| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.04750 | 0.19% |
GBPUSD | 1.26540 | 0.43% |
AUDUSD | 0.62040 | 0.32% |
NZDUSD | 0.56030 | 0.32% |
USDJPY | 149.480 | -0.60% |
USDCHF | 0.89660 | -0.23% |
USDCAD | 1.44810 | -0.05% |
GOLDUD | 2,892.700 | -0.37% |
COFU | 68.46 | -0.69% |
USD/IDR | 16,574 | -0.60% |
Selasa, 04 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh beberapa sentimen negatif antara lain keputusan mengejutkan OPEC+, peningkatan pasokan Kazakhstan, dan ancaman balasan tarif dari China terhadap AS.
Dalam pertemuan virtual yang berlangsung hari Senin, OPEC dan sekutunya memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana peningkatan produksi minyak sebesar 138.000 bph mulai bulan April sesuai yang telah disepakati. Keputusan tersebut sekaligus menandai kenaikan pertama yang dilakukan OPEC+ sejak tahun 2022. Meski demikian, kelompok aliansi itu menambahkan bahwa peningkatan bertahap itu bersifat fleksibel dan dapat dihentikan sementara atau dibatalkan tergantung pada kondisi pasar.
Masih dari OPEC, Kazakhstan yang telah meningkatkan produksi minyak mentah dan kondensat gas pada Februari sebesar 13% dari Januari ke rekor tertinggi 2,12 juta bph, kata seorang sumber pada hari Senin. Untuk produksi minyak mentah sendiri dilaporkan melonjak pada bulan lalu sebesar 15,5% dari Januari menjadi 1,83 juta bph, tambah sumber tersebut. Berita tersebut menunjukkan Kazakhstan telah melampaui kuota produksi sebesar 1,468 juta bph yang disepakati bersama dengan anggota OPEC+ lainnya.
Turut membebani harga, Kementerian Perdagangan China pada hari Selasa berjanji akan membalas tarif impor baru AS, yaitu bea masuk tambahan sebesar 10% yang akan efektif berlaku pada pukul 05.01 GMT pada tanggal 4 Maret, sehingga mengakibatkan tarif kumulatif sebesar 20%. Media resmi Global Times pada hari Senin melaporkan bahwa China telah menargetkan produk pertanian dan makanan AS, dan akan membalas dengan serangkaian tindakan tarif dan non-tarif. Isyarat eskalasi tensi dagang antara kedua negara konsumen minyak utama itu berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi global.
Sementara itu, sektor perminyakan Kanada berpotensi akan semakin melambat dengan adanya tarif 10% Trump yang menargetkan 4 juta bph minyak Kanda yang diimpor ke AS, kata perwakilan industri pada hari Senin. Diperkirakan jumlah rig Kanada tahun 2025 akan menurun sekitar 5% menjadi rata-rata 175 rig aktif dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 185 rig, ungkap analisa terbaru dari bank investasi TD Cowen.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 53.1 | 52 |