| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0388 | -0.45% |
GBPUSD | 1.2511 | -0.27% |
AUDUSD | 0.6243 | -0.42% |
NZDUSD | 0.5642 | -0.21% |
USDJPY | 157.73 | 0.29% |
USDCHF | 0.9065 | 0.30% |
USDCAD | 1.4336 | 0.21% |
GOLDUD | 2642.7 | 0.21% |
USD/IDR | 16187 | -0.39% |
Fokus USDJPY:
Rabu, 08 Januari 2025 – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 158.10. Kenaikan pada kinerja mata uang USDJPY terdorong oleh kinerja mata uang Dolar AS yang terus menguat, didukung oleh data ekonomi yang solid. Indeks PMI Jasa ISM meningkat menjadi 54,1 di Desember, menunjukkan ekspansi aktivitas jasa yang kuat. Selain itu, data JOLTS menunjukkan peningkatan peluang kerja menjadi 8,09 juta pada November, yang mencerminkan pasar tenaga kerja yang stabil. Dengan kondisi ini, ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) semakin berkurang. Yield Treasury AS juga meningkat, memperlebar perbedaan hasil (yield differential) dengan obligasi Jepang, yang mendukung momentum bullish pada USDJPY.
Disisi Yen Jepang (JPY), mata uang ini menghadapi tekanan melemah terhadap Dolar AS, mendekati level terendah enam bulan. Bank of Japan (BoJ) terus mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dengan suku bunga rendah di 0,25%, meskipun ada spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Januari mendatang. Namun, ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga ini membuat Yen rentan terhadap pelemahan lebih lanjut. Di sisi lain, Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato telah menyuarakan kekhawatiran terhadap depresiasi Yen dan mengisyaratkan kemungkinan intervensi pasar. Langkah ini, meskipun potensial, sejauh ini belum efektif dalam membendung tekanan jual pada Yen.
Selain kebijakan moneter, perhatian pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis minggu ini, serta dampak kebijakan perdagangan AS di bawah Presiden terpilih Donald Trump. Di sisi Jepang, peningkatan kepercayaan konsumen pada Desember menunjukkan potensi inflasi berbasis permintaan, yang dapat mempercepat keputusan BoJ terkait kenaikan suku bunga. Namun, langkah nyata dari BoJ masih menjadi tanda tanya, membuat pasangan USDJPY terus dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter kedua negara.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 157.40 dan resistance terdekatnya di zona 158.60. Support lanjutan di zona 157.00 dan dilanjutkan ke zona 156.50. Resistance lanjutan di zona 159.00 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 159.40.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0350. Pasangan mata uang Euro melemah akibat di tengah kekhawatiran pasar atas kebijakan moneter AS dan zona Euro. Data ISM Services PMI di AS menunjukkan aktivitas yang lebih kuat dari ekspektasi, memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve mungkin menunda rencana pemotongan suku bunga hingga 2025. Disisi EUR, Inflasi di zona Euro terus meningkat pada Desember 2024, mencapai 2,4% YoY, naik dari 2,2% pada November. Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, didorong oleh harga energi dan layanan yang melonjak, di mana inflasi layanan mencapai 4%, dua kali lipat dari target Bank Sentral Eropa (ECB). Di Jerman, inflasi tahunan mencapai 2,6%, melampaui ekspektasi 2,4%. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat dan inflasi yang tinggi, zona Euro menghadapi risiko stagflasi. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya pada 30 Januari, setelah penurunan suku bunga di Desember, untuk mendukung perekonomian yang melemah. Support terdekatnya di zona 1.0290 dan resistance terdekatnya di zona 1.0380.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2470. Mata uang Poundsterling mengalami penurunan meskipun data Retail Sales Inggris yang dirilis menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 3,1% pada Desember 2024, Pound Sterling gagal memanfaatkan momentum tersebut di tengah ketidakpastian pasar dan sentimen risk averse (sikap investor yang cenderung menghindari risiko dalam berinvestasi). Aktivitas bisnis dan survei biaya di AS yang lebih kuat dari perkiraan juga menambah tekanan pada pasangan mata uang ini, memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin menunda rencana pemotongan suku bunga lebih lanjut pada 2025. Fokus pasar kini beralih pada data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada Rabu, termasuk ADP Employment Change dan risalah pertemuan kebijakan Desember Federal Reserve. Data ini dianggap sebagai indikator awal Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada akhir pekan. Sementara itu, Pound Sterling tetap tertekan oleh prospek ekonomi Inggris yang suram, dengan pertumbuhan ritel yang terbatas sepanjang kuartal terakhir 2024. Support terdekatnya di area 1.2430 dan resistance terdekatnya di zona 1.2540.