| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0455 | 0.11% |
GBPUSD | 1.2551 | 0.16% |
AUDUSD | 0.6309 | 0.25% |
NZDUSD | 0.5666 | 0.37% |
USDJPY | 153.15 | -0.33% |
USDCHF | 0.9035 | -0.18% |
USDCAD | 1.4191 | -0.07% |
GOLDUD | 2927.5 | 0.22% |
USD/IDR | 16360 | -0.07% |
Fokus NZDUSD:
Jumat, 14 Februari 2025 - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5682. Kinerja mata uang Dolar AS (USD) melemah, mendorong penguatan NZDUSD. Pelemahan USD terjadi akibat turunnya imbal hasil obligasi AS, meski kekhawatiran perang dagang global tetap membayangi. Pasar memperkirakan Federal Reserve (Fed) baru akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS naik pada Januari. Akibatnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga bergeser dari Juni ke September, meskipun beberapa ekonom menilai peluang pelonggaran kebijakan semakin kecil karena permintaan domestik yang kuat dan pasar tenaga kerja yang stabil. Fokus pasar berikutnya adalah data penjualan ritel AS yang akan dirilis hari ini.
Dari Selandia Baru, ekspektasi inflasi yang lebih rendah memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Survei ekspektasi inflasi kuartal I 2025 menunjukkan penurunan menjadi 2,06%, mendekati target RBNZ sebesar 2%. Inflasi tahunan kuartal IV 2024 tetap rendah di 2,2%, menunjukkan tekanan harga yang mereda. RBNZ diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% pada pertemuan 19 Februari, dengan peluang pemangkasan tambahan sebesar 75 bps sepanjang tahun ini. Meskipun langkah dovish ini dapat menekan dolar Selandia Baru, saat ini ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga Fed yang lebih lambat memberikan ruang bagi penguatan NZDUSD.
Selain faktor USD dan RBNZ, katalis lain turut mempengaruhi pergerakan NZDUSD. Ketegangan perdagangan global akibat potensi tarif baru dari Presiden AS Donald Trump masih membayangi sentimen pasar. Di sisi lain, pasar optimis bahwa negosiasi dagang yang lebih kondusif dapat meredakan tekanan ekonomi global. Selain itu, jika data penjualan ritel AS yang dirilis nanti lebih rendah dari ekspektasi, maka pelemahan USD dapat semakin memperkuat posisi NZD/USD. Namun, potensi penguatan Kiwi tetap dibatasi oleh risiko rebound inflasi AS, yang dapat memicu sikap lebih hawkish dari Fed.
Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5618 dan resistance terdekatnya di zona 0.5688. Support lanjutan di zona 0.5570 dan dilanjutkan ke zona 0.5535. Resistance lanjutan di zona 0.5710 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5753.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke area 1.0455 didorong oleh kombinasi pelemahan Dolar AS (USD) dan penundaan tarif timbal balik Trump, yang sempat memicu kekhawatiran perang dagang global. Keputusan ini mengurangi tekanan terhadap aset berisiko dan mendorong apresiasi Euro (EUR). Di sisi lain, Dolar AS melemah akibat penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, meskipun ketidakpastian ekonomi global masih membayangi. Fokus investor kini beralih ke laporan Penjualan Ritel AS yang akan dirilis malam ini. Pasar memproyeksikan kontraksi -0,1% MoM untuk Januari, setelah pertumbuhan 0,4% MoM pada bulan sebelumnya. Sementara itu, inflasi di AS masih menunjukkan tekanan yang cukup tinggi. Indeks Harga Produsen (IHP) inti meningkat 3,6% YoY pada Januari, melebihi ekspektasi 3,3%. Data ini semakin memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini. Inflasi yang tetap tinggi juga mendukung kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25% - 4,50% lebih lama. Namun, potensi penguatan Euro masih dibayangi oleh sikap Bank Sentral Eropa (ECB). Boris Vujčić, salah satu pengambil kebijakan ECB, menyatakan bahwa pasar memproyeksikan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Vujčić juga mengisyaratkan bahwa ECB mungkin akan menghapus referensi kebijakan ketat dalam pernyataan bulan Maret, seiring dengan ekspektasi perlambatan inflasi jasa dalam beberapa bulan mendatang. Jika ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB semakin menguat, EUR/USD dapat menghadapi tekanan ke depan.