Home
>
News
>
Publication
>
Kebuntuan Perundingan AS - China Buat Harga Minyak Ikut Tertekan
Kebuntuan Perundingan AS - China Buat Harga Minyak Ikut Tertekan
Wednesday, 30 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1546

-0.02%

GBPUSD

1.3341

0.00%

AUDUSD

0.6508

-0.09%

NZDUSD

0.5954

-0.08%

USDJPY

148.45

0.05%

USDCHF

0.8057

0.01%

USDCAD

1.3769

0.04%

GOLDUD

3,327.70

0.18%

COFU

69.34

-0.13%

USD/IDR

16,394

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Keputusan untuk memperpanjang jeda tarif yang akan berakhir 12 Agustus berada di tangan Trump, kata pejabat AS.
  • Trump ancam kenakan tarif tambahan terhadap Rusia jika gencatan senjata dengan Ukraina tidak tercapai dalam 10 - 12 hari.

************************************************************

Rabu, 30 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari kebuntuan perundingan AS - China terkait jeda tarif, dan permintaan yang lesu di pasar AS. Meski demikian, potensi mengetatnya pasokan Rusia dan masih terkendalanya izin operasi mitra perusahaan PDVSA memberikan dukungan pada harga minyak.

AS dan China yang bertemu selama dua hari di Stockholm untuk membahas perpanjangan 90 hari berakhir tanpa kepastian. Perwakilan dagang AS Jamieson Greer pada hari Selasa mengatakan bahwa keputusan akhir untuk memperpanjang jeda tarif yang berakhir pada 12 Agustus atau membiarkan tarif kembali melonjak hingga angka tiga digit berada di tangan Presiden Donald Trump. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kemungkinan akan ada pertemuan lain antara pejabat AS dan China dalam waktu sekitar 90 hari.

Turut membebani harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 1,54 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 25 Juli. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Sementara itu, Trump pada hari Selasa mengancam akan mulai mengenakan langkah-langkah terhadap Rusia, termasuk tarif sekunder 100% terhadap mitra dagangnya, jika Rusia tidak membuat kemajuan dalam mengakhiri perang dalam 10-12 hari, memajukan tenggat waktu sebelumnya yang 50 hari. Ancaman sanksi tersebut berpotensi memperketat pasokan minyak Rusia ke pasar global.

Dari Venezuela, beberapa mitra asing perusahaan minyak PDVSA masih menunggu izin dari Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS yang masih belum diberikan setelah perundingan pekan lalu mengenai izin baru yang memungkinkan mereka beroperasi di negara Amerika Selatan yang dikenai sanksi tersebut, menurut enam sumber perusahaan pada hari Selasa.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

2.4%

-0.5%

21:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

0.0%

1.8%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2.5M

-3.169M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.1M

-1.738M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788