| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1595 | -0.12% |
GBPUSD | 1.3238 | -0.10% |
AUDUSD | 0.6532 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5728 | 0.05% |
USDJPY | 156.27 | 0.20% |
USDCHF | 0.8046 | 0.11% |
USDCAD | 1.4028 | -0.03% |
GOLDUD | 4,159.35 | 0.82% |
COFU | 58.58 | 0.65% |
USD/IDR | 16,668 | 0.00% |
Jumat, 28 November 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari isyarat OPEC+ untuk menahan kenaikan produksi, dan potensi meningkatnya permintaan China. Meski demikian, sinyal positif arah kesepakatan damai Rusia-Ukraina, dan eskalasi tensi AS-China membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Pada pertemuan hari Minggu nanti OPEC dan sekutunya kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tidak berubah selama kuartal pertama tahun 2026, dan menyepakati metode untuk mengukur kapasitas produksi maksimum anggota, kata sumber. Berita tersebut mengisyaratkan kehati-hatian aliansi produsen untuk tidak menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Dukungan lainnya datang dari berbagai sumber perdagangan yang pada hari Kamis melaporkan bahwa kilang independen telah menerima kuota impor minyak mentah gelombang pertama dari Tiongkok untuk tahun 2026. Tiga sumber melaporkan bahwa sebanyak 21 perusahaan penyulingan telah menerima hampir 8 juta ton kuota, dibandingkan dengan 6,04 juta ton pada November 2024. Rilisnya kuota impor tersebut mengindikasikan potensi peningkatan pengiriman minyak ke negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis mengatakan bahwa proposal kesepakatan perdamaian AS-Ukraina dapat menjadi dasar bagi kesepakatan di masa mendatang untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun di Eropa timur tersebut. Putin juga menambahkan bahwa ia terbuka untuk mengembangkan perjanjian baru. Pernyataan Putin tersebut meningkatkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai Rusia - Ukraina dalam waktu dekat.
Turut membebani harga lebih lanjut, Menteri Pertahanan Wellington Koo pada hari Kamis mengatakan bahwa Taiwan telah mengadakan pembicaraan awal dengan AS terkait pembelian senjata dengan menggunakan anggaran pertahanan tambahan sebesar $40 miliar. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan membuat tensi antara AS dengan China kembali memanas.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Thanksgiving Day |
|
|
|