| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0342 | -0.23% |
GBPUSD | 1.2449 | -0.26% |
AUDUSD | 0.6225 | -0.32% |
NZDUSD | 0.5637 | -0.41% |
USDJPY | 154.67 | 0.31% |
USDCHF | 0.9093 | 0.26% |
USDCAD | 1.4389 | 0.43% |
GOLDUD | 2813.9 | 0.35% |
USD/IDR | 16429 | 0.29% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 04 Februari 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6206. Performa asset mata uang Aussie tertekan oleh kekhawatiran pasar terkait eskalasi perang dagang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor dari Kanada dan 10% untuk China. Ketidakpastian ini memperburuk sentimen risiko global, mengurangi daya tarik Dolar Australia (AUD) yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi China sebagai mitra dagang utama Australia. Selain itu, data ISM Manufacturing PMI AS yang lebih kuat dari perkiraan turut mendukung penguatan Dolar AS, menambah tekanan bagi AUD.
Meskipun AUD sempat rebound setelah Trump menunda penerapan tarif untuk Meksiko dan Kanada, volatilitas pasar tetap tinggi seiring investor menantikan kelanjutan negosiasi perdagangan AS-China. Data ekonomi Australia juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dengan penjualan ritel Desember 2024 turun 0,1% secara bulanan, mencatat penurunan pertama dalam sembilan bulan terakhir. Selain itu, indeks PMI Manufaktur Caixin China turun ke 50,1, lebih rendah dari ekspektasi, menambah tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi regional.
Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) Februari, di mana semakin banyak bank besar seperti ANZ, CBA, Westpac, dan NAB memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps. Ekspektasi ini diperkuat oleh inflasi yang melambat dan prospek ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Jika RBA benar-benar memangkas suku bunga, AUD/USD berpotensi melanjutkan tren bearish-nya, terutama jika Dolar AS tetap mendapat dukungan dari data ekonomi yang solid dan sentimen safe haven di tengah ketegangan geopolitik.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD melemah. Support terdekatnya di zona 0.6158 dan resistance terdekatnya di zona 0.6263. Support lanjutan di zona 0.6118 dan dilanjutkan ke zona 0.6077. Resistance lanjutan di zona 0.6298 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6365.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0320. Kinerja pasangan mata uang Euro dipicu oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS, Donald Trump, terhadap Uni Eropa (UE). Setelah memberlakukan tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China, Trump mengisyaratkan akan menaikkan tarif untuk blok perdagangan Eropa, meskipun tanpa detail yang jelas. Ia menuduh UE mengambil keuntungan dari AS dengan tidak membeli cukup mobil dan produk pertanian AS. Sentimen ini memperburuk prospek ekonomi Zona Euro yang sudah tertekan, terutama setelah data PDB menunjukkan stagnasi di kuartal IV 2024, didorong oleh kontraksi ekonomi Jerman sebesar 0,2% secara tahunan. Hal ini meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh ECB, yang baru saja menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 2,75%. Selain tekanan eksternal, data inflasi Zona Euro turut memberikan sinyal melemahnya ekonomi. Laporan awal Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) untuk Januari menunjukkan deflasi sebesar 1% pada inti inflasi (core HICP) dan 0,4% pada inflasi utama (headline HICP) secara bulanan. Meskipun secara tahunan inflasi utama naik menjadi 2,7% dan inti inflasi mencapai 2,5%, hasil ini sedikit di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, pemulihan sentimen pasar global terjadi setelah AS memberikan kelonggaran tarif 30 hari untuk Kanada dan Meksiko, namun ketidakpastian terkait kebijakan tarif terhadap UE tetap menjadi risiko utama. Fokus pasar pekan ini tertuju pada data Penjualan Ritel Zona Euro dan laporan Nonfarm Payrolls AS, meski dampaknya diperkirakan terbatas karena perhatian masih terpusat pada perkembangan geopolitik. Support terdekatnya di zona 1.0231 dan resistance terdekatnya di zona 1.0389.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2421. Kekhawatiran terkait ancaman tarif impor AS masih menyelimuti suasana pasar, sehingga memberikan tekananan pada kinerja mata uang Poundsterling. Disisi Inggris, BoE diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada pertemuan minggu ini, dengan mayoritas anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) mendukung langkah tersebut. Meski data PMI Manufaktur Inggris untuk Januari sedikit direvisi naik ke 48,3, prospek ekonomi masih dibayangi ketidakpastian global dan risiko inflasi akibat perang dagang. Sementara itu, fokus pasar juga tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dapat mempengaruhi arah Dolar AS, meskipun dampaknya diperkirakan terbatas karena pasar lebih fokus pada perkembangan geopolitik saat ini. Support terdekatnya di area 1.2282 dan resistance terdekatnya di zona 1.2494.