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2554. Sentimen positif terhadap pound didukung oleh penundaan tarif timbal balik oleh Presiden AS Donald Trump serta pelemahan Dolar AS akibat turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS. Indeks Dolar AS (DXY) merosot untuk sesi keempat berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 107, dengan imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun di 4,31% dan 10 tahun di 4,53%. Meskipun data inflasi produsen inti (Core PPI) AS naik 3,6% YoY di Januari, melebihi ekspektasi, pasar memperkirakan Federal Reserve (Fed) baru akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Dari Inggris, data ekonomi yang kuat menjadi pendorong utama penguatan pound. Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris tumbuh 1,4% YoY pada kuartal IV 2024, melampaui perkiraan 1,1% dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak kuartal IV 2022. Kinerja ekonomi tahunan Inggris meningkat 0,9% di 2024, didukung oleh pertumbuhan sektor jasa sebesar 1,3%. Meski terdapat kekhawatiran atas rendahnya investasi bisnis dan belanja konsumen yang stagnan, angka PDB yang positif tetap menjadi katalis utama bagi GBP. Dengan fundamental ekonomi Inggris yang lebih kuat dibanding ekspektasi, GBPUSD berpotensi mempertahankan momentum kenaikan, meskipun tetap dibayangi oleh risiko inflasi AS yang tinggi dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Fed. Support terdekatnya di area 1.2487 dan resistance terdekatnya di zona 1.2617.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6319. Peguatan kinerja mata uang ini didorong oleh penundaan tarif timbal balik oleh Presiden AS Donald Trump dan pelemahan Dolar AS akibat turunnya imbal hasil obligasi AS. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 107, dengan imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun di 4,31% dan 10 tahun di 4,53%. Pelemahan Dolar terjadi meskipun data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, yang membuat pasar memperkirakan Federal Reserve (Fed) baru akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Ketua Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru menurunkan suku bunga karena ekonomi yang tetap kuat dan inflasi yang masih tinggi. Dari Australia, meskipun dolar Australia menguat, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) tetap tinggi. Data ekspektasi inflasi konsumen melonjak menjadi 4,6% pada Februari, tertinggi sejak April 2024, meski inflasi tahunan telah mereda ke 2,4% pada kuartal IV 2024. Pasar memperkirakan RBA akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,1% pada pertemuan 18 Februari. Namun, penguatan AUDUSD berpotensi terbatas akibat ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama dari Fed dan risiko kenaikan inflasi global jika tarif baru AS diterapkan. AUDUSD tetap mendapat dukungan dari fundamental Australia yang solid, tetapi pergerakan lebih lanjut akan bergantung pada hasil data penjualan ritel AS yang akan dirilis. Support terdekatnya di zona 0.6292 dan resistance terdekatnya di zona 0.6335.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 152.63. Pasangan mata uang ini mengalami tekanan setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda penerapan tarif timbal balik. Pelemahan Dolar AS tetap berlanjut seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi AS, menunjukkan meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Saat ini, investor menantikan rilis data Penjualan Ritel AS yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga ke depan. Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Produsen (IHP) inti AS naik menjadi 3,6% YoY pada Januari, melampaui ekspektasi 3,3%, yang mengindikasikan tekanan inflasi yang tetap tinggi. Data ini semakin memperkuat spekulasi bahwa The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini, yang berpotensi memberikan dorongan terbatas bagi Dolar AS. Sementara itu, dari Jepang, pernyataan Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa pada Jumat (14/2) menegaskan bahwa pemerintah akan merespons secara strategis terhadap kebijakan perdagangan AS. Yen Jepang mendapat dukungan setelah IHP Jepang yang dirilis pada Kamis menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan. Data ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan kebijakan pengetatan moneternya, terutama dengan didukung oleh pertumbuhan upah yang positif. Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga tambahan oleh BoJ semakin menguat, yang berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi JPY dan menekan USDJPY lebih lanjut. Support terdekatnya di area 152.751 dan resistance terdekatnya di zona 153.050.
