| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1576 | -0.02% |
GBPUSD | 1.3534 | 0.00% |
AUDUSD | 0.7084 | -0.16% |
NZDUSD | 0.5877 | -0.19% |
USDJPY | 159.65 | -0.11% |
USDCHF | 0.8124 | -0.01% |
USDCAD | 1.3891 | 0.08% |
GOLDUD | 4,341.96 | 0.21% |
COFU | 84.46 | 0.50% |
USD/IDR | 17,851 | 0.00% |
Rabu, 19 Agustus 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari belum adanya kemajuan lebih lanjut terkait kesepakatan untuk mengakhiri konflik Iran yang memasuki hari kedua berakhirnya gencatan sementara. Fokus utama saat ini masih tertuju pada perkembangan khususnya situasi di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran saat ini, ataupun yang sedang dijadwalkan. Di hari yang sama, penasihat Pemimpin Tertinggi Teheran, Mohammad Mokhber, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS memenuhi ketentuan kesepakatan sementara yang diajukan Iran, termasuk pencabutan blokade laut dan sanksi, serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Turut mendukung harga, Organisasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena serangan proyektil tak dikenal pada Selasa dini hari saat berlayar keluar dari Selat Hormuz, yang mengakibatkan kerusakan pada ruang mesin dan jatuhnya korban di antara awak kapal. Selain itu, data pelayaran pada hari Selasa menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz pada hari Senin masih berada di angka satu digit.
Dukungan lainnya datang dari rilisnya laporan stok versi grup industri API yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 328.000 barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus, setelah kenaikan sebesar 9,07 barel di pekan sebelumnya. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Sementara itu, data terbaru pelacakan kapal Vortexa dan Kpler menunjukkan Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan minyak dari wilayah Selat Hormuz pekan lalu - setelah sempat terhenti selama tiga minggu - dan masih memiliki sejumlah kapal tanker yang mengantre untuk memuat. Data Kpler menunjukkan bahwa sekitar 670.000 bph minyak mentah Timur Tengah diperkirakan akan dimuat di pelabuhan Sidi Kerir untuk tujuan Asia bulan ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $87 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 17.422M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -0.968M |