Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat Meredanya Perang Tarif Dorong Minyak Kembali Menguat
Isyarat Meredanya Perang Tarif Dorong Minyak Kembali Menguat
Friday, 25 April 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1387

0.04%

GBPUSD

1.3338

0.02%

AUDUSD

0.6407

0.11%

NZDUSD

0.5992

0.17%

USDJPY

143.1100

-0.39%

USDCHF

0.8311

-0.71%

USDCAD

1.3849

-0.04%

GOLDUD

3,349.00

0.64%

COFU

62.86

0.02%

USD/IDR

16,859

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Trump menegaskan bahwa AS dan China sedang mengadakan pembicaraan dagang pada Kamis pagi.
  • IMF pangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini menjadi 3,9% dari 4,6% pada tahun 2024.

***********************************************************

Jumat, 25 April 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat tipis didukung oleh sentimen dari sinyal meredanya perang tarif antara AS dengan China, dan eskalasi konflik di wilayah regional Timur Tengah. Meski demikian, proyeksi pesimis IMF dan rencana UE menghentikan impor bahan bakar fosil Rusia membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pembicaraan dagang antara AS dan China sedang berlangsung pada hari Kamis pagi. Komentar Trump tersebut menyusul bantahan yang disampaikan sebelumnya oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun bahwa China dan AS belum melakukan konsultasi atau negosiasi tentang tarif, apalagi mencapai kesepakatan apa pun. Meski demikian, juru bicara Kementerian Perdagangan China He Yadong pada hari Kamis mengatakan bahwa AS harus menghapus semua tarif unilateral yang telah diterapkan ke China, jika benar-benar ingin menyelesaikan masalah perdagangan. Komentar dari Trump serta isyarat dari Kementerian Perdagangan China tersebut meredakan tensi perang tarif yang sedang berlangsung.

Dukungan lainnya datang dari eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Israel kembali melancarkan serangan udara yang menghantam kantor polisi di Jabalia di Jalur Gaza utara pada hari Kamis, dan menewaskan sedikitnya 10 orang, kata otoritas kesehatan setempat. Selain itu, pejabat militer Israel mengatakan telah menyerang pusat komando Hamas dan kelompok Jihad Islam.

Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang dirilis hari Kamis, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia akan melambat menjadi sekitar 3,9% pada tahun ini dan 4,0% pada tahun depan, kedua angka pertumbuhan itu turun dari 4,6% pada tahun 2024 dan jauh di bawah ekspektasi sebelumnya. Meski demikian, kondisi inflasi di Asia yang sebagian besar berada pada atau di bawah target, memberi ruang bagi banyak bank sentral Asia untuk pelonggaran kebijakan moneter. Asia akan menghadapi pilihan untuk mengambil kebijakan stimulus yang lebih tajam untuk dapat mengatasi dampak dari tarif AS, tambah IMF.

Turut membebani harga, Komisi Eropa berencana mempublikasikan roadmap strategi untuk menghentikan seluruh impor bahan bakar berbasis fosil dari Rusia, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Kamis. Dalam agenda Komisi yang terpisah disebutkan bahwa roadmap itu akan dipublikasikan pada tanggal 6 Mei. Sebelumnya Komisi Eropa telah berjanji akan menghentikan bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027 sebagai tanggapan atas invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022. Berita tersebut mengindikasikan potensi penurunan pada permintaan minyak Rusia.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

50.8

57.0

21:00

USA - Michigan Inflation Expectations Final

 

6.7%

5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788