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5614. Penurunan mata uang Kiwi mengalami pelemahan pasca pengumuman keputusan Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 10% terhadap China. Kebijakan ini berdampak negatif pada Dolar Selandia Baru (NZD) mengingat kuatnya hubungan dagang Selandia Baru dengan China, yang berpotensi mendorong kontraksi ekonomi lebih lanjut dan meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Sementara itu, Dolar AS (USD) menguat didukung sentimen safe-haven di tengah risiko perang dagang global, meskipun sedikit terkoreksi setelah Trump menangguhkan tarif untuk Kanada dan Meksiko. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada perkembangan kebijakan tarif AS-China dan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS, yang berpotensi memperkuat USD jika menunjukkan kinerja pasar tenaga kerja yang solid. Support terdekatnya di area 0.5583 dan resistance terdekatnya di zona 0.5657.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 155.06. Naiknya kinerja mata uang Jepang ini masih dipengaruhi oleh kebijakan terbaru soal kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China. Di sisi lain, potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) membatasi pelemahan JPY, mengingat beberapa anggota dewan kebijakan menilai inflasi di Jepang melampaui target 2% dan mendukung langkah pengetatan moneter lanjutan. Ekspektasi ini semakin kuat setelah inflasi inti di Tokyo mencatatkan laju tahunan tercepat dalam hampir satu tahun. Sementara itu, investor menantikan pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Trump, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai risiko tarif terhadap Jepang. Fokus pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi AS seperti JOLTS Job Orders dan Factory Orders, yang berpotensi mempengaruhi pergerakan USDJPY dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 153.87 dan resistance terdekatnya di zona 155.89
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4340. Mata uang ini menguat didukung oleh penundaan tarif 25% terhadap impor Kanada oleh Presiden AS Donald Trump dan data ISM Manufacturing PMI AS yang naik ke 50,9, melebihi ekspektasi. Penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga memperkuat Dolar AS, sementara ketegangan perdagangan AS-Kanada tetap menjadi risiko bagi CAD. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI turun mendekati $72 per barel akibat meredanya kekhawatiran pasokan setelah penundaan tarif dan prospek melemahnya permintaan global. Tekanan tambahan datang dari kebijakan OPEC+ yang tetap mempertahankan level produksi, sehingga memperlemah CAD lebih lanjut dan mendukung penguatan USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.4300 dan resistance terdekatnya di zona 1.4432.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9093. Penguatan pada kinerja USD turut mendukung pergerakan mata uang ini. Sentimen pasar semakin condong ke aset safe haven USD di tengah kekhawatiran potensi eskalasi perang dagang global. Meskipun demikian, laporan Wall Street Journal mengungkapkan bahwa China siap memulai negosiasi untuk meredakan ketegangan, yang dapat mempengaruhi pergerakan USD selanjutnya. Dari sisi Swiss, Penjualan Ritel Riil negara tersebut naik 2,6% YoY di bulan Desember dibandingkan 1,4% (direvisi dari 0,8%) sebelumnya, menurut Kantor Statistik Federal pada hari Jumat. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi 0,6%. Support terdekatnya di area 0.9056 dan resistance terdekatnya di zona 0.9166.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:30am | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | Loan Officer Survey | - | - | - |
4:45am | NZD | Building Consents m/m | -5.6% | - | 4.9% |
6:30am | USD | FOMC Member Musalem Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | Monetary Base y/y | -2.5% | -0.5% | -1.0% |
10:35am | JPY | 10-y Bond Auction | - | - | 1.14|3.4 |
2:45pm | EUR | French Gov Budget Balance | - | - | -172.5B |
3:00pm | EUR | Spanish Unemployment Change | - | 55.4K | -25.3K |
10:00pm | USD | JOLTS Job Openings | - | 8.01M | 8.10M |
10:00pm | USD | Factory Orders m/m | - | -0.7% | -0.4% |
Tentative | USD | RCM/TIPP Economic Optimism | - | 53 | 51.9 |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | 1.4% |
11:00pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |