Home
>
News
>
Publication
>
Katalis Perang Tarif China-AS Bantu Topang Penguatan USDCAD
Katalis Perang Tarif China-AS Bantu Topang Penguatan USDCAD
Monday, 28 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1366

-0.07%

GBPUSD

1.3311

-0.09%

AUDUSD

0.6404

-0.30%

NZDUSD

0.5959

-0.20%

USDJPY

143.53

0.24%

USDCHF

0.8274

0.21%

USDCAD

1.3861

0.11%

GOLDUD

3326.4

-0.76%

USD/IDR

16799

0.15%

Fokus USDCAD:

  1. DXY menguat ke zona 99.64
  2. WTI melemah di tengah ekspektasi OPEC+

Senin, 28 April 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3879. Pasangan mata uang USDCAD kembali mencatatkan penguatan pada awal pekan ini didukung oleh sentimen positif terhadap Dolar AS (USD). Penguatan Greenback terjadi setelah muncul kabar bahwa China telah membebaskan beberapa produk impor asal Amerika Serikat dari tarif 125%, yang memicu harapan bahwa ketegangan perdagangan antara kedua negara mulai mereda. Meski demikian, otoritas China melalui juru bicara kedutaan besar di Washington membantah adanya negosiasi aktif dengan Amerika Serikat, menegaskan bahwa semua sanksi tarif sepihak harus dicabut sebelum dialog dapat dilanjutkan. Dalam konteks ini, komentar dari Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, yang menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan masih berlangsung dengan China dan sejumlah negara lain, turut mempertahankan daya tarik Dolar AS sebagai aset lindung nilai.

Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) justru berada di bawah tekanan akibat tren pelemahan harga minyak global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus melemah di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi untuk bulan kedua berturut-turut, serta potensi kembalinya ekspor minyak Iran ke pasar global akibat perkembangan negosiasi nuklir. Sebagai negara pengekspor minyak utama, Kanada sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas ini, sehingga tekanan pada harga minyak turut membebani kinerja CAD. Selain itu, ketidakpastian eksternal juga diperparah dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih lemah, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan Kanada untuk tahun 2025 menjadi hanya 1,4%.

