| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1417 | -0.18% |
GBPUSD | 1.3548 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6512 | 0.18% |
NZDUSD | 0.6045 | 0.20% |
USDJPY | 144.59 | 0.28% |
USDCHF | 0.8215 | 0.22% |
USDCAD | 1.3699 | 0.09% |
GOLDUD | 3324.3 | -0.64% |
USD/IDR | 16272 | 0.01% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 10 Juni 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6512. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Selasa, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok akan mengarah pada deeskalasi ketegangan tarif. Kedekatan ekonomi Australia dengan Tiongkok menjadikan mata uang AUD sensitif terhadap perkembangan tersebut. Data fundamental terbaru dari Tiongkok mendukung optimisme pasar: surplus perdagangan meningkat dan PMI sektor jasa naik ke 51.1 pada Mei, menunjukkan stabilitas permintaan eksternal, terutama terhadap komoditas Australia. Selain itu, data inflasi Tiongkok menunjukkan pelemahan lanjutan, yang bisa mendorong stimulus fiskal lebih lanjut dari Beijing suatu hal yang secara historis berdampak positif terhadap ekspor Australia.
Dari sisi domestik, data Westpac Consumer Confidence naik 0.5% di bulan Juni kenaikan keempat berturut-turut meski masih di bawah level Mei. Peningkatan ini sebagian didorong oleh pemotongan suku bunga RBA sebelumnya serta ekspektasi bahwa inflasi Australia perlahan menurun. Namun, pasar kini mulai meragukan apakah Reserve Bank of Australia akan melanjutkan siklus pelonggaran agresif. Nada hati-hati dari pernyataan para pejabat RBA dan proyeksi ekonomi yang tetap defensif membuka ruang bagi AUD untuk stabil, apalagi jika data ekonomi China tetap mendukung ekspor Australia dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, pelemahan USD berlanjut menyusul rilis data tenaga kerja AS yang meski solid (NFP 139K), namun disertai revisi negatif pada bulan-bulan sebelumnya dan stagnasi pada tingkat upah. Dolar AS juga dibebani oleh meningkatnya kekhawatiran fiskal menyusul disahkannya paket pengeluaran besar (“Big Beautiful Bill”) oleh DPR AS, yang dikhawatirkan akan meningkatkan defisit dan menekan obligasi pemerintah. Pasar kini mengalihkan perhatian pada data inflasi CPI AS yang akan dirilis Rabu ini angka yang akan menjadi kunci apakah The Fed mempertahankan suku bunga lebih lama, atau mulai membuka pintu pelonggaran pada kuartal III. Ketidakpastian ini terus menjadi faktor fundamental penekan bagi DXY dan mendukung reli AUDUSD.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6480 dan resistance terdekatnya di zona 0.6550. Support lanjutan di zona 0.6450 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan di zona 1.3755 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3790.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1417. Pasangan EURUSD sempat menguat pada awal pekan, namun penguatannya tertahan seiring tekanan dari Dolar AS yang sempat rebound usai rilis data tenaga kerja yang kuat di hari Jumat. Meskipun data Nonfarm Payrolls AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang melebihi ekspektasi, sentimen pasar terhadap Greenback kembali melemah karena investor mulai menilai kembali potensi jalur kebijakan suku bunga The Fed. Fokus pasar kini beralih ke data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis hari Rabu, di tengah spekulasi bahwa tarif impor yang baru diterapkan oleh Presiden Trump dapat mulai berdampak pada harga konsumen. Di sisi lain, pernyataan hawkish dari anggota Dewan ECB Peter Kazimir bahwa siklus pelonggaran moneter mungkin sudah berakhir turut menopang Euro, meskipun secara keseluruhan, data ekonomi kawasan Euro masih menunjukkan risiko pelemahan. Sementara itu, investor juga menantikan pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di London untuk membahas kelanjutan negosiasi dagang. Ketidakpastian atas hasil pembicaraan ini menjaga kehati-hatian pasar, terutama karena kedua negara baru-baru ini saling tuding melanggar kesepakatan tarif sebelumnya. Di zona euro, revisi naik terhadap data GDP kuartal pertama dan pertumbuhan penjualan ritel yang melebihi ekspektasi hanya berdampak terbatas terhadap Euro karena perhatian utama tetap tertuju pada dinamika makroekonomi AS. Secara keseluruhan arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pembicaraan dagang dan data CPI AS yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed. Support terdekatnya di zona 1.1372 dan resistance terdekatnya di zona 1.1460.
GBPUSD - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3540. Pasangan mata uang ini sempat menyentuh level tertinggi harian di 1.3581 sebelum kembali turun ke kisaran 1.3540. Pemicunya adalah laporan dari Wall Street Journal yang menyebut Presiden AS Donald Trump memberi ruang manuver kepada Menteri Keuangan Scott Bessent untuk meredakan ketegangan dagang dengan Tiongkok, termasuk mencabut pembatasan ekspor teknologi. Di saat yang sama, data ketenagakerjaan AS tetap solid, dengan penciptaan 139.000 lapangan kerja baru di bulan Mei dan tingkat pengangguran stabil di 4,2%, menunjukkan ekonomi AS masih tangguh meski suku bunga tinggi dan ketidakpastian tarif membebani prospek pertumbuhan. Sementara itu, Pound Sterling sempat diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS dan optimisme terhadap ekonomi Inggris, terutama setelah rilis data PDB kuartal I 2025 yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, tekanan kembali muncul setelah anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE, Greene, mengisyaratkan bahwa proses disinflasi masih berlangsung dan inflasi diperkirakan akan turun mendekati target dalam jangka menengah. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data pengeluaran pemerintah Inggris, laporan penjualan ritel BRC, neraca perdagangan, dan data tenaga kerja yang akan dirilis pekan ini. Dari sisi AS, fokus utama tetap pada rilis inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) bulan Mei, serta data sentimen konsumen dari University of Michigan, yang semuanya berpotensi memengaruhi arah GBPUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.3490 dan resistance terdekatnya di zona 1.3585.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6045. Pasangan mata uang NZDUSD melanjutkan penguatannya didukung oleh optimisme pasar terhadap pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan tersebut “berjalan sangat baik”, dan laporan menyebut adanya peluang pencabutan pembatasan ekspor teknologi AS sebagai imbal balik atas pelonggaran kontrol ekspor logam tanah jarang dari Tiongkok. Sebagai mitra dagang utama Tiongkok, prospek membaiknya hubungan dagang global memberikan dorongan positif terhadap Dolar Selandia Baru (NZD), yang dikenal sebagai proksi risiko kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga turut menjadi penopang bagi NZD. Ekonom Westpac, Michael Gordon, mencatat bahwa meskipun proyeksi ekonomi RBNZ direvisi turun, bank sentral menunjukkan kehati-hatian tinggi terhadap waktu dan intensitas pemangkasan OCR berikutnya. Di sisi lain, Dolar AS (USD) kehilangan sebagian penguatan yang didapat usai rilis data Nonfarm Payrolls yang kuat pada Jumat lalu, seiring pasar mulai kembali fokus pada ketidakpastian global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Fed dan dampak jangka panjang kebijakan tarif AS. Support terdekatnya di area 0.6000 dan resistance terdekatnya di zona 0.6070.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.59. Pasangan USDJPY mata uang ini menguat didorong oleh optimisme pasar terhadap kelanjutan pembicaraan dagang AS-Tiongkok di London, yang menekan permintaan terhadap aset safe-haven seperti Yen Jepang (JPY). Data menunjukkan ekonomi Jepang mengalami kontraksi lebih ringan dari perkiraan awal di kuartal pertama, ditambah dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan (BoJ), menjadi faktor yang membatasi pelemahan JPY secara lebih dalam. Gubernur BoJ Kazuo Ueda kembali menyatakan kesiapan bank sentral untuk menaikkan suku bunga jika inflasi dasar mencapai atau mendekati target 2%. Sementara itu, Dolar AS (USD) mendapatkan sedikit traksi positif setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat lalu menunjukkan penambahan tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi, yang membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat menipis. Meskipun demikian, pasar masih memperkirakan kemungkinan besar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga sebesar satu poin persentase penuh. Di sisi lain, risiko geopolitik masih membayangi, termasuk eskalasi konflik Rusia-Ukraina, yang membuat investor tetap berhati-hati dan membatasi reli USDJPY lebih lanjut menjelang rilis data inflasi AS minggu ini. Support terdekatnya di area 144.13 dan resistance terdekatnya di zona 145.20
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3699. Pasangan USDCAD bergerak stabil dengan Dolar AS (USD) menunjukkan ketahanan terhadap Dolar Kanada (CAD) di tengah harapan positif seputar kelanjutan pembicaraan dagang AS-Tiongkok. Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa diskusi dagang akan berlanjut ke hari kedua, dengan kemungkinan pelonggaran kontrol ekspor teknologi oleh AS sebagai imbal balik atas komitmen Tiongkok melonggarkan pembatasan ekspor logam tanah jarang. Optimisme ini turut menopang sentimen terhadap USD. Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap hingga setidaknya pertemuan September, yang menambah dorongan bagi Dolar AS. Namun demikian, penguatan USDCAD dibatasi oleh harga minyak mentah yang cenderung menguat, mengingat posisi Kanada sebagai pengekspor utama minyak ke AS. Penguatan harga minyak biasanya memberikan dampak positif terhadap CAD. Di sisi lain, pasar CAD juga tengah mencerna keputusan Bank of Canada (BoC) yang menahan suku bunga di 2.75%, memutus siklus penurunan tujuh kali berturut-turut. Keputusan tersebut memberikan ruang stabilitas bagi Loonie, meskipun pelaku pasar masih mewaspadai potensi penurunan suku bunga tambahan jika tekanan dari ketegangan dagang terus menekan pertumbuhan ekonomi domestik. Fokus pekan ini akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok serta data inflasi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Support terdekatnya di zona 1.3635 dan resistance terdekatnya di zona 1.3725.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8215. USDCHF menguat di awal pekan, diperdagangkan mendekati 0.8210 selama sesi Asia pada Senin, meskipun Dolar AS (DXY) secara keseluruhan melemah. Kekuatan pasangan ini sebagian besar didorong oleh fundamental AS yang solid, terutama setelah laporan tenaga kerja Mei menunjukkan penciptaan 139.000 lapangan kerja baru, melebihi ekspektasi 130.000, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2% dan pertumbuhan upah tahunan stabil di 3,9%. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada dua pertemuan mendatang, memberikan dasar bagi USD untuk tetap kuat secara selektif. Selain itu, meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok, menyusul komunikasi langsung antara Trump dan Xi Jinping serta dimulainya kembali perundingan perdagangan, turut mengangkat sentimen risiko global dan mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss. Dari sisi Swiss, data inflasi yang kembali negatif (-0,1% YoY) dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Swiss National Bank ke 0% dalam pertemuan Juni memberikan tekanan tambahan bagi CHF, membuka ruang bagi USDCHF untuk bertahan di kisaran atas meskipun indeks DXY melemah secara luas. Support terdekatnya di area 0.8181 dan resistance terdekatnya di zona 0.8248.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:01am | GBP | BRC Retail Sales Monitor y/y | 0.6% | 2.7% | 6.8% |
6:50am | JPY | M2 Money Stock y/y | 0.6% | 0.6% | 0.5% |
7:30am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | 0.5% | - | 2.2% |
8:30am | AUD | NAB Business Confidence | 2 | - | -1 |
1:00pm | GBP | Average Earnings Index 3m/y | - | 5.5% | 5.5% |
1:00pm | GBP | Claimant Count Change | - | 9.5K | 5.2K |
1:00pm | GBP | Unemployment Rate | - | 4.6% | 4.5% |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 7.7% |
2:00pm | CHF | SECO Consumer Climate | - | -38 | -42 |
3:00pm | EUR | Italian Industrial Production m/m | - | 0.0% | 0.1% |
3:30pm | EUR | Sentix Investor Confidence | - | -5.3 | -8.1 |
5:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 95.9 | 95.8 |