancaman Trump kembali memicu keraguan akan pertemuan resmi antara AS - Iran di Swiss pada hari Jumat ini menjadi katalis positif yang mendukung harga.
Dalam Laporan Pasar Minyak bulan Juni yang dirilis hari Rabu, EIA kembali memangkas perkiraan permintaan minyak global tahun 2026, turun sebesar 1,1 juta bph, atau turun sebesar 700.000 bph dari perkiraan sebelumnya. Proyeksi yang lebih lemah ini muncul karena IEA menilai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz akan dapat memulihkan aliran minyak dari Teluk Persia. IEA juga memperingatkan pasokan minyak global dapat meningkat sekitar 8 juta bph menjadi 110,3 juta bph pada tahun 2027, seiring dengan pulihnya produksi di Teluk Timur Tengah dan peningkatan target produksi OPEC+.
Turut membebani harga, dokumen kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangi pada Rabu malam baik oleh Presiden AS Donald Trump maupun Presiden Iran Masoud Pezeshkian, ungkap pernyataan resmi dari Gedung Putih. Sebagai langkah pertama, Teheran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan AS akan segera mencabut blokade angkatan laut, kata Perdana Menteri Pakistan Shebhaz Sharif, yang membantu menengahi pembicaraan antara kedua pihak.
Meski demikian, Trump mengatakan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut belum final, dan AS dapat kembali menyerang Iran jika ia tidak menyukai kesepakatan akhir yang akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat - yang rinciannya belum dirilis. Trump juga menegaskan bahwa AS tidak berinvestasi di Iran, menyusul laporan yang beredar sebelumnya bahwa AS siap mengizinkan dana investasi untuk Iran sebagai imbalan atas persetujuan Teheran untuk penyelesaian akhir.
Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,26 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Juni, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 4,6 juta barel. Penurunan tersebut sekaligus menandai yang terbesar sejak Februari. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 906.000 barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 225K | 229K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1800K | 1795K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 10 | -0.4 |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.1% | 0.1% |