Home
>
News
>
Publication
>
Kebijakan Trump dan Jelang Keputusan OPEC+ Warnai kenaikan USDCAD
Kebijakan Trump dan Jelang Keputusan OPEC+ Warnai kenaikan USDCAD
Tuesday, 06 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1314

-0.18%

GBPUSD

1.3290

-0.13%

AUDUSD

0.6467

-0.29%

NZDUSD

0.5966

-0.25%

USDJPY

143.67

0.26%

USDCHF

0.8219

0.32%

USDCAD

1.3823

0.10%

GOLDUD

3333.6

1.25%

USD/IDR

16416

0.08%

Fokus USDCAD:

  1. DXY menguat ke zona 100.09
  2. Harga minyak mentah menguat

Selasa, 06 Mei 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3836. Kinerja mata uang Loonie menguat untuk hari kedua berturut-turut. Kenaikan ini terjadi setelah rilis data ISM Services PMI AS yang positif, memperkuat sentimen terhadap Dolar AS. Pasar menilai bahwa ekspansi moderat di sektor jasa dapat mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat. Namun, pergerakan masih tertahan menjelang keputusan suku bunga FOMC yang akan dirilis Rabu malam. Di sisi lain, investor juga mencermati ketegangan geopolitik dan retorika Presiden Trump terkait kebijakan perdagangan, yang membatasi reli Dolar secara keseluruhan.

Sementara itu, harga minyak mentah WTI mulai pulih dari tekanan jual sebelumnya dan saat ini bertahan di atas $57 per barel. Namun, pemulihan ini dibayangi oleh kekhawatiran kelebihan pasokan global setelah keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi secara bertahap hingga Juni. Langkah ini dianggap sebagai sanksi terselubung terhadap anggota yang tidak patuh terhadap kuota produksi, seperti Irak dan Kazakhstan. Meski ada harapan bahwa sanksi terhadap Rusia bisa menyeimbangkan pasar, angka ekspor terbaru dari Moskow justru menunjukkan lonjakan, menambah tekanan bearish terhadap harga minyak. Dengan status minyak sebagai komoditas ekspor utama Kanada, pergerakan harga ini memiliki dampak langsung terhadap nilai tukar CAD.