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6230. Pasangan mata uang Aussie terus melemah meskipun data inflasi Australia menunjukkan kenaikan yang lebih baik dari perkiraan. Consumer Price Index (CPI) bulanan naik 2,3% secara tahunan pada November, melampaui proyeksi pasar sebesar 2,2%. Namun, angka ini tetap berada dalam target Bank Sentral Australia (RBA) sebesar 2–3% untuk bulan keempat berturut-turut, didukung oleh subsidi dari Energy Bill Relief Fund. Di sisi lain, izin proyek konstruksi baru di Australia turun 3,6% pada November, menunjukkan perlambatan sektor konstruksi. Tekanan tambahan datang dari ekspektasi pasar bahwa RBA akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Februari 2025. Dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh imbal hasil obligasi AS yang tinggi dan ekspektasi perlambatan pemotongan suku bunga Federal Reserve. Data PMI ISM Services AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat keyakinan bahwa inflasi AS tetap menjadi tantangan, mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Support terdekatnya di zona 0.6200 dan resistance terdekatnya di zona 0.6260.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5630. Turunnya kinerja mata uang ini mencerminkan tekanan dari penguatan Dolar AS yang didukung oleh data ekonomi positif. Indeks PMI Jasa AS untuk Desember naik ke 54,1 dari 52,1 di November, melampaui perkiraan pasar sebesar 53,3. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas sektor jasa yang masih kuat, memberikan alasan bagi Federal Reserve (Fed) untuk memperlambat pemotongan suku bunga. Selain itu, data Job Openings AS naik menjadi 8,09 juta pada November, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang stabil. Meskipun ada potensi dukungan dari pertumbuhan PMI Jasa Caixin China, yang merupakan mitra dagang utama Selandia Baru, peluang kebijakan moneter agresif oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap membebani Kiwi Dollar. RBNZ diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Februari. Di sisi lain, kebijakan tarif Presiden AS terpilih Donald Trump tetap menjadi perhatian pasar, dengan ekspektasi bahwa dampaknya terhadap pertumbuhan global dapat mempengaruhi pergerakan NZDUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di area 0.5610 dan resistance terdekatnya di zona 0.5670.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4360. Mata uang USDCAD melemah seiring pasar mencermati pengumuman pengunduran diri Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, serta menantikan katalis baru terkait potensi tarif perdagangan AS. Selain itu, mata uang ini menghadapi tekanan setelah data PMI Ivey Kanada untuk Desember turun ke level terendah 12 bulan di 44,3, mengindikasikan kontraksi tajam dalam aktivitas bisnis. Meskipun data ekspor dan impor Kanada meningkat pada November, dampaknya terhadap pergerakan pasar CAD tetap terbatas. Ketidakpastian politik akibat pengunduran diri Trudeau semakin membebani Loonie, dengan survei menunjukkan peluang kuat bagi oposisi Konservatif untuk memenangkan pemilu mendatang. Support terdekatnya di zona 1.4310 dan resistance terdekatnya di zona 1.4390.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9090. Penguatan kinerja mata uang Swiss didukung oleh data inflasi Swiss yang melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Swiss National Bank (SNB). Inflasi tahunan Swiss untuk Desember turun menjadi 0,6% dari 0,7% di November, mendekati batas bawah target SNB sebesar 0%-2%. Data ini memperkuat peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat SNB Maret mendatang, dengan probabilitas mencapai 98%. Jika inflasi terus menurun, SNB dapat mempertimbangkan pemangkasan yang lebih besar untuk mendorong perekonomian. Di sisi lain, kenaikan inflasi pada sektor perumahan dan energi belum cukup untuk mengimbangi penurunan pada harga makanan dan jasa. Support terdekatnya di area 0.9050 dan resistance terdekatnya di zona 0.9140.
DATA EKONOMI HARIAN
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:01am | USD | 10-y Bond Auction | 4.68|2.5 | - | 4.24|2.7 |
7:00am | NZD | ANZ Commodity Prices m/m | 0.20% | - | 2.90% |
7:30am | AUD | CPI y/y | 2.30% | 2.20% | 2.10% |
12:00pm | JPY | Consumer Confidence | - | 36.6 | 36.4 |
2:00pm | EUR | German Factory Orders m/m | - | -0.30% | -1.50% |
2:00pm | EUR | German Retail Sales m/m | - | 0.50% | -1.50% |
2:45pm | EUR | French Trade Balance | - | -7.0B | -7.7B |
5:00pm | EUR | PPI m/m | - | 1.50% | 0.40% |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.07|2.4 |
8:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 139K | 146K |
8:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 214K | 211K |
8:30pm | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | Final Wholesale Inventories m/m | - | -0.20% | -0.20% |
10:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.8M | -1.2M |