| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0391 | -0.34% |
GBPUSD | 1.2404 | -0.10% |
AUDUSD | 0.6214 | -0.21% |
NZDUSD | 0.5632 | -0.14% |
USDJPY | 154.03 | -0.16% |
USDCHF | 0.9072 | 0.26% |
USDCAD | 1.4481 | 0.19% |
COFU | 73.38 | 0.38% |
GOLDUD | 2792.5 | 0.15% |
USD/IDR | 16253 | 0.31% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 31 Januari 2025 - Harga minyak mentah terus menguat didorong oleh kekhawatiran pasar terkait ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap impor dari Kanada dan Meksiko, dua eksportir minyak terbesar ke AS. Brent crude untuk kontrak Maret naik 38 sen menjadi $77,25 per barel, sementara kontrak April yang lebih aktif diperdagangkan di $76,23 per barel, naik 34 sen. West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 49 sen ke level $73,22 per barel. Meskipun secara mingguan Brent turun 1,6% dan WTI melemah 2%, sepanjang Januari Brent mencatat kenaikan 3,6% dan WTI naik 2%, menandai kinerja bulanan terbaik sejak Juni 2023.
Investor masih menunggu keputusan akhir Trump mengenai apakah tarif 25% akan mencakup impor minyak dari Kanada dan Meksiko. Ketidakpastian ini menjaga harga minyak tetap tinggi, terutama karena potensi gangguan pasokan akibat kebijakan luar negeri pemerintahan Trump. Selain itu, sanksi baru AS terhadap industri minyak Rusia, termasuk Gazprom Neft dan Surgutneftgas, yang mengekspor sekitar 970.000 barel per hari selama 10 bulan pertama 2024, turut memperketat pasokan global. Sanksi tambahan terhadap Venezuela dan tekanan maksimum terhadap Iran juga menambah faktor risiko geopolitik yang mendukung kenaikan harga minyak.
Selain ancaman tarif, pelaku pasar minyak juga mengamati pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia (OPEC+), yang dijadwalkan berlangsung Senin depan. Trump kembali menekan OPEC dan Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak, dengan klaim bahwa harga minyak yang lebih rendah dapat membantu mengakhiri konflik di Ukraina. Namun, dengan kemungkinan peningkatan permintaan akibat pengisian kembali cadangan minyak strategis AS serta potensi berkurangnya ekspor Rusia, harga minyak masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | CNY | Bank Holiday | - | - | - |
8:30pm | USD | Core PCE Price Index m/m | - | 0.2% | 0.1% |
8:30pm | USD | Employment Cost Index q/q | - | 0.9% | 0.8% |
8:30pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
8:30pm | USD | Personal Income m/m | - | 0.4% | 0.3% |
8:30pm | USD | Personal Spending m/m | - | 0.5% | 0.4% |
9:45pm | USD | Chicago PMI | - | 40.3 | 36.9 |