Home
>
News
>
Publication
>
Kekhawatiran Konflik Dagang AS - India Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Kekhawatiran Konflik Dagang AS - India Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Wednesday, 27 August 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1633

0.13%

GBPUSD

1.3477

0.04%

AUDUSD

0.6494

0.14%

NZDUSD

0.5860

0.07%

USDJPY

147.31

-0.01%

USDCHF

0.8030

-0.09%

USDCAD

1.3838

-0.07%

GOLDUD

3,390.80

0.08%

COFU

63.31

-0.22%

USD/IDR

16,272

0.11%

Fokus Crude Oil:

  • Perundingan dagang dengan AS gagal, India akan dikenakan tarif tambahan sebesar 25% berlaku mulai hari Rabu.
  • Rusia revisi naik ekspor minyak bulan Agustus sebesar 200.000 bph pasca gangguan kilang akibat serangan Ukraina.

************************************************************

Rabu, 27 Agustus 2025 - Tren bearish harga minyak masih berlanjut pagi ini dipicu oleh kekhawatiran akan penurunan permintaan India selaku konsumen minyak mentah terbesar ketiga dunia akibat perang tarif baru dengan AS. Selain itu, rencana Rusia untuk meningkatkan ekspor juga turut menekan harga minyak.

Sinyal konflik dagang baru antara AS dengan India menguat pasca Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 25% terhadap produk India pada pukul 12:01 EDT (0401 GMT) pada hari Rabu, sehingga total tarif menjadi 50%, salah satu yang tertinggi yang pernah dikenakan oleh Washington. Keputusan tarif tersebut menyusul lima putaran perundingan yang gagal mencapai kesepakatan.

Turut membebani harga, Rusia merevisi rencana ekspor minyak mentahnya dari pelabuhan-pelabuhan barat, naik sebesar 200.000 bph pada bulan Agustus dari jadwal awal setelah serangan pesawat nirawak Ukraina mengganggu operasi kilang dan membebaskan lebih banyak minyak mentah untuk pengiriman, kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Meski demikian para penjual minyak Rusia belum menerima rencana pemuatan akhir untuk bulan September karena masih berlangsungnya serangan Ukraina dan tenggat waktu perbaikan kilang yang berubah setiap hari.

Sementara itu, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API untuk pekan yang berakhir 22 Agustus menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 974.000 barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 2,06 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Dukungan lainnya datang dari negosiator perdagangan senior China, Li Chenggang, diperkirakan akan pergi ke Washington minggu ini untuk bertemu dengan pejabat AS dakam upaya mencapai kesepakatan di luar gencatan senjata tarif mereka saat ini, kata juru bicara pemerintah AS. Rencana pertemuan tersebut memicu harapan akan membuka jalan menuju negosiasi lebih lanjut yang meredakan ketegangan di antara dua raksasa ekonomi global itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2M

-6.014M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-2.5M

-2.72M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788