| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1618 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3324 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6510 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5749 | 0.16% |
USDJPY | 152.55 | 0.22% |
USDCHF | 0.7948 | 0.11% |
USDCAD | 1.3991 | 0.02% |
GOLDUD | 4,125.85 | 0.45% |
COFU | 61.79 | -0.84% |
USD/IDR | 16,640 | 0.00% |
Jumat, 24 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak lesu dibebani oleh sentimen dari isyarat OPEC untuk meningkatkan produksi, dan potensi penurunan tajam permintaan minyak Rusia. Meski demikian, sinyal eskalasi tensi antara Rusia dengan AS menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.
OPEC siap meningkatkan produksi dengan mengurangi pemangkasan produksi minyaknya lebih lanjut jika diperlukan untuk mengatasi kekurangan pasokan di pasar setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, kata Menteri Perminyakan Kuwait Tariq Al-Roumi pada hari Kamis. Sebelumnya pada pertemuan 5 Oktober, kelompok aliansi itu mengumumkan akan meningkatkan produksi mulai November sebesar 137.000 bph. Pernyataan dari Al-Roumi tersebut mengisyaratkan potensi tambahan pasokan di pasar minyak global.
Turut membebani harga, permintaan minyak Rusia berpotensi menurun drastis setelah China dan India menunjukkan sikap untuk memangkas tajam pembelian minyak dari Moskow. Perusahaan minyak negara besar Tiongkok seperti PetroChina, Sinopec, CNOOC, dan Zhenhua Oil, telah menangguhkan pembelian minyak Rusia yang diangkut melalui laut setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil, kata beberapa sumber perdagangan pada hari Kamis. Langkah serupa juga diambil oleh perusahaan-perusahaan penyulingan minyak di India, pembeli terbesar minyak Rusia, yang siap memangkas impor minyak Rusia secara drastis untuk mematuhi sanksi baru AS, kata sejumlah sumber industri pada hari Kamis.
Sementara itu, sinyal meningkatnya tensi antara AS dengan Rusia baru-baru ini memicu ekspektasi akan meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai Gaza dalam waktu dekat. Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam sanksi baru Presiden AS Donald Trump yang menargetkan dua raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, sebagai tindakan yang tidak bersahabat. Putin juga menambahkan bahwa sanksi tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Rusia dan menekankan pentingnya Rusia bagi pasar global. Ia memperingatkan potensi penurunan pasokan yang tajam akan mendorong harga naik dan akan menimbulkan ketidaknyamanan di pasar global, terutama bagi negara Barat seperti AS.
Masih dari Rusia, Putin pada hari Kamis menegaskan bahwa Moskow tidak akan pernah tunduk pada tekanan dari AS ataupun kekuatan asing lainnya, dan memperingatkan bahwa Rusia akan memberikan respons yang luar biasa terhadap setiap serangan militer yang dilakukan di wilayah Rusia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.4% | 0.4% |
19:30 | USA - CPI |
| 325.01 | 323.98 |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash |
| 52 | 52.0 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Flash |
| 53.5 | 54.2 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 55 | 55.1 |