Secara politik, pasar menantikan hasil pertemuan penting antara Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump. Carney menekankan bahwa hubungan ekonomi lama antara Kanada dan AS sedang mengalami perubahan mendasar. Fokus akan tertuju pada pembahasan ulang perjanjian dagang serta kerjasama keamanan lintas negara. Nada keras dari kedua belah pihak bisa memicu volatilitas tambahan pada CAD, terutama jika negosiasi gagal menghasilkan arah yang jelas. Dalam konteks ini, USDCAD berpotensi tetap bergerak dalam rentang sempit, tetapi bisa mengalami breakout tajam jika ada kejutan dari FOMC atau hasil pertemuan bilateral tersebut.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.3800 dan resistance terdekatnya di zona 1.3869. Support lanjutan di zona 1.3760 dan dilanjutkan ke zona 1.3725. Resistance lanjutan di zona 1.3898 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3930.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1302. Kinerja mata uang mata uang Euro melemah seiring pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Rabu. Data ekonomi Eropa cenderung sepi dan diperkirakan tidak memberikan kejutan, sementara rilis angka inflasi HICP yang lebih tinggi dari perkiraan gagal mengubah ekspektasi pasar bahwa ECB akan tetap memangkas suku bunga pada bulan Juni. Tekanan terhadap Euro semakin terasa akibat minimnya prospek pertumbuhan di kawasan Euro dan ketidakpastian akibat kebijakan proteksionis dari Presiden AS, Donald Trump. Dari sisi Dolar AS, mata uang ini kembali menguat setelah data ISM Services PMI menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, memberikan dukungan pada ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga tetap tinggi dalam waktu dekat. Meski data ketenagakerjaan dan inflasi AS terlihat stabil, ketidakpastian dari arah kebijakan perdagangan dan tekanan politik terhadap Jerome Powell masih menjadi hambatan untuk penurunan suku bunga. Fokus utama pasar kini tertuju pada pernyataan Jerome Powell pasca-FOMC, dengan para trader mencari sinyal dovish yang bisa memicu pergerakan EURUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 1.1273 dan resistance terdekatnya di zona 1.1343.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3279. Poundsterling (GBP) menunjukkan pelemahan terhadap Dolar AS (USD) di tengah rebound Greenback setelah data ISM Services PMI AS untuk April menunjukkan pertumbuhan sektor jasa lebih tinggi dari perkiraan, yakni 51.6 dibandingkan estimasi 50.6. Meskipun sempat menguat tipis ke area 1.3300, pasangan GBPUSD kini berada dalam tekanan karena pelaku pasar fokus pada keputusan suku bunga The Fed dan pidato Ketua Jerome Powell. Prospek pemangkasan suku bunga di AS menyempit menjadi tiga kali pada 2025, yang memberi dukungan terhadap USD. Dari sisi Inggris, GBP berisiko melemah lebih lanjut menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis, di mana mayoritas pelaku pasar memperkirakan pemangkasan sebesar 25 basis poin ke level 4.25%. Sentimen dovish didorong oleh data inflasi Maret yang lemah, kenaikan biaya tenaga kerja di sektor swasta, serta ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS. Jika ekspektasi ini terealisasi, GBPUSD berpotensi koreksi lebih dalam, terutama jika gagal menembus level teknikal 1.3400. Support terdekatnya di area 1.3241 dan resistance terdekatnya di zona 1.3326.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6453. Kinerja mata uang Aussie mengalami pelemahan imbas penguatan kinerja mata uang USD menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan di umumkan pada Rabu. Meskipun pasar memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan, perhatian investor tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, terutama di tengah tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar suku bunga diturunkan dan ketidakpastian seputar tarif serta negosiasi dagang yang sedang berlangsung. Di sisi Australia, kemenangan Perdana Menteri Anthony Albanese dalam pemilu federal 2025 memberi dukungan sementara bagi Dolar Australia karena dinilai menjamin kelanjutan stabilitas kebijakan ekonomi. Namun, prospek AUD tetap dibayangi oleh potensi pemangkasan suku bunga oleh RBA sebesar 25-50 basis poin pada pertemuan bulan Mei. Support terdekatnya di zona 0.6429 dan resistance terdekatnya di zona 0.6495.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5957. Turunnya kinerja mata uang Kiwi terjadi seiring pulihnya kekuatan Dolar AS didukung oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) yang solid, menunjukkan penambahan 177.000 pekerjaan pada April. Meski hubungan dagang AS-China menunjukkan tanda-tanda perbaikan, pernyataan Presiden AS Donald Trump soal tarif serta tidak adanya jadwal pertemuan dengan Presiden Xi Jinping membatasi sentimen positif terhadap Dolar New Zealand. Dari sisi domestik, tekanan terhadap NZD semakin besar menjelang rilis data ketenagakerjaan Selandia Baru, di mana pasar memperkirakan kenaikan tingkat pengangguran. Ekspektasi tersebut memperkuat spekulasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, bahkan membuka peluang pemangkasan lanjutan hingga suku bunga mencapai 2,75% pada Oktober. Prospek pelonggaran moneter ini menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar NZDUSD saat ini. Support terdekatnya di area 0.5938 dan resistance terdekatnya di zona 0.5997.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 143.83. Kenaikan performa mata uang Yen terjadi meski sentimen pasar cenderung berhati-hati. Yen Jepang sempat mendapat dukungan dari permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan perdagangan yang terus berlanjut, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa belum ada rencana pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam waktu dekat. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga di level 0,5% dan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, yang membatasi penguatan Yen. Aktivitas perdagangan juga cenderung tipis karena hari libur di Jepang, dengan pelaku pasar menanti data kepercayaan investor Zona Euro dan perkembangan geopolitik lebih lanjut. Support terdekatnya di area 143.17 dan resistance terdekatnya di zona 144.66.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8240. Penguatan kinerja mata uang ini setelah data ketenagakerjaan AS (NFP) dirilis lebih baik dari perkiraan, namun gagal mempertahankan momentum kenaikan. Meski data tenaga kerja yang solid semestinya mendorong penguatan Dolar AS karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed mundur dari Juni ke Juli, ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden Trump justru menekan Dolar. Ditambah lagi, meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah, membuat Franc Swiss tetap diminati. Namun, seiring perkembangan pasar, USDCHF mulai menunjukkan penguatan. Ini terjadi menjelang keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu pekan ini, yang menjadi fokus utama investor untuk memproyeksi arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ISM Services PMI AS guna mengambil posisi jangka pendek. Meski tekanan politik terhadap The Fed dari Trump masih berlanjut, saat ini Dolar AS tampaknya mulai mendapat kembali daya tariknya terhadap Franc Swiss. Support terdekatnya di area 0.8202 dan resistance terdekatnya di zona 0.8279.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

8:00am

NZD

ANZ Commodity Prices m/m

0.0%

-

-0.4%

8:30am

AUD

Building Approvals m/m

-8.8%

-1.7%

-0.2%

8:45am

CNY

Caixin Services PMI

50.7

51.7

51.9

12:45pm

CHF

Unemployment Rate

-

2.8%

2.8%

1:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

0.4%

0.7%

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

6.5K

-13.3K

2:15pm

EUR

Spanish Services PMI

-

53.9

54.7

2:35pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

2:45pm

EUR

Italian Services PMI

-

51.3

52

2:50pm

EUR

French Final Services PMI

-

46.8

46.8

2:55pm

EUR

German Final Services PMI

-

48.8

48.8

3:00pm

EUR

Final Services PMI

-

49.7

49.7

3:30pm

GBP

Final Services PMI

-

48.9

48.9

4:00pm

EUR

PPI m/m

-

-1.4%

0.2%

7:30pm

CAD

Trade Balance

-

-1.7B

-1.5B

7:30pm

USD

Trade Balance

-

-136.8B

-122.7B

9:00pm

CAD

Ivey PMI

-

51.2

51.3

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

50.2

49.1

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

1.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788