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.4185 terkoreksi oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan USD secara keseluruhan. Tekanan ini semakin diperburuk oleh meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS. Saat ini, pelaku pasar menantikan data Penjualan Ritel AS untuk Januari, yang akan dirilis pada Jumat malam dan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Dari sisi kebijakan perdagangan, pada Kamis (13/2), Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum presiden yang menguraikan rencana untuk menerapkan tarif timbal balik terhadap negara-negara yang mengenakan bea masuk pada impor AS. Kebijakan ini menambah ketegangan perdagangan setelah sebelumnya AS telah menerapkan tarif 10% pada barang-barang Tiongkok serta tarif 25% pada impor baja dan aluminium. Jika eskalasi perang dagang terus berlanjut, sentimen risiko di pasar global dapat semakin memburuk, yang berpotensi menekan Loonie lebih dalam. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan AS menjadi perhatian utama bagi Bank of Canada (BoC). Dalam ringkasan pertimbangannya yang dirilis pada hari Rabu, BoC menyoroti bahwa ancaman tarif telah meningkatkan ketidakpastian ekonomi, yang berpotensi menekan keyakinan dunia usaha dan sentimen konsumen. Jika ketidakpastian ini berlanjut, ada kemungkinan BoC akan mengadopsi pendekatan yang lebih dovish dalam kebijakan moneternya, yang dapat semakin membebani pergerakan Loonie. Support terdekatnya di area 1.417 dan resistance terdekatnya di zona 1.420.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9035 disebabkan oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Dari sisi AS, Indeks Harga Produsen (IHP) inti meningkat 3,6% YoY pada Januari, melampaui perkiraan 3,3%. Data ini mengindikasikan tekanan inflasi yang masih tinggi, memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini. Dari sisi Swiss, Indeks Harga Konsumen (IHK) turun ke 0,4% YoY pada Januari, sesuai dengan ekspektasi pasar dan melambat dari 0,6% di Desember. Ini merupakan level inflasi terendah sejak April 2021, memperkuat prospek bahwa Swiss National Bank (SNB) dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, Franc Swiss (CHF), yang dikenal sebagai mata uang safe-haven, mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa gencatan senjata akan berakhir, dan Israel siap melanjutkan operasi militer jika Hamas tidak membebaskan sandera pada batas waktu yang ditentukan. Ketidakpastian geopolitik ini mendorong permintaan terhadap aset safe-haven, termasuk CHF. Support terdekatnya di area 0.9026 dan resistance terdekatnya di zona 0.9048.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
1:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.75|2.3 | - | 4.91|2.5 |
1:36am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
4:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 51.4 | - | 46.2 |
4:45am | NZD | FPI m/m | 1.90% | - | 0.10% |
2:00pm | EUR | German WPI m/m | - | 0.2% | 0.1% |
2:30pm | CHF | PPI m/m | - | 0.1% | 0.0% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 770B | 990B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 7.3% | 7.3% |
5:00pm | EUR | Flash Employment Change q/q | - | 0.1% | 0.2% |
5:00pm | EUR | Flash GDP q/q | - | 0.0% | 0.0% |
Tentative | EUR | EU Economic Forecasts | - | - | - |
8:30pm | CAD | Manufacturing Sales m/m | - | 0.8% | 0.8% |
8:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | 0.2% | -0.2% |
8:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.4% |
8:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | -0.2% | 0.4% |
8:30pm | USD | Import Prices m/m | - | 0.4% | 0.1% |
9:15pm | USD | Capacity Utilization Rate | - | 77.7% | 77.6% |
9:15pm | USD | Industrial Production m/m | - | 0.3% | 0.9% |
10:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.0% | 0.1% |