Meskipun demikian, arah kebijakan moneter Bank of Canada (BoC) diperkirakan tetap berhati-hati. BoC baru-baru ini mempertahankan suku bunga acuan di level 2,75%, dengan mempertimbangkan ketidakpastian global dan potensi dampak perlambatan ekonomi AS dan China terhadap ekonomi domestik. Sentimen pasar saat ini memperhitungkan bahwa BoC akan cenderung mempertahankan sikap wait-and-see, menyesuaikan langkahnya dengan dinamika eksternal yang berkembang. Di tengah kombinasi antara penguatan USD yang berbasis fundamental global dan tekanan pada CAD akibat faktor komoditas serta outlook pertumbuhan yang moderat, pasangan USDCAD berpotensi mempertahankan bias penguatan dalam waktu dekat.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD menguat. Support terdekatnya di zona 1.3828 dan resistance terdekatnya di zona 1.3898. Support lanjutan di zona 1.3770 dan dilanjutkan ke zona 1.3733. Resistance lanjutan di zona 1.3920 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3970.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1347. Pelemahan yang terjadi pada kinerja mata uang Euro seiring penguatan Dolar AS (USD) di tengah meningkatnya harapan terhadap de-eskalasi ketegangan dagang antara AS dan China. Langkah China untuk mengecualikan beberapa impor AS dari tarif 125% dan pernyataan optimistis dari pejabat AS, seperti Menteri Pertanian Brooke Rollins, mengenai diskusi aktif dengan China mendukung sentimen pasar terhadap USD, meskipun bantahan keras dari pihak China bahwa tidak ada negosiasi tarif yang berlangsung membuat ketidakpastian tetap tinggi. di sisi lain, ekspektasi dovish terhadap European Central Bank (ECB) membebani Euro, setelah pejabat ECB seperti Olli Rehn memperingatkan bahwa inflasi zona euro kemungkinan akan meleset dari target 2%, yang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan Juni mendatang. Selain itu, tekanan tambahan terhadap Euro datang dari komentar Gubernur Bank Sentral Austria Robert Holzmann yang menyoroti kelemahan struktural ekonomi Eropa, menyatakan bahwa meskipun ada potensi pelonggaran tarif oleh AS, luka ekonomi tetap ada dan membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan moneter. Sehingga EUR/USD berpotensi tetap dalam tekanan hingga adanya katalis baru dari perkembangan negosiasi dagang AS-China atau kebijakan ECB berikutnya. Support terdekatnya di zona 1.1316 dan resistance terdekatnya di zona 1.1392.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3283. Poundsterling (GBP) bergerak lesu terhadap Dolar AS (USD) di awal pekan ini, meskipun data domestik menunjukkan hasil yang positif. Data penjualan ritel Inggris untuk Maret naik 0,4% secara bulanan, jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi penurunan 0,4%, dan secara kuartalan mencatatkan pertumbuhan 1,6%, laju tercepat dalam empat tahun terakhir. Kinerja ini sempat meredam ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga agresif dari Bank of England (BoE). Selain itu, pernyataan anggota BoE Megan Greene yang menyebutkan bahwa pelemahan ekonomi Inggris mungkin lebih disebabkan oleh sisi penawaran dibandingkan permintaan, juga memberikan gambaran bahwa tekanan inflasi ke depan bisa melemah, meski pasar tenaga kerja menunjukkan perlambatan yang masih moderat. Namun, penguatan GBP tetap terbatas karena sentimen pasar global belum mendukung penuh aset-aset berisiko, termasuk Poundsterling. Ketidakpastian terkait hubungan dagang global dan prospek perlambatan ekonomi dunia membuat investor tetap berhati-hati. Selain itu, meskipun data domestik kuat, prospek pelonggaran kebijakan moneter BoE tetap terbuka, mengingat bank sentral mengamati pembukaan gap output yang dapat mendorong inflasi lebih rendah. Dengan latar belakang ini, pergerakan GBP cenderung terbebani, dan butuh katalis baru dari data ekonomi atau kebijakan BoE berikutnya untuk mendorong pemulihan lebih lanjut terhadap USD. Support terdekatnya di area 1.3263 dan resistance terdekatnya di zona 1.3315.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6380. Turunnya kinerja mata uang Aussie berimbas dari sentimen pasar terhadap Aussie tetap tertekan seiring menguatnya USD, didorong oleh harapan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. China baru-baru ini mengumumkan pengecualian tarif terhadap beberapa produk impor dari AS, yang meningkatkan optimisme bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini bisa segera berakhir. Namun, pernyataan dari pejabat China yang membantah adanya negosiasi aktif dengan AS membuat pasar tetap berhati-hati. Di tengah ketidakpastian tersebut, AUD juga terbebani oleh ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Mei, di tengah tekanan ekonomi global dan domestik yang terus meningkat. Sementara itu, dari sisi eksternal, Dolar AS mendapatkan dukungan tambahan setelah data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan kenaikan klaim pengangguran mingguan, meski data lanjutan memperlihatkan penurunan jumlah klaim berkelanjutan. Di sisi lain, langkah pemerintah China untuk memperkuat stabilitas ekonomi domestik, termasuk stimulus fiskal dan pelonggaran moneter, menjadi perhatian pasar. Jika stimulus China terbukti besar dan efektif, hal ini berpotensi menopang permintaan terhadap komoditas dan secara tidak langsung mendukung AUD, mengingat hubungan perdagangan erat antara Australia dan China. Namun, untuk saat ini, bias AUDUSD tetap condong negatif seiring dominasi penguatan Greenback. Support terdekatnya di zona 0.6363 dan resistance terdekatnya di zona 0.6410.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5944. NZDUSD bergerak melemah tertekan oleh penguatan Dolar AS (USD) seiring minimnya kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang menambah tekanan jual pada Kiwi sebagai proksi ekonomi China. Presiden AS Donald Trump menyebut adanya pembicaraan dengan China, namun dibantah oleh pihak Beijing yang menegaskan belum ada negosiasi dan menuntut penghapusan seluruh tarif sepihak untuk membuka ruang dialog, memicu kekhawatiran berlanjutnya ketegangan dagang yang dapat membebani outlook ekonomi Selandia Baru terlebih dengan ekspektasi kuat bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan Mei mendatang, diikuti kemungkinan pelonggaran tambahan hingga akhir tahun; sementara itu, komentar dari Kementerian Keuangan China dan Gubernur PBOC tentang perlambatan pertumbuhan global akibat fragmentasi ekonomi dan perang tarif mempertegas tekanan negatif terhadap NZD, meski potensi stimulus dari China bisa sedikit meredam pelemahan Kiwi dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.5910 dan resistance terdekatnya di zona 0.5976.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 143.77. Penguatan kinerja mata uang Yen di dukung oleh Dolar AS imbas harapan bahwa Presiden AS Donald Trump mendekati penyelesaian beberapa kesepakatan perdagangan, termasuk dengan Jepang, yang memperbaiki sentimen pasar terhadap Greenback. Di sisi Jepang, data inflasi Tokyo untuk April yang lebih panas dari ekspektasi, yakni CPI inti naik 3,4%, meningkatkan peluang Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan kenaikan suku bunga di 2025. Namun, potensi perlambatan ekonomi akibat tarif AS membuat BoJ diperkirakan akan bersikap hati-hati dalam waktu dekat. Sementara itu, negosiasi perdagangan AS-Jepang yang diklaim konstruktif oleh pejabat AS juga memberikan sentimen positif tambahan terhadap Yen. Walaupun risiko geopolitik global, seperti ketegangan di Ukraina, tetap menjaga permintaan aset safe haven, untuk saat ini kekuatan USD yang didukung optimisme perdagangan membuat USDJPY tetap berada dalam tren menguat. Support terdekatnya di area 143.30 dan resistance terdekatnya di zona 144.15.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8286. Kinerja mata uang Swiss didukung oleh sentimen pasar yang membaik setelah laporan Bloomberg mengindikasikan China mempertimbangkan untuk menangguhkan tarif 125% atas beberapa impor AS, termasuk alat medis dan penyewaan pesawat; optimisme tambahan datang dari laporan Reuters bahwa negosiasi perdagangan AS dengan sekutu Asia seperti Korea Selatan dan Jepang menunjukkan kemajuan, memperkuat Dolar AS lebih lanjut. Meski demikian, kekuatan Franc Swiss (CHF) tetap menjadi faktor pembatas, setelah mencatat penguatan terbesar terhadap USD sejak krisis keuangan 2008, dipicu oleh lonjakan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global, yang menekan harga impor dan mengancam target inflasi Swiss National Bank (SNB); dengan suku bunga kunci hanya di 0,25% dan kemungkinan dipangkas lagi, intervensi valuta asing tampak menjadi opsi yang lebih realistis ketimbang suku bunga negatif, meski SNB menegaskan bahwa semua tindakan mereka semata-mata untuk menjaga stabilitas harga, bukan manipulasi nilai tukar. Support terdekatnya di area 0.8248 dan resistance terdekatnya di zona 0.8331.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Rate

-

10.7%

10.6%

5:00pm

GBP

CBI Realized Sales

-

-21

-41

All Day

CAD

Federal Election

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788