Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat OPEC+ Kembali Tingkatkan Output Buat Minyak Ikut Goyah
Isyarat OPEC+ Kembali Tingkatkan Output Buat Minyak Ikut Goyah
Monday, 30 June 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1714

0.20%

GBPUSD

1.3701

0.20%

AUDUSD

0.6508

0.54%

NZDUSD

0.6051

0.41%

USDJPY

144.75

-0.44%

USDCHF

0.7993

-0.21%

USDCAD

1.3699

-0.31%

GOLDUD

3,282.80

-1.17%

COFU

65.15

-0.11%

USD/IDR

16,229

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ bersiap kembali tingkatkan output sebesar 411.000 bph pada bulan Agustus, kata beberapa sumber.
  • Kepala pengawas nuklir PBB peringatkan bahwa Iran dapat memperkaya uranium dalam beberapa bulan.

***********************************************************

Senin, 30 Juni 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat kelompok aliansi OPEC+ untuk kembali meningkatkan produksi, dan komentar optimis Trump akan tercapainya gencatan senjata Gaza dalam waktu dekat.

OPEC dan sekutunya bersiap untuk kembali meningkatkan produksi sebesar 411.000 bph pada bulan Agustus dalam upaya mendapatkan kembali pangsa pasar, kata empat delegasi dari kelompok aliansi. Jumlah peningkatan itu sama dengan yang disepakati untuk bulan Mei, Juni, dan Juli. Sehingga, jika rencana tersebut disetujui oleh semua anggota aliansi, maka total kenaikan pasokan dari OPEC+ akan menjadi 1,78 juta bph sepanjang tahun ini, setara dengan lebih dari 1,5% dari total permintaan global. OPEC+ dijadwalkan akan bertemu pada 6 Juli mendatang untuk membahas rencana peningkatan produksi tersebut.

Turut membebani harga, sinyal meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat setelah tercapainya gencatan senjata Iran - Israel, Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat menyatakan optimis bahwa gencatan senjata Gaza kemungkinan akan dapat tercapai dalam seminggu. Kelompok Hamas mengisyaratkan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan gencatan senjata dengan menyatakan bersedia membebaskan para sandera yang tersisa.

Sementara itu, Iran dapat memproduksi uranium yang diperkaya dalam beberapa bulan, kata kepala pengawas nuklir PBB Rafael Grossi pada hari Minggu. Peringatan tersebut berpotensi memicu konflik di Iran kembali memanas. Sebelumnya Trump pada hari Jumat mengumumkan pembatalan rencana pencabutan sanksi terhadap Iran dan mengancam untuk kembali mengebom Iran jika Teheran memperkaya uranium ke tingkat yang mengkhawatirkan.

Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru Baker Hughes untuk pekan yang berakhir 27 Juni menunjukkan jumlah rig minyak AS mengalami penurunan sebesar enam rig menjadi 432 rig, yang sekaligus merupakan level terendah sejak Oktober 2021. Laporan tersebut mengindikasikan penurunan output AS di masa mendatang. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - Chicago PMI

 

43

40.5

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

-10

-